Love Me Please, L

Love Me Please, L
Kejaran Media



Lee menidurkan Alexa di jok belakang mobil dan membawanya pulang ke rumah. Lee masuk mengendong Alexa secara sembunyi-sembunyi dan menidurkan dikamar nya, dan melangkah keluar sambil menutup pintu pelan. saat hendak berbalik Lee menabrak tubuh tegap seseorang yang ternyata asisten Yudha.


"Cepat ikuti aku" ujar Asisten Yudha sambil berjalan menuju taman belakang, sebuah pukulan keras melayang di pipi Lee ternyata asisten Yudha begitu marah.


"Lee kamu telah gagal menjalankan tugas mu, aku pernah berpesan untuk selalu berada di samping Nona kami, tapi kenapa kamu malah mengabaikan nya" bentak Asisten Yudha


Lee memegang pipi sebelah kanan nya yang terasa begitu perih, darah keluar dari sudut bibirnya akibat pukulan keras tadi " Maafkan atas kelalaian saya itu Tuan, saya melakukan nya karena mempercayai janji Nona Alexa, bahwa dia akan berubah dan meminta ku mempersiapkan semuanya pekerjaan nya yang tinggal beberapa hari lagi" Lee mencoba menjelaskan


"Itu bukan alasan yang tepat, kamu bisa mencegah nya dan keselamatan Nona Alexa lebih penting dari segalanya" Asisten Yudha masih menatap Lee tajam.


"Maaf kan saya Tuan" hanya kata itu yang mampu terlontar dari mulut Lee


"Pergilah" ucap Asisten Yudha sambil melangkah masuk ke dalam, meninggalkan Lee yang masih berdiri mematung.


Sampai dirumah nampak bibi Uty dan keluarga sedang berkumpul bahagia, Minnie telah berhasil menyewa toko dekat pasar dan memberikan modal pada kedua orang tua nya. untuk digunakan bibi Uty dan pak de berjualan beraneka macam bunga nantinya.


Minnie bergelayut manja dan mengajak Lee duduk ditengah-tengah kebahagiaan mereka " Kak lihat keberhasilan ku " sambi memperlihatkan slip gaji dan bonus yang diberikan bosnya Airin.


Lee hanya tersenyum menanggapi penuturan Minnie, dan minta izin masuk ke dalam kamarnya. sambil menyembunyikan dengan telapak tangan bekas pukulan keras Asisten Yudha di pipinya.


Pagi Harinya, Kakek Juang memegang dadanya yang terasa begitu nyeri


"Alexa cucu ku kenapa kamu belum juga berubah" sambil menangis dan tertunduk lesu, Asisten Yudha juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi. termasuk membungkam media yang tengah memutar keburukan Alexa malam itu, yang tersebar begitu cepat nya atas ulah Airin dan Niko. dan langsung firal di media sosial.


Alexa belum mengetahui kejadian yang menimpa dirinya, dengan berpakaian rapi dia sudah duduk manis di meja sarapan pagi, dan tidak melihat keberadaan sang Asisten dan kakeknya. namun Alexa tidak ambil pusing melanjutkan sarapan nya dan pergi ke kantor nya bersama Lee yang telah menjemputnya.


Sampai di kantor baru Lee bersuara dan menceritakan kejadian semalam, Alexa ternganga tidak percaya dengan penuturan Lee, hingga tiba-tiba keributan di luar kantor yang begitu banyak media yang menerobos masuk mencari keberadaan Alexa.


Alexa jalan mondar-mandir panik, dan menghubungi kakeknya namun tidak ada jawaban " Ayo Lee mikir, apa yang harus kita lakukan sekarang" pekik Alexa panik dan meremas rambutnya


Rian yang ikut menyaksikan berita itu juga panik dan tidak mempercayai berita itu dan akan membantu Alexa mencari dalang dibalik semua nya, meski hati kecil Rian yakin itu perbuatan Airin sepupu Alexa yang selalu iri padanya semenjak kecil.


"Alexa kita harus bisa keluar menghindari mereka dari pintu belakang" ujar Lee


"Oyo cepat Lee" ujar Alexa setuju


Sampai pintu belakang ternyata sudah banyak wartawan yang mengepung, membuat Alexa panik sementara Lee tidak ada disampingnya pergi menyiapkan mobil.


Alexa menutup mukanya melihat kerumunan yang terus mendesak, mengalahkan para Bodyguard dan security, tiba-tiba tangan kokoh yang terasa begitu hangat menarik tangan Alexa berlari menerobos kerumunan itu, dan menaiki mobil yang telah menunggu.


Tanpa pikir panjang Lee melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, dan berhasil menjauh dari tempat itu. perlahan Alexa mengangkat wajahnya melihat pria yang telah menolong nya "ternyata kamu Rian" ucap Alexa seakan tidak percaya


"Ya aku Alexa" ucap Rian tersenyum manis