Love Me Please, L

Love Me Please, L
Mimpi Aurel



"Aurel kamu cantik sekali Nak" tanpa sadar refleks tangan Alexa membelai wajah ayu Aurel


Suara nyaring Milka membuyarkan kehangatan pertemuan mereka itu


"Mi ayo cepetan ! ucap Milka dari dalam mobil


"Iya sayang" ucap Alexa


"Aurel yuk ikut Tante" senyum lembut Alexa mengajak Aurel yang masih terpaku


"Ng... ngak usah Tante, aku bawa mobil sendiri" jawab Aurel


"Begitu ya, Tante duluan saja" Alexa berjalan menuju mobilnya


"Kenapa mata anak anak itu mirip sekali dengan tatapan mata Lee, dan aku merasa kehidupan ku begitu lengkap saat bertemu dengan anak itu"


"Mi ada apa kok melamun" tanya Milko


"Ngak papa sayang" mencoba mengalihkan perhatian kedua sikembarnya yang telah beranjak remaja.


Niko tersenyum senang diruangan kerja, saat mendapatkan informasi dari orang suruhan nya. yang ditugaskan untuk mengintai perkembangan Aurel disekolah, serta pertemuan Aurel dengan Alexa siang tadi.


"Alexa lihat aku telah berhasil membuat anakmu menderita, dan tidak pernah mendapat kasih sayang orang tua nya, sementara anakku Milka sangat kamu manja dan begitu kalian sayangi. kita lihat apa yang akan terjadi dengan anakmu Aurel setelah ini dia akan semakin hancur dan terjerumus dan aku akan membuat anakmu ini akan membencimu dan Lee, dan aku pastikan juga Milka Putri ku akan menguasai semua aset kekayaan keluarga Juang"


Niko tertawa puas dan sangat kencang hingga terdengar sampai ke luar ruangan kerjanya, membuat karyawan dan Asisten pribadi nya menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah dan sikap bos mereka itu yang sering bernanah ubah- ubah.


Aurel menghempaskan tubuhnya disofa empuk yang terletak di tengah-tengah Ruangan Apartemen mewahnya


Tini berjalan mendekati Aurel


Aurel melihat punggung Tini sekilas, wanita paruh baya itu begitu setia dan tabah menghadapi sikap buruknya, yang terkadang kasar dan membentak Tini, dilubuk hatinya yang terdalam sebenarnya Aurel sangat menyayangi pengasuh nya itu, Aurel bersikap seperti itu untuk menutupi kekecewaannya terhadap kedua orang tua nya Niko dan Cellin yang tidak pernah perduli.


Sudah sering Aurel mencoba untuk menemui Niko yang dia tahu adalah papanya, namun Niko selalu berusaha untuk menghindar dari Aurel, dan selalu mengutus sang asisten pribadi nya untuk menemui Aurel.


"Papa....Mama... kenapa kalian tidak pernah menyayangi ku, apa salah Aurel... kenapa kalian tidak menginginkan ku" air mata meleleh membasahi kedua pipinya, hingga tanpa sadar Aurel tertidur begitu saja di sofa dengan seragam sekolah yang masih melekat di tubuhnya


Tini membetulkan posisi tidur Aurel, dan mengunakan bantalan sofa sebagai penyangga kepala nya.


"Aurel sayang kasihan sekali kamu Nak" Membelai sayang rambut bergelombang itu


"Aurel berjalan sendiri ditengah-tengah hutan, tanpa seorang pun yang berada di sana, dia ketakutan sekali ditambah dengan suara binatang hutan yang membuat nya mengatupkan kedua tangan untuk melindungi tubuhnya yang menggigil ketakutan.


Aurel menangis ketakutan dan memanggil kedua orang nya, Mama....,, Papa...tolongin Aurel...hu...hu...hu..,,


"Aurel sayang sini nak, peluk mami.....,,


Aurel mendongakan wajah nya menacari asal suara, dan menatap sosok bayangan seorang wanita cantik, dan itu bukan Cellin tapi Alexa, maminya Milka.


"Tan... Tante ?


"Panggil aku mami sayang dan jangan takut lagi...mami akan selalu bersama mu....,,


Aurel menghambur Ingin memeluk wanita itu, namun bayangan mami Alexa tiba-tiba menghilang..


"Mami...mami jangan tinggalkan Aurel" Aurel terus-menerus memangil bayangan itu hingga dia terbangun dari mimpi itu dengan nafas terengah-engah