Love Me Please, L

Love Me Please, L
Percintaan Rian



Hari demi hari terus berlalu dijalani Alexa dengan penuh kehampaan, Begitu pun dengan Lee, yang merasakan separuh jiwanya pergi tanpa ada Alexa disampingnya


Rian membanting kasar pintu mobilnya berlalu meninggalkan Rumah besar Alexa, Rian sangat emosi karena selalu melayani dan menghadapi sikap dan wajah jutek Alexa setiap Rian menemui nya, tidak ada lagi kemesraan dan kemanjaan yang seperti dulu.


Rian membelokkan mobilnya kembali menuju Club Malam, tempat yang sudah lama tidak didatanginya lagi, namun rasa kecewa dan kegalauan hati menenun arah langkah kaki Rian, untuk memasuki tempat ini dan memesan minuman dengan jumlah banyak.


Rian begitu kesepian dan meneguk terus minuman nya yang sudah gelas keberapa, yang penting baginya saat ini bisa mengusir bayangan wajah cantik Alexa. tanpa sadar tangan Rian menghubungi No ponsel Minnie yang didapatkan nya setelah kedekatan yang terjalin Tempo hari.


Hari ini Minnie terpaksa pulang kerja agak malam, karena banyak nya pekerjaan yang menumpuk, terpaksa Minnie harus lembur. ,Minnie merogoh tas kecilnya begitu mendengar dering ponsel, tersungging senyum di bibir indahnya ketika melihat nama Rian yang terpampang di layar ponselnya.


"Hallo mas Rian " sapa Minnie penuh semangat


"Minnie temani aku sekarang di Club xx, saat ini aku butuh teman banget" nada suara Rian terdengar berat.


"Okey baiklah mas, tunggu kedatangan Minnie" Minnie langsung menaiki taksi Online yang sudah dipesan nya, dan membatalkan niatnya untuk pulang kerumah.


Minnie memperbaiki sedikit penampilan nya, dan melangkah masuk menuju Ruangan yang telah mempertemukan mereka dulunya. Tersungging senyum diwajah Minnie melihat Rian, yang juga memandang ke arah nya.


"Mas Rian cukup minum nya, ini tidak baik" Minnie berusaha mencegah Rian


Yang ditanggapi dengan seringai sambil menceracau tidak jelas, tangan Rian menarik tubuh Minnie kedalam dekapannya, dan kembali merampas Ciuman dari bibir Minnie. tangan Rian terus bermain dan menggerayangi tubuhnya.


"Jangan mas" Minnie berusaha lepas dari delapan Rian yang semakin teller, dan tiba-tiba tidak sadar kan diri, Minnie kelimpungan bingung sendiri.


"Mas Rian pingsan bagaimana ini" sambil menatap wajah tampan itu, yang telah membuat Minnie kembali jatuh cinta dan melupakan perasaan nya kepada Lee.


Minnie merogoh saku celana Rian, mencari keberadaan ponsel Rian untuk menghubungi keluarga nya. namun kembali membatalkan niat, mengingat perasaan mereka nanti jika melihat kondisi Rian yang seperti ini.


Seorang penjaga keamanan Club mendatangi Minnie dan menawarkan penginapan khusus yang telah mereka sediakan.


"Baiklah aku setuju, dan bantu aku memapah lelaki ini" ucap Minnie


Mereka menidurkan Rian di kamar yang cukup terbilang mewah dan besar.


"Nona kami permisi dulu"


"Terima kasih atas bantuan nya" Minnie menutup pintu dan mendekati Rian yang masih tertidur.


Minnie menatap wajah Rian "Mas aku kembali pulang dulu ya" melihat Rian yang masih tertidur Minnie berniat mencium pelan keningnya dan berdiri beranjak hendak pergi.


Minnie terkaget saat tangan panjang Rian menarik tubuhnya kembali dan terjatuh menindih tubuh atletis Rian


"Jangan pergi Alexa, jangan tinggalkan aku" nampak air mata mengalir di sudut mata Rian yang belum terbuka sempurna


"Mas Rian aku bukan Alexa tapi Minnie" sambil berusaha untuk lepas


Rian dengan sigap membalikkan posisi mereka, sehingga Minnie berada dibawah tubuhnya, Rian kembali menciumi Minnie dan membuka paksa pakaian nya.


Minnie yang belum pernah mendapat kan sentuhan itu, berusaha menahan desahan demi desahan dan mengumpulkan kesadarannya. namun usaha Minnie gagal dia sudah terperangkap dengan perasaan cinta nya yang menggebu dan rasa nikmat bercinta yang baru pertama kali Minnie rasakan.


Malam itu Rian telah berhasil mendapatkan tubuh Minnie, dan mereka tertidur sambil berpelukan dan tenaga yang sudah terkuras.