
Pesta pernikahan Alexa dan Rey sengaja diadakan di pulau Bali, tepat nya di sebuah Resort terkenal dan mewah, mereka sengaja mengunakan tema pesta Aoutdoor. dengan nuansa serba putih yang melambangkan kesucian janji pernikahan mereka berdua
senyum kebahagiaan tidak pernah luput dari kedua belah mempelai, termasuk para tamu undangan yang seakan ikut terhanyut dalam kehangatan dan keromantisan yang mereka tunjukkan.
Minnie dan Rian tersenyum melihat pasangan itu sambil mengendong Clara.
"Mas Rian aku sangat senang melihat kak Lee telah menikah dengan orang yang sangat dia cintai. aku berharap pernikahan mereka langgeng sampai maut memisahkan, begitupun dengan kita" memeluk lengan Rian dari samping
"Ya Minnie, aku juga berharap demikian"
Rian menatap kebahagiaan Alexa sambil tersenyum getir
"Alexa semoga kamu benar-benar bahagia bersama Lee, aku tidak menyangka jalan hidup kita seperti ini. menemukan jodoh masing-masing.
"Aku masih ingat dulu di pulau Bali ini kamu kita berjanji akan selalu bersama dan menikah disini adalah keinginan terbesar mu bersama ku....,, dan sekarang keinginan mu telah terwujud tapi dengan orang yang berbeda.....,,
Rian berjalan sengaja menjarak dari Minnie, mengeluarkan sebuah Cicin Berlian berukiran nama Alexa. dan melemparkan nya auh kedalam air.
"Selamat tinggal kenangan...,, biarlah cerita masa lalu kita menjadi kenangan yang peling indah yang pernah ada diantara kita"
Minnie memalingkan wajahnya pura-pura tidak mengetahui apa yang dilakukan Rian, karena sebetulnya dia juga merasakan hal yang sama dengan. tapi Minnie telah mengikhlaskan semuanya dan membuka lembaran baru kembali bersama suaminya Rian.
Niko membanting apapun di Ruangan kerja nya, kesal menyaksikan pesta pernikahan mewah yang diliput secara live di berbagai televisi.
"Kalian boleh saja menang dan tertawa sekarang, tapi liat saja nanti apa yang bisa aku perbuat" tertawa sinis
Asisten yang berada di samping Niko, menggelengkan kepalanya heran melihat tingkah atasannya itu yang tidak pernah mau berubah dan toubat meskipun sempat mendekam beberapa bulan ini dibalik dinginnya tembok penjara.
"Kamu handel seluruh pekerjaan ku hari ini" Perintah Niko berjalan pergi meninggalkan perusahaan
"Ta..tapi Tuan" ucap Asisten ragu
"Maaf Tuan, baik akan saya laksanakan" menunduk takut
"Bagaimana cara menjelaskan nya, bahwa sebentar lagi akan ada pertemuan penting dengan investor dari Jepang, dan dia meminta ingin bertemu langsung dengan Tuan Niko dan tidak mau diwakilkan atau pun Asisten nya, karena proyek yang akan mereka bahas sangat besar dan penting sekali"
Niko menghempas kasar pintu mobil nya dan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi membelah jalanan ibukota yang mulai agak sepi siang ini. dan menghubungi seseorang
"Cepat datang ke Apartement ku sekarang" tanpa banyak bicara lagi langsung memutuskan panggilan nya
"Baik sayang" ucap Cellin yang merupakan teman fathner sexnya
Sampai di apartemen Niko langsung meneguk minuman untuk meluapkan kekesalannya, selanjutnya melepaskan seluruh pakaiannya dan berendam dalam bactub dengan air yang terus mengalir penuh. beberapa kali Niko menenggelamkan seluruh tubuh nya berharap panas di kepala nya bisa mereda.
Cellin memencet fasword apartemen Niko secara tidak sabar, dan langsung melangkah masuk. Cellin melirik beberapa minuman beralkohol yang terletak di meja khusus tempat Niko biasanya mereka bercinta
"Niko sayang kamu dimana ? karena melihat ruangan itu kosong
Cellin melirik pintu kamar Niko dan tersenyum senang karena dia yakin sekali Niko berada di dalam.
"Sayang" membuka pintu
Niko tersadar mendengar suara Cellin langsung berteriak
"Aku disini"
Mendengar Niko Cellin langsung masuk ke kamar mandi, dan ikut melepaskan seluruh pakaiannya.
Mereka mandi dan berendam bersama, melakukan hubungan tanpa ikatan itu berkali-kali.