
Pekerjaan Alexa sudah menunjukkan banyak kemajuan, termasuk kerajinan nya datang tepat waktu setiap harinya, membuat Kakek sangat bangga dengan perkembangan dan perubahan cucu kesayangannya itu.
Tapi yang membuat Kakek kadang kesal Alexa seakan tidak mau lepas dari Lee, terkadang muncul rasa curiga Kakek yang takut Lee hanya memanfaatkan keadaan Alexa saja.
"Pagi Kakek" sapa Alexa cerita duduk. di sofa sebelah kakek
"Pagi nak, apa kamu tidak ke kantor hari ini ?
"Kek boleh kan hari ini Alexa temani Kakek dirumah saja, karena Alexa sadar selama ini Alexa hanya menghabiskan waktu sendiri, dan sudah jarang sekali bersama Kakek" bujuk Alexa memijit pelan bahu kakek
"Baiklah, temani Kakek bersantai sambil memancing ikan di kolam belakang"
"Siap kek" Alexa meminta pelayan menyiapkan peralatan pancing mereka
Alexa berjalan pelan sambil mengandeng tangan sang Kakek yang sudah terlihat lemah, dan sangat mudah sekali capek.
"Sebentar kek, Alexa ambil kursi roda dulu ya" tidak tega melihat Kakek yang nampak mulai kelelahan
Mereka duduk dikorsi taman sambil menunggu pelayan datang mengantarkan korsi roda Kakek.
"Kakek terus sehat ya dan jangan tinggalkan Alexa" kalimat itu terlontar Begitu saja dari mulut Alexa.
"Alexa harapan terbesarKakek hanya ingin melihat mu bahagia, dan seseorang yang melindungi mu dan mencintai mu tulus" ucap Kakek menatap Alexa lekat
"Kakek Alexa sangat bahagia sekarang, karena bersama Kakek dan Lee yang selalu ada untuk Alexa"
"Apa kamu sangat mencintainya" tanya Kakek
"Sangat kek" Alexa tersenyum membayangkan wajah Lee
Tidak lama pelayan datang mengantarkan korsi roda Kakek, Alexa dengan sangat hati-hati membantu mendudukkannya, dan mendorong pelan menuju kolam belakang.
Terpancar kebahagiaan dari wajah keriput sang Kakek, bisa menghabiskan waktu bersama, dan melepaskan hobi memancing nya.
"Cepat tarik kek" ucap Alexa yang juga ikut membantu menarik pancingan Kakek saat melihat tali pancingan Kakek dan umpan nya terlihat dimakan ikan.
Pelayan dengan sigap melepaskan ikan dari pengait pancingan Kakek, dan melemparkannya kembali ke kolam,.
"Lari yang kencang ikan, sebelum kami menangkap mu kembali" teriak Alexa
Satu jam berlalu mereka menghabiskan waktu, Alexa melirik Kakek yang mulai kedinginan, Alexa memasang shall di leher Kakek sambil memperbaiki pakaian hangat Kakek.
"Kakek sebaiknya kita kembali kerumah ya" bujuk Alexa
Tiba-tiba kepala Kakek tertunduk, dan sudah tidak sadar kan diri. membuat Alexa kelimpungan dan panik. air matanya lolos Sempurna.
"Bangun kek.... hu... hu... Kakek, jangan seperti ini kek. Alexa takut"
Terus menangis memeluk Kakek, sementara para pelayan dan asisten Yudha sibuk menyiapkan mobil untuk membawa Kakek pergi kerumah sakit.
Tangis Alexa tidak pernah berhenti sepanjang koridor Rumah sakit besar itu.
"Stopp sampai di sini, kalian belum boleh masuk sebelum dokter selesai melakukan pemeriksaan" seorang perawat mencegat langsung kaki Alexa yang seakan tidak mau terpisah dari kakeknya
"Nona sebaiknya kita tunggu saja diruangan ini" asisten Yudha mengajak Alexa berjalan ke korsi Ruangan tunggu
"Sebenarnya apa yang terjadi pada Kakek selama ini, yang tidak aku ketahui" tanya Alexa pada Asisten setia Kakek
"Dia sakit Nona, namun dia selalu berusaha untuk tidak menunjukkan nya jika dihadapkan mu, dia seolah-olah terlihat biasa dan sangat sehat" jawab Yudha yang selalu bersama Kakek.
"Maafkan aku kek,, maafkan cucumu ini, aku berjanji jika Kakek sembuh akan melakukan apapun keinginan Kakek"
Hari ini Lee menghabiskan waktu di toko bunga atas permintaan Alexa, yang memberinya libur satu hari ini. karena Alexa berkata Ingin menghabiskan waktu seharian bersama kakeknya.
Perasaan Lee tiba-tiba gelisah dan cemas tanpa sebab, pikiran nya terus tertuju pada Alexa, tapi Lee mengurungkan keinginan nya untuk tidak menghubungi Alexa untuk hari ini.
Lagian tiga hari lagi acara pernikahan mewah Minnie dan Rian akan digelar, sedikit banyak Lee juga sibuk membantu Bi Uty dan Minnie.