Love Me Please, L

Love Me Please, L
Cincin Berlian



Rian yang dibakar api cemburu hendak melayangkan pukulan keras kewajah Lee, namun dengan sigap Alexa menghalangi nya.


"Apa apaan kamu Rian, kamu bisa membuat Kakek bangun menyaksikan semua ini" bentak Alexa


Rian menarik kuat kerah kemeja Lee " diperingatkan untuk terakhir kalinya, jangan pernah kamu mencoba mendekati calon istri ku lagi" sambil mendorong kasar tubuh Lee


"Rian hentikan tingkah konyol mu itu" Alexa menatap Rian dengan kemarahan.


"Lee terimakasih kasih kamu telah menolong ku, kalau tidak ada kamu aku tidak tahu bagaimana dengan diriku tadinya. dan membantu merapikan kemeja Lee" Alexa sengaja menyindir Rian


Setelah kepergian Lee Alexa melongos kasar kearah Rian "Rian aku minta kita tidak bertemu dulu, sebelum masalah mu dan Airin selesai" Alexa masuk ke dalam Rumah membiarkan Rian yang masih berdiri mematung.


Alexa membersihkan tubuhnya, hanya mengunakankan Piyama tidur Alexa kembali mencium dan memelukku pakaian yang dikenakan nya tadi, masih melekat aroma farfum tubuh Lee. "Kenapa dengan diriku sekarang ? rasanya aku ingin selalu bersama Lee" sambil memejamkan mata menikmati aroma itu. tanpa peduli lagi dengan Rian yang terus menghubungi ponsel Alexa.


Merasa kesal Rian akhirnya pergi meninggalkan Rumah Alexa menuju Club Malam dan memesan minuman untuk menghilangkan masalah yang terasa begitu berat.


Rian mengeluarkan cincin berlian yang sengaja hari ini ingin disematkan nya pada jemari manis Alexa, namun selalu gagal.


"Alexa ku sayang sambil tertawa dan mencium cincin itu"


"Hallo Nona Airin ada apa ? Minnie sudah beberapa kali menguap menahan kantuk nya


"Minnie Asisten bodoh, cepat jemput ku ke Club" suara Alexa terdengar berat seperti nya dia dalam keadaan mabuk berat.


Minnie kembali menganti pakaian nya dan keluar dari Rumah secara mengendap endap, takut ketahuan kedua orang tua nya. dan langsung berlari menuju Taxi Online yang sudah dipesan nya.


Minnie kebingungan karena ini pengalaman pertama baginya memasuki Club Malam, selama ini waktu nya hanya dihabiskan untuk belajar dan membantu ibunya, setelah bekerja pun Minnie tetap menjadi anak rumahan, yang hanya sesekali menghabiskan waktunya bersama Airin di kafe-kafe atau restoran.


Minnie mencoba menghubungi ponsel Airin kembali, tapi tidak diangkat. Minnie mulai merasa takut suara Musik yang memekakkan telinga bercampur aroma alkohol dan asap rokok. dia segera menghindari dari orang-orang mabuk yang berdansa sesuka hati.


Langkah kakinya tersandung kaki seseorang yang menangis sambil memegang sebuah cincin, Minnie berusaha untuk bangun dan menghindari namun lelaki itu telah menarik Minnie kedalam dekapannya "Alexa sayang kamu mau kemana ? jangan pergi ... jangan pergi sambil mencium wajah Minnie yang terus memberontak berusaha untuk melepaskan diri.


Minnie berhasil melepaskan diri sambil melihat ke arah pria yang membekap nya tadi "wau.. ganteng banget" ucap Minnie terpesona dengan Rian "Kelihatan nya dia pria kaya yang sedang patah hati, dan mengatakan kalau aku ini Alexa. aku yakin pria ini pacar nya Alexa " sambil menyibak rambut yang menutupi mata Rian.


Dan mengedarkan pandangannya keseliling Club, nampak disalah satu Ruangan VIP Airin sudah teller, Minnie segera berlari kearah Airin sambil menyembunyikan Cicin Berlian berukiran nama Alexa itu kesaku celana nya. saat melihat Rian tertidur tidak sadar kan diri lagi.


Minnie berlari kearah Airin dan memapahnya meninggalkan ruangan itu, baru kali ini dia melihat Airin begitu terpuruk dan hancur. dengan susah payah Minnie menidurkan Airin dijok belakang mobil. dan melajukan nya kerumah Airin.