
"Bagaimana hasil penyelidikan kalian" Rian menghubungi orang kepercayaan nya kembali
"Bos kami berhasil menangkap pria bayaran Airin. yang menjebak Nona Alexa malam itu, lengkap dengan bukti yang akurat, serta kasus penjebakan yang pernah dilakukan nya sebelum ini" ucap salah seorang ketua komplotan orang-orang Rian
"Okey, Kerja yang bagus, aku akan memberikan bayaran lebih nanti. tapi sekarang sekap pria itu, aku segera kesana
"Ha..ha...ha...,, Rian tertawa puas setelah memeriksa laporan dan bukti itu.
"Airin nasibmu sudah dalam genggaman ku sekarang" ucap Rian
"Tolong maafkan aku, ampun " seorang pria yang sudah tidak berdaya babak belur dihajar orang-orang Rian
"Hentikan" Rian berteriak
Orang-orang Rian pun menghentikan pukulan mereka dan mundur begitu Rian berjalan mendekati pria itu.
"Kamu bersyukur karena aku masih berbelas kasih melepaskan mu, pergilah jauh dari kota ini, kalau tidak nyawamu yang akan aku buat pergi" ancam Rian mendorong kasar tubuh pria tersebut.
"Terima kasih bos, maafkan kesalahan saya" sambil bersusah payah mencoba untuk bangkit dan berjalan meninggalkan gudang tua tempat dia disekap.
"Tunggu kami belum boleh pergi, sebelum kasus ini selesai. kamu akan aku jadikan saksi nanti jika Alexa berkilah.
"Kalian semua awasi terus pria ini" sambil melangkah pergi meninggalkan tempat itu
Rian mendatangi Airin dan Niko yang tengah bersantai menikmati kemenangan mereka yang telah berhasil menghancurkan hubungan Alexa dengan Rian.
"Hebat.. hebat, kalian telah menang sekarang. tapi hanya sesaat karna aku telah mengantongi ini semua" Rian mengangkat beberapa bukti yang menunjukkan kelicikan mereka
Airin dan Niko langsung terlonjak kaget, dan tidak bisa berkutik. mereka bingung karena Rian berhasil mendapatkan itu semua
Tindakan mereka berdua itu membuat Rian tertawa keras.
"Ternyata cara kalian untuk menjebak kami memang berhasil, tapi otak' bodoh kalian tidak berfungsi sama sekali. kalian pikir aku bodoh dengan memperhatikan bukti yang asli ! perlu kalian ketahui aku masih punya banyak kopinya untuk menyeret kalian berdua" ucap Rian dengan tawa penuh kemenangan
Sementara Niko dan Airin memucat tidak berkutik, mereka berbisik merencanakan untuk kabur. mereka lari memasuki mobil dan melajukan dengan kecepatan tinggi.
Rian mengikuti nya dari belakang, aksi kejar-kejaran pun terjadi.
"Aku harus menghubungi polisi segera, sebelum mereka benar-benar kabur" batin Rian sambil sebelah tangannya menghubungi polisi terdekat.
Niko semakin panik sambil melirik di kaca spion mobil, nampak dibelakang mobil Rian yang mengajar ada juga mobil polisi yang mengikuti, dan dari arah yang berlawanan nampak juga mobil polisi, yang tengah menunggu.
"Gawat kita telah dikepung" teriak Airin panik sambil terus Melirik ke belakang
"Tidak ada pilihan lain kita harus menerobos jalan sempit itu" teriak Niko memutar kemudi namun terlambat ban mobil belakang mereka telah ditembak sehingga oleng menabrak pembatas jalan. Polisi berhasil membekuk kedua nya yang masih terus memberontak dan berusaha untuk melepaskan diri.
Rian berjalan mendekati kedua nya, tersungging senyum kepuasan bibir nya.
"Ingat Rian kamu akan menyesal telah melakukan ini pada ku" teriak Airin sambil bercucuran air mata
Sementara Niko menatap Rian penuh dengan kebencian
"Ciih, lihat Rian aku akan membalas mu" sambil berjalan terseret langkah polisi yang menarik nya masuk kedalam mobil polisi.
"Tuan Anda juga harus ikut kami kekantor untuk laporan ini" ucap komandan polisi
"Baik aku akan mengikuti mobil bapak" ucap Rian melajukan mobilnya kekantor polisi