Love Me Please, L

Love Me Please, L
Pertemuan Airin dan Rian



Sebulan di Amerika Kakek sudah dinyatakan sembuh, mereka sangat senang sekali terutama Kakek yang telah mengatur rencana besar untuk pernikahan Alexa dan Rian, setelah kepulangan mereka kembali ke Indonesia


Kakek disambut kolega bisnis dan kerabat yang berkunjung ke Rumah, dan sedikit acara syukuran menyambut kedatangan Kakek dan kesembuhan nya.


Makan malam besar pun disiapkan dengan mendatangkan para koki ternama, meski banyak diantara tamu Kakek yang menanyakan keberadaan Lee, dengan masakan terenaknya yang susah mereka lupakan.


Rian dengan bangga selalu menemani dan duduk disebelah Alexa, dia tidak menyadari bahwa Airin dan Niko baru sampai di rumah Alexa. dengan mata membulat mereka menatap Rian seakan tidak percaya dengan penglihatan nya.


Arin berjalan mendekati Rian "Hey sayang apa kabar ? ucap nya sambil tersenyum menyembunyikan luka hati ditinggalkan Rian begitu saja disaat tengah mulai mengandung anak Rian


Rian kaget refleks dia mengelak saat Airin mengulurkan tangan yang diikuti Niko ingin berjabat tangan.


"Kenapa sayang kamu kaget ya melihat ku ? Airin mendekat kan mulut nya ke telinga Rian seperti berbisik


"Untuk apa aku kaget melihat kalian, terutama kamu wanita ular pasti selalu berada dimana-mana" ujar Rian sambil mencoba mengendalikan emosi nya


Airin kembali tersenyum dan tertawa lepas. dan kembali mengontrol dirinya saat beberapa orang menoleh dan menatap aneh pada nya.


"Oya kamu mengatakan aku wanita ular ? berarti kita tidak jauh berbeda Rian, kamu pernah menikmati tubuh wanita ular itu bahkan..." Airin menggantung kata katanya.


"Bahkan... apa ? Alexa ikut bersuara karena tidak tahan lagi dengan tingkah Airin


Airin dan Niko berlalu pergi menemui Kakek tanpa menjawab pertanyaan Alexa, dan merasa puas melihat wajah penasaran yang terpancar dari wajah Alexa dan Rian.


Setelah semua tamu Sudah banyak yang pulang, dan acara syukuran Kakek selesai, Alexa mengajak Kakek untuk istrahat dikamar. melihat Kakek sudah tertidur dengan pulas, Alexa menutup pintu pelan dan berjalan ke balkon Rumah menikmati cahaya bulan.


Sementara Rian mengikuti mobil Airin mencari tahu kebusukan nya, dan alasan mengapa mereka menjebak dirinya dan juga Alexa. Airin yang mengetahui bahwa Rian mengikuti nya membelokkan mobil ketepi jalan dan keluar dari mobil


Rian menepikan mobilnya dan mendekati Airin "Apa tujuan mu menjebak kami ? Rian langsung memberikan pertanyaan tanpa basa-basi lagi


"Singkirkan tangan kotor mu itu" bentak Rian


"Okey, tapi perlu kamu ketahui bahwa rasa cinta dan sayang ku terhadap mu tidak berubah, dan itu sudah cukup menjadi alasan mengapa aku melakukan semua itu" ucap Airin


"Kamu itu wanita gila Airin" Rian sudah tersulut emosinya


"Ha...ha.ha...aku memang gila, dan tergila-gila pada cinta mu" Airin kembali tertawa tidak memperdulikan sekitar nya lagi.


"Sebentar lagi aku akan membongkar kebusukan mu dan Niko. nikmatilah penjara tempat kamu melanjutkan kegilaan mu itu" Rian memegang keras dagu Airin dengan tatapan mata penuh kebencian


"Lakukan saja Rian, tapi ingat masa depan cinta kalian ada dalam genggaman ku" Airin kembali menyeringai


"Apa maksud mu ??? Rian memperkuat cengkraman pada wajah Airin


Airin menangkis kuat tangan Rian hingga terlepas " apa kamu lupa apa yang kita lakukan malam itu, sudah berapa kali kamu melakukan pelepasan dirahimku ini" Airin menunjuk perut dibawah pusarnya


"Rian benih mu tumbuh sempurna dalam rahim ku, tapi kamu terlalu cepat menghilang hingga tidak sempat bagiku memberi tahu mu" ujar Airin melemah dan mengusap air mata yang membanjiri wajahnya


Rian tertawa seakan mencemooh Airin " apa kamu yakin mengandung anak ku ? tidak percaya penuturan Airin


"Perlu kamu ingat kembali Rian saat itu aku masih perawan, dan perhatikan ini Airin membuka wallpaper ponsel nya terpampang foto seorang gadis cantik yang sangat mirip dengan Rian" Airin kembali tersenyum melihat wajah syok dan terkejut Rian itu


"Aku tidak percaya, kamu pasti berbohong dan ingin menjebak kami kembali" Rian menggelengkan kepalanya tidak percaya


"Kita bisa melakukan tes DNA-nya" ucap Airin


"Tidak aku tidak mau dan tidak akan pernah mengakuinya" bentak Rian