Love Me Please, L

Love Me Please, L
Rencana Pertunangan Alexa



Minnie ditemani Bi Uty berjalan begitu tergesa-gesa menelusuri pelataran Rumah sakit.


"Semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk pada Lee" ucap by Uty mengedarkan pandangannya mencari-cari kamar tempat Lee dirawat.


"Ibu Ini kamar kak Lee, sebaiknya kita segera masuk" Minnie menarik tangan ibunya


Minnie bersama ibunya tak kuasa menahan tangis nya, melihat kondisi fisik Lee yang terdapat begitu banyak luka lebam bekas pukulan, dengan kondisi yang masih belum sadar.


"Kasihan sekali kamu nak ! bibi Uty mengusap-usap pelan rambut Lee penuh kasih sayang seorang ibu


"Semua ini gara-gara Alexa Bu, kak Lee selalu mendapatkan masalah semenjak mengenal gadis manja itu" Minnie mengusap kasar air mata nya.


"Kita tidak boleh menyalahkan seseorang tanpa bukti yang jelas nak, sekarang kita berdoa saja semoga Lee cepat bisa melewati masa kritis nya"


Bi Uty duduk di korsi sebelah Lee tidur, sementara Minnie pergi ke apotek untuk menebus obat Lee, setelah itu Minnie berjalan ke meja bagian administrasi guna melengkapi data dan masalah biaya pengobatan Lee yang cukup terbilang mahal mengingat Lee sekarang dirawat di salah satu Rumah Sakit terbesar.


Alexa sudah sadar kan diri, melirik ke sebelah nya nampak Kakek berdiri bersama asisten Yudha, serta Rian dengan wajah cemas nya mengusap-usap pelan rambut Alexa.


Alexa melihat ke sekeliling ruangan Rumah sakit, mencari-cari keberadaan pujaan hatinya Lee,


"Dimana Lee ?? mengerutkan keningnya menatap Rian


Rian mengangkat kedua bahunya sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak tahu Alexa, aku langsung menuju ke sini sewaktu polisi datang menghubungi ku"


"Alexa sudah berkali-kali Kakek katakan jangan pernah kamu bertemu dan menghubungi lelaki itu, tapi kamu selalu keras kepala dan kabur meninggalkan Rian begitu saja, dan lihat sekarang hasil nya kamu terluka" Kakek meninggi kan suaranya


"Kakek semua ini bukan karena Lee" Alexa melirik Rian sekilas, dia yakin Rian pasti sudah mengatakan sesuatu yang buruk mengenai Lee pada Kakek nya.


"Pokoknya Kakek tidak mau tahu lagi, Kakek dan Rian telah memutuskan Minggu depan pertunangan kalian" setelah berbicara kakek memberi bahasa isyarat dengan tangannya bahwa dia tidak mau mendengarkan penjelasan Alexa Lagi.


"Tidak aku tidak mau pulang, sebelum memastikan kondisi Lee dan bertemu dengan nya" bentak Alexa


Rian yang sudah mendapatkan izin dari Kakek mengendong tubuh Alexa, berjalan meninggalkan lokasi Rumah sakit, Alexa meronta-ronta dan memukul punggung Rian, tapi tidak satupun menghiraukan pemberontakan Alexa itu.


Rian memasukkan Alexa kekamar nya dan mengunci pintu kamar dari luar, semua itu atas izin Kakek yang tidak ingin Alexa membuat ulah lagi.


Dirumah sakit Lee perlahan membuka mata, orang pertama yang dilihat nya adalah Bi Uty yang tersenyum sambil mengusap kepala Lee.


"Syukurlah Lee Akirnya kamu sadar, bibi sangat cemas sekali" ucap Bi Uty


"Kita dimana bi ? melihat sekeliling ruangan bercat serba putih itu


"Dirumah sakit nak" menatap kondisi Lee dengan perasaan iba


Lee mengingat kejadian kemaren sambil meringis menahan perasaan perih dan ngilu pada tubuhnya.


"Dimana Alexa Bi ?


Minnie yang berdiri di samping ibunya melongos kasar, mendengar pertanyaan Lee yang membuat hatinya jengkel dan marah


"Untuk apa kak Lee masih memikirkan wanita brengxxxx itu, sementara dia sekarang telah bersenang-senang untuk mempersiapkan pertunangan nya yang tinggal menghitung hari" Minnie terus menyerocos karena tidak bisa mengendalikan emosi


"Apa Alexa akan bertunangan" tanya Lee yang seakan tidak percaya pada ucapan Minnie


"Ya kak kalau kak Lee tidak percaya, coba cek berita terkini, atau infotaimen yang terus membahas berita rencana pertunangan mereka"


"Tidak perlu, aku percaya berita itu dan berharap semoga Nona Alexa bahagia dengan pilihan nya" ucap Lee sambil menahan perih dihatinya