
Alexa duduk dengan angkuh menyilang kan kakinya diteras Rumah yang sederhana itu. sambil menunggu Lee, sesekali memperhatikan sekelilingnya pemandangan yang sejuk dan indah, dia merasa seperti
bermimpi bisa sampai dirumah yang menurutnya tidak layak huni itu.
Lee melangkah ke luar dan duduk disebelah Alexa dengan santai nya, sambil menenteng segelas kopi panas dan gorenan pisang, ala masakan kampung. aroma sampho berbaur dengan farfum Lee yang tercium begitu segar, membuat Alexa tanpa sadar menikmati aroma itu, namun kembali dia menguasai dirinya.
"Cepat jelas kan bagaimana kamu berhasil menculik ku dan membawa ketempat seperti ini" ujar Alexa
"Mulai sekarang kamu harus tinggal bersamaku disini , ini permintaan Kakek dan juga demi keselamatan mu" ujar Lee sambil menikmati kopi panasnya
"Tidak mungkin, kamu pasti bohong" ucap Alexa menatap tajam ke arah Lee, sehingga membuat Lee tersedak dengan kopi panas itu.
"Terserah kamu Nona percaya atau tidak ? kamu bisa menghubungi Kakek atau Asisten Yudha" Lee menjawab dengan santai nya
"Cepat ambilkan ponselku" perintah Alexa sambil melirik goreng di meja dia penasaran dengan rasanya, tapi merasa gengsi untuk mencicipinya, sementara Lee tidak menawarinya sedikitpun.
Lee melangkah kembali ke dalam, Alexa mengintip Lee dan perlahan mencicipi kopi dan gorenan pisang itu, rasanya begitu lezat dan gurih, hingga Alexa menghabiskan semua nya, Lee menghentikan langkahnya Yang hendak keluar dan bersembunyi di balik pintu sambil tersenyum melihat tingkah Alexa.
"Mmmhheemm" Lee duduk kembali di samping Alexa yang kalang kabut mengusap mulut nya yang penuh. Lee tidak tahan dan tertawa lepas meli kedua pipi Alexa yang penuh, dan segera dia mengambil kan segelas air putih untuk Alexa karena kopi hitam buatan Lee juga sudah dihabiskan Alexa.
Muka Alexa memerah menahan malu, tapi bisa apa dia sudah kepergok Lee, dengan segera dia menyambar minuman itu dan meneguknya hingga habis. setelah merasa nyaman kembali Alexa menatap tajam Lee
Lee tidak menanggapi ocehan Alexa "mulai sekarang ini ponsel mu" sambil menyerahkan ponsel jadul pada Alexa
Membuat Alexa marah dan langsung membantingnya " apa apaan kamu dengan memberikan benda tidak berguna itu" bentak Alexa geram
Lee kembali mengambil ponsel yang dibanting Alexa itu "sekarang bicaralah dengan Asisten Kakek mu" ujar Lee yang telah menyambungkan panggilan Alexa dengan Asisten Yudha.
"Hallo Om Asisten, mana Kakek ku" tanya Alexa tidak sabaran
"Nona saat ini Kakek tengah istrahat, dan tidak boleh diganggu menurut perintah dokter yang menangani" ucap Asisten Yudha
"Cepat jelaskan apa maksud nya aku harus tinggal bersama lelaki bodoh ini" sambil melirik Lee yang tengah asik memainkan jemarinya.
"Nona Anda tidak mengingat kejadian malam itu, Anda telah dijebak dalam keadaan mabuk, dan Anda juga telah menghilangkan nyawa seseorang, Lee berhasil datang dan menyelamatkan Anda dari kejaran anak buah mereka. sekarang pihak kepolisian sedang mencari cari Anda sebagai buronan. semua barang-barang termasuk ponsel Nona telah Kami amankan agar mereka tidak akan melacak keberadaan Nona. jadi sementara waktu Segala fasilitas dalam bentuk apapun terpaksa kami hentikan. jadi untuk sementara mohon kerjasama nya, dan juga demi Kakek" ucap Asisten Yudha sambil menahan senyum bersama Kakek.
Alexa tertunduk lesu, sambil menyeka air matanya " lalu bagaimana keadaan Kakek sekarang ? tanya Alexa kembali melanjutkan percakapan telepon mereka.
"Kondisi Kakek stabil, karena kami berhasil membungkam media dan mengamankan Kakek dari informasi yang beredar di luaran.
"Okey baiklah, untuk sementara waktu aku mematuhi perintah kalian" ucap Alexa memutuskan panggilan.