
Rian mengajak Minnie menemui kedua orang tua nya, Rian telah siap dengan segala resiko dan kemarahan yang ditunjukkan oleh keluarga nya nanti, karena merasa Rian telah mempermainkan kedua belah keluarga besar mereka, termasuk beberapa media yang sudah meliput berita rencana pernikahan termegah yang tinggal beberapa hari lagi.
Rian menggenggam tangan Minnie erat, sambil melangkah masuk ke dalam Rumah besar itu, Mama dan papa Rian tengah asyik bermain dengan Clara. segera menoleh kebelakang, ketika mendengar langkah kaki berjalan mendet.
Raut wajah mereka bertiga langsung berubah, karena semula mereka mengira bahwa yang datang itu Alexa bersama Rian, tapi ternyata sekarang dengan wanita yang berbeda dengan penampilan yang sederhana.
"Malam ma, pa" sapa Rian yang diikuti Minnie, yang tiba-tiba menunduk gemetar melihat tatapan tajam mata kedua orang tua Rian.
"Siapa gadis ini Rian, dan lelucon serta kejutan apa lagi yang akan kamu pertunjukan kepada kami, setelah membawa Clara kesini secara tiba-tiba dulu" terdengar suara Mama yang mulai meninggi.
"Maafkan Rian sebelumnya ma, tapi Rian telah memutuskan untuk bersama Minnie dan tolong restui kami" Rian terus mempererat pegangan tangan nya, karena merasa tangan Minnie yang berkeringat dingin.
"Apa ????
Mama tersenyum sinis, seakan tidak percaya dengan apa yang terlontar dari bibir anaknya itu.
"Rian baru kemaren kamu masih bersama Alexa, dan tidak pernah mengatakan bahwa ada perempuan lain diantara kalian, dan sekarang kamu membawa wanita ini dan meminta restu kami" ucap Mama masih syok, sementara papa lebih memilih diam.
"Bagaimana ini pa ? Mama pusing dengan sikap anak mu itu" Mama pergi berlalu menuju kamar sambil mengendong Clara, sekalian menghempaskan kasar pintu, membuat Minnie terlonjak kaget.
"Ajak gadis itu duduk di sini Rian" ucap papa dengan tenang
"Ayok Minnie silahkan duduk" Rian menarik lengan Minnie untuk duduk disebelahnya
"Semua ini berawal dari kesalahan Rian pa, Rian begitu memaksakan kehendak untuk bisa menikahi Alexa, padahal Alexa tidak mencintai Rian lagi pa, dia mencintai lelaki lain. Rian frustasi menerima kenyataan itu, dan secara tidak sadar Rian telah menodai Minnie pa" ucap Rian
"Brengxxxx kamu Rian, papa kecewa dengan sikap buruk mu itu. setiap ada masalah selalu melampiaskan nya pada minuman, lihatlah kejadian ini terulang lagi, apa kamu ingin anakmu terlahir kembali dengan status anak diluar pernikahan" ucap papa sangat emosi sehingga air dalam gelas bekas minuman Clara yang tinggal separuh melayang sempurna di wajah Rian.
"Maaf kan Rian pa" menangis bersimpuh di kaki papa
"Maaf, kata itu yang terus kamu lontarkan jika melakukan kesalahan, tapi tidak pernah merubahnya"
"Rian janji akan merubahnya pa, papa bisa pegang kata kata Rian"
"Okey baiklah, papa merestui kalian dan hentikan kebiasaan burukmu itu, karena papa tidak ingin mempunyai cucu yang terlahir dari hubungan diluar ikatan sakralnya pernikahan dimata agama"
"Terimakasih pa" ucap keduanya
Tapi bagaimana dengan mama, pa ? tanya Rian ragu
"Pa akan coba memberi pengertian secara perlahan-lahan nantinya" jawab papa bijak
Rian Akirnya mengantarkan Minnie kembali pulang, meskipun disambut dengan tampang datar Bi Uty yang terlihat kurang menyukai Rian, dekat dengan anak gadis nya.