
"Minum teh mu" perintah Lee
Alexa yang kehausan dan lapar, tanpa basa-basi langsung meminum teh yang masih panas itu "Aaaww panas" Alexa menaruh nya kembali
Lee mengambil cangkir teh itu dan meniup - niupkan, dan meminum Kanya pada Alexa " bagaimana apa masih panas ? tanya Lee
Alexa tersenyum karena hampir menghabiskan setengah air teh itu, dan mengambil nya dari tangan Lee.
"Apa kamu sudah makan malam ? Lee melihat Alexa masih lemas
"Belum" Alexa menggelengkan kepalanya
"Kamu mau aku ajak makan pecel ayam dipinggiran jalan itu" tunjuk Lee
"Mau, karena aku yakin rasanya pasti enak, seperti kita makan sosis telur gulung tepi pasar dulu" ucap Alexa antusias
"Tapi aku tidak punya uang Lee" Alexa memasang wajah imutnya
"Ayok kita kesana sekarang, kamu tunggu disini aku beritahu bibi dulu" Lee masuk ke dalam
Lee mengeluarkan sebuah motor dari bagasi Rumah "pakai ini " menyerah kan satu helm pada Alexa. dan membantu memasang kan nya.
Alexa memeluk erat Lee dari belakang, melepaskan segala kegundahan hatinya, malam itu benar-benar indah, seindah cahaya bulan dan bintang yang saling memancarkan cahaya terang.
Lee mengelus lembut tangan Alexa yang melingkar erat di pinggang nya "kamu senang Alexa ? ucap Lee
"Senang sekali Lee, ini pengalaman pertama ku naik motor malam hari sambil melihat bintang yang indah" Alexa berdiri dan kedua tangannya berpegangan pada bahu Lee
"Alexa tentang kan tangan mu, dan kamu akan merasakan terbang di awan, lepaskan semua beban pikiran mu" ucap Lee sambil mengurangi kecepatan motor nya.
Alexa mencoba yang diperintahkan Lee itu "Benar Lee aku merasa terbang dan ini sangat menyenangkan sekali" senyum bahagia tidak lepas dari bibir mungil Alexa.
Lee menepikan motor nya disebuah lesehan yang menjual pecel ayam, Alexa makan dengan lahap nya, karena memang dia belum makan sedari siang. dan tenaga nya juga sudah terkuras. menangis dan berjalan ke tempat Lee.
"makanan nya ditambah lagi Alexa ?
"Tidak Lee, aku sudah kekenyangan banget" sambil mengusap perut nya.
Seorang pengamen jalanan masuk dan menyumbang kan lagu andalan mereka, Lee menawarkan diri dan meminjam gitar mereka. Alexa membulatkan matanya ragu dengan suara Lee ditambah lagi disini banyak orang.
Ku lepas semua yang ku inginkan....
Tak akan ku ulangi.....
Maaf kan jika kau ku sayangi...
Dan biarkan ku bermimpi...
Tak kan lelah ...aku bermimpi
Takan hilang cinta ku ini
Hingga saat kau tak kembali....
Kan ku kenang dihari saja....
Kau telah tinggal kan hati yang terdalam....
Hingga tiada cinta yang lain di hati....
Alexa terpesona dengan suara merdu Lee, dan tepuk tangan yang meriah dari para pengunjung disana.
"Lee suara mu bagus sekali" puji Alexa sambil menatap wajah Lee
"Hanya itu saja ? padahal aku mempersembahkan lagu itu khusus buat mu Alexa" ucap Lee
Alexa tercekat dan merasa bergetar dengan pangkuan Lee, mulutnya tidak mampu mengeluarkan suara, hanya mampu memandang jemari tangan nya diremas dengan hangat oleh Lee.
"Alexa sekarang sudah malam aku antarkan kamu pulang ya " ajak Lee
Alexa hanya mengangguk setuju dan kembali merebahkan kepalanya di punggung Lee "aku bingung memilih sekarang, siapa yang aku cintai. dan akan menjadi suamiku, aku merasa begitu nyaman dan bahagia jika bersama Lee. kesederhanaan nya dan ketulusan. dan rasa ini belum pernah ku rasakan jika bersama Rian.
"Alexa kita telah sampai" Lee menggoyang kan punggnya mengira Alexa sudah tertidur
Alexa mendonggakkan kepala nya, motor Lee telah berdiri didepan gerbang utama, Alexa turun dan memberi perintah agar security keamanan Rumah membuka pintu gerbang, karena sebelumnya mereka tidak mengenali Lee maupun Alexa yang memakai helm dan motor biasa saja.
Lee masuk dan mengantarkan Alexa sampai teras Rumah besar itu, nampak mobil Rian sudah terparkir bersebelahan dengan mobil Alexa. Rian yang gusar langsung berdiri dari duduknya, begitu melihat Alexa turun dari motor butut bersama Lee yang membantu melepaskan helm dikepala Alexa.