
Setelah melakukan operasi kesehatan Kakek mulai membaik. Alexa tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk merawat sang Kakek, dia begitu perhatian dan sangat takut kehilangan Kakek nya.
Rian yang tidak ingin kehilangan Alexa untuk yang kedua kalinya, pergi berkunjung ke Amerika untuk membesuk Kakek, dan mencoba mencari perhatian Kakek Alexa agar dia mendapatkan restu nya kembali.
Dengan langkah mantap Rian membawa buket buah segar memasuki ruang perawatan Kakek, nampak Alexa tengah menyuapi semangkuk bubur.
"Selamat sore Kakek, bagaimana dengan kesehatan Kakek sekarang ? Rian masuk dan mengalami tangan Kakek dan melirik Alexa yang ternganga tidak menyangka akan kedatangan Rian.
"Baik" jawab Kakek acuh
"Kek maafkan atas kesalahan ku dulu, dan sekarang aku dan Alexa telah membuka lembaran baru kami lagi kek, aku berjanji akan membahagiakan Alexa selamanya" Rian berusaha meyakinkan Kakek
"Apa kata - kata dan janjimu bisa dipegang " Kakek sudah mulai melunak ketika melihat keseriusan dari wajah Rian, dan tatapan mata Alexa yang seperti masih menyimpan rasa terhadap Rian.
"Ya kek, dan Kakek bisa menghukum ku jika aku tidak menepati janji dan melukai perasaan Alexa" ucap Rian menatap
"Tentu, aku akan menghajar mu dan menghancurkan seluruh perusahaan mu, jika kamu berani menyakiti cucu kesayangan ku kembali" ucap Kakek serius dan menatap lekat wajah Rian
Rian meraba tengkuknya merasa ngeri juga dengan ancaman Kakek, meskipun dia sudah bertekad akan membahagiakan Alexa.
"Bagaimana dengan kedua orang tua mu ? apa mereka merestui hubungan kalian nanti ? ucap Kakek ragu karena begitu banyak imej buruk yang melekat pada cucunya.
"Aku akan meyakinkan mereka kek, karena mereka tahu bahwa kami saling mencintai" Rian melirik Alexa yang dibalas senyuman manis nya.
"Baiklah setelah Kakek sembuh nanti kita bicarakan lagi" ujar Kakek sambil merebahkan kembali tubuhnya, Rian dengan sigap membantu posisi tidur Kakek dan menyelimuti nya.
"Alea aku ingin mengajak mu ke suatu tempat" ujar Rian sambil membimbing hangat tangan Alexa berjalan di lorong koridor Rumah sakit.
"Kemana ? Alexa mengernyitkan kening nya, meski dia tahu Rian sudah lama menetap dan berkuliah di Amerika.
"Kamu ikuti saja aku" ujar Rian memasuki mobil
Tidak perlu waktu lama mobil Rian memasuki sebuah carnaval perayaan menyambut musim semi, acara ini cukup ramai dan meriah, ada berbagai pertunjukkan, tapi yang paling menarik perhatian Alexa adalah pesta kembang api yang begitu besar indah dan cantik. mengingat Kanya pada Lee yang pernah mengajak mengikuti pesta seperti ini. tapi sangat berkesan bagi Alexa meskipun tidak seindah dan semewah ini.
"Alea apa ada yang kau pikirkan ? Rian melihat Alexa tidak seperti dulu lagi. bahkan terlihat kurang senang terhadap sentuhan nya.
"Aku tidak sedang memikirkan apapun" jawab Alexa gugup
"Kamu ingat pada Lee ? Rian tidak Bisa menyembunyikan kegelisahan nya dan rasa cemburu
"Aku memikirkan masalah ku sekarang dan perusahaan Kakek" Alexa tidak yakin dengan ucapan nya sendiri, apa benar dia memikirkan Perusahaan atau malah sebaliknya Lee.
"Aku sudah berjanji akan membantu mu, dan mengungkap dalang dibalik semua itu. dan masalah Perusahaan mu bukan kah semua mengetahui bahwa kamu menjaga dan merawat kakek disini. para investor itu tidak akan menuntut satu bulan yang kamu janjikan itu " Rian mencoba meringankan kekhawatiran Alexa.
"Ya terimakasih Rian" ucap Alexa
Mereka melanjutkan kembali menikmati pesta kembang api itu, dengan perasaan cinta dan rindu setelah sekian lama berpisah.