
Alexa terbangun dari tidur nya, melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah sebelas pagi menjelang siang, Alexa mengusap perut nya yang sangat terasa lapar. dengan langkah gontai Alexa menyeret langkah kakinya menuju dapur, suasana Rumah sangat sepi, tidak ada Lee mapun yang lainnya. Alexa mencari makanan yang tersimpan di meja makan kecil itu. dan menemukan sayuran dan tempe bacem sedikit lauk.
"Makanan apa ini ? melongos kasar dan mengambil piring dan sedikit nasi dan sayuran, mulai menyendok secara perlahan. Alexa membulatkan matanya "enak" kata yang terlontar dan melanjutkan makannya dengan lahap.
Setelah mengantar Minnie Lee singgah dulu ditempat kerja pak de, meminta satu mobil box untuk bersiap bekerja seperti dulu lagi. tentu majikan nya yang dulu menyetujui karena usaha nya itu telah diambil alih keluarga juang dengan keuntungan yang berlipat, dan sepengetahuan Lee. Kakek telah menyerahkan atas nama Lee sebagai kepala pengelola nya.
Sampai dirumah Lee menuju kamar namun kosong " mana Alexa?? Lee cemas dan berlari keluar, menuju kamar Minnie namun kosong, terekir teras belakang tetap sama. Lee mengusap wajahnya kasar.
"Prraakknngg.....,, terdengar suara benda jatuh dari arah dapur, Lee berlari menuju asal suara, nampak Alexa tengah berjongkok membersihkan pecah dan kaca bekas makannya, Alexa yang terbiasa manja dan selalu dilayani tidak bisa mengumpulkan beling dengan baik, sehingga tangan mulusnya terluka.
Lee yang melihat langsung panik, dan membersihkan darah yang menetes dari tangan Alexa. dan mengobati nya mengunakan p3k yang tersedia dipojok ruangan.
Alexa merasa sedikit tersentuh dengan perhatian Lee, namun kembali bersikap angkuh karena merasa itu memang tugas Lee selaku Asisten pribadinya.
"Aku gerah pengen mandi serta ganti pakaian yang sedari kemaren" rengek Alexa
"Okey baiklah, kamu bisa memakai pakaian Minnie yang seukuran dengan tubuhmu" bujuk Lee mengajak Alexa memilih pakaian Minnie.
"Minnie anaknya bibi Uty pemilik Rumah ini, yang sudah kuanggap seperti saudara sendiri, aku mengenal mereka semenjak kecil dan tumbuh bersama seperti saudara, hingga kami berpisah bibi Uty terlebih dahulu menetap tinggal di kota ini, namun nasib baik berpihak pada ku. sehingga kami dipertemukan lagi dikota ini" ucap Lee
"Lalu bagaimana dengan keluarganya mu" Alexa mulai membuka hati untuk Lee dan mengenal lebih jauh mengenai dirinya.
"Aku telah lama yatim piatu, dan inilah keluarga ku sekarang" ujar Lee menerawang. berjalan menuju sofa kecil diruangan itu.
Alexa mengikuti langkah Lee, duduk disebelah nya " kita sama lee, aku juga yatim piatu, namun aku senang dan bersyukur karena masih ada kakek yang menyayangi aku dengan tulus" sambil mengusap air matanya sedih dan merindukan Kakek nya.
"Ya Alexa kamu wanita yang beruntung, dan bahagia kanlah Kakek mu sebelum terlambat" ucap lee melangkah meninggalkan Alexa yang bersiap untuk mandi.
Alexa terus teringat kata-kata Lee " Baiklah aku akan mencoba berubah demi Kakek" ucap nya kembali bersemangat.
Sudah satu Minggu berlalu, bibi Uty sangat menyayangi Alexa yang sudah mulai berubah, dimulai dengan hal kecil seperti membersihkan kamar tidur nya, membantu mengiris sayuran, dan sikap kasar dan angkuh nya juga sudah mulai berkurang. dia juga menyukai menanam bunga di taman belakang yang kecil itu. Kakek yang mendengar informasi dari Lee sangat senang mendengar perubahan sikap cucunya kesayangannya itu.
Airin semakin kesal karena belum mengetahui keberadaan Alexa saat ini, termasuk Asisten tampan Lee, karena dia sangat yakin Lee akan tertarik dengan pesona nya seperti Rian dulunya. dan menyaksikan kembali patah hati Alexa sehingga merubah pribadi nya.