
Waktu terus berjalan, tanpa terasa sudah sebulan Aurel tinggal serumah dengan keluarga barunya, kehidupan yang dijalani Aurel terasa begitu lengkap dengan kedua orang tua yang sangat menyayangi nya. begitu pun Milko yang telah berlapang dada menerima kehadiran Aurel.
Sementara itu kondisi Cellin tiba-tiba droup, Alexa, Lee dan ketiga Anaknya yang sedang menikmati makan malam, dibuat tercekat dan hampir tidak percaya saat dokter yang menangani Cellin memberikan kabar terkini masalah penyakit yang sempat membaik beberapa hari ini.
"Ada apa mi" Lee berjalan menghampiri Alexa yang masih berdiri terpaku memegang telpon Rumah
"Kondisi Cellin memburuk pi"
"Sebaiknya kita menjenguk Cellin segera" ucap Lee bersiap
Milka menatap kedua orang tua nya bergantian lalu Milko, ingin minta penjelasan tentang siapa sebenarnya wanita yang bernama Cellin itu. apakah ibunya Aurel, dan kenapa dia menitipkan Aurel untuk tinggal dirumah nya. berbagai pertanyaan muncul dibenak Milka.
"Kak siapa Cellin, dan kenapa dia" tanya Milka namun Milko diam saja. dia tidak berani berterus terang.
"Alexa sudah waktunya Milka mengetahui semua ini, dan aku rasa ini adalah saat yang tepat" ucap Lee
"Tapi mami belum siap kehilangan Milka" Alexa tiba-tiba menangis
"Siap tidak siap, kita harus membuka rahasia besar ini mi, lagian Milka akan tetap menjadi Putri kita"
Alexa Akirnya menggangguk pelan,vdan mengikuti langkah Lee menuju meja makan kembali.
"Pi kenapa mami menangis" Milka mendekati maminya
"Milka Putri ku hu...hu..." Alexa memeluk erat tubuh Milka
"Mami kenapa" Milka mengelus punggung maminya seakan memberikan kekuatan sedangkan Aurel dan Milko diam tidak berani bersuara, karena mereka berdua telah mengetahui semuanya.
"Iya pi" Milka duduk di sebelah maminya
"Milka sayang.. dengar ya nak, apapun penjelasan yang akan papi katakan nanti, kamu harus siap dan jangan pernah membenci kami atau pun pergi meninggalkan kami" bujuk Lee
Milka mulai merasa was-was dan detak jantung nya saling berpacu, rada penasaran dan kwatir menjadi satu. Milka mulai merasa kan ada sesuatu yang tidak baik. Milka menatap satu persatu mulai dari Aurel, Milko dan kedua orang tuanya.
"Milka siap pi mendengar semua pi" nada suara Milka terdengar bergetar, dan tiba-tiba Alexa kembali memeluk erat tubuh nya, sambil bergumam pelan "Putri ku.... Putri...ku"
"Begini Milka beberapa tahun silam, mami mempunyai tiga sahabat, Airin, Niko dan Rian. namun persahabatan mereka rusak karena masalah percintaan mereka yang rumit. hingga akhirnya Arin pergi jauh keluar negeri, karena Rian menikahi sepupu papi Minnie.
Sementara papi berhasil Menikah dengan Mami, sehingga Niko yang sudah lama mencintai dan mempunyai ambisi yang besar terhadap kekayaan keluarga Juang, tiba-tiba sakit hati dan merasa dendam atas penolakan mami" Lee diam sejenak
Milka meremas kedua jemarinya, namun masih fokus pada penjelasan Lee tersebut.
"Lanjutkan Pi, dan apa hubungannya cerita papi tersebut dengan Milka" ucap Milka tidak sabaran
"Lalu saat mami melahirkan anak kembar, Niko saat itu juga melahirkan bayi perempuan, anaknya bersama Cellin. dan...dia memanfaatkan situasi itu dengan menukar salah satu bayi perempuan kami dan anaknya, yaitu Aurel dan kamu Milka" ucap Lee yang ikut merasa khawatir akan reaksi Milka nantinya
"Jadi...Jad....jadi aku bukan anak kandung mami dan papi" tangis Milka pecah, Milko berlari mendekati dan memeluk tubuh Milka yang merosot bersimpuh dilantai
"Tidak sayang... bagaimana pun kamu anak mami dan papi" ucap Alexa menangis
"Iya Milka, kamu adalah saudara perempuan ku sekarang dan untuk selamanya" Aurel ikut menangis karena dia juga merasakan Milka seperti yang pernah dirasakannya dulu.
"Aku hanya anak penjahat....hu...hu... ternyata aku....." Milka tidak sanggup lagi meneruskan kata-katanya, dengan berurai air mata Milka berlari keluar di kegelapan malam