Love Me Please, L

Love Me Please, L
Kebahagiaan Milka



Alexa merebahkan tubuhnya di pelukan Lee, baru beberapa detik memejamkan matanya dia teringat putrinya yang manja Milka, segera dia duduk kembali.


"Mau kemana" sapa Lee yang juga belum tertidur


"Karena kesibukan kita barusan, aku hampir saja melupakan Milka, sebelum tidur diakan selalu memeluk manja maminya ini" jawab Alexa tertawa senang


"Iya....aku tahu, tapi aku Masih bingung memikirkan cara bagaimana menyampaikan masalah ini ke Milka, mau tidak mau dia harus mengetahui kebenaran ini. termasuk ibu kandungnya yang masih terbaring koma, paling tidak dengan perhatian dan kasih sayang dari Milka siapa tahu dia akan kembali tersadar" ucap Lee


Alexa menangis tiba-tiba dengan air matanya yang membanjiri kedua pipinya.


"Pi aku tidak sanggup membayangkan jika sampai dia mengambil Milka dari kita, bagaimana pun aku sangat mencintai dan menyayangi Milka seperti darah daging ku sendiri hu...hu...." tangis Alexa pecah dan begitu memilukan membayangkan berpisah dengan anak yang dia besar kan semenjak bayi dengan penuh kasih sayang tiba-tiba terpisah dari nya.


"Sayang percaya lah.... tidak ada yang akan memisahkan kalian" bujuk Lee membawa tubuh Alexa kedalam pelukannya


Alexa menghapus air matanya,


"Aku harus ke kamar Milka dulu" berjalan meninggalkan Lee yang juga terlihat sedih seperti dirinya


Alexa membelai sayang wajah Milka yang tertidur pulas dan mencium sayang keningnya


"Selamat tidur Putri manja ku, semoga mimpi indah" ucap Alexa dan mengusap lembut kembali wajah Milka dan berjalan keluar menutup pintu kamar


Tersungging senyuman manis dan rasa bahagia tak terhingga dari Milka, dia terbangun ketika Alexa masuk kekamar nya, dan pura-pura tidur saat sang mami mencium dan membelai sayang dirinya


"Terimakasih ya Allah, ternyata Mami masih menyayangi ku. dan belum melupakan ku. Ya Allah.... aku ingin mami, papi dan kak Milko selalu menyayangi ku dan kebahagiaan keluarga kami kembali utuh seperti dulu " bathin Milka


"Siapa itu ?" Alexa berjalan kearah suara, namun tidak ada apa-apa semua terlihat temaram karena sebagian lampu Rumah besar itu telah dimatikan dan para pelayan pun telah kembali istrahat dan tidur di paviliun belakang.


"Mungkin cuma kucing" pikir Alexa dan kembali menuju kamar tidurnya


Aurel yang bersembunyi di balik pot bunga besar ketakutan, malam ini dia ingin ke Club bersama sahabatnya, yang pada protes karena aure tidak pernah berkumpul dengan mereka lagi.


Suara getaran ponsel mengagetkan Aurel dan mengangkat panggilan itu sambil berbisik


"Aurel Lo lama banget sich, anak yang lain udah pada ngumpul" ucap Azka


"Lo jangan banyak bacot dulu, soalnya tidak mudah untuk keluar dari Rumah dan perkarangan yang begitu luas ini" bentak Aurel kesal


"Emang kamu sedang dimana ?"


"Aku..Ya sudahlah kamu tidak perlu tahu aku sedang dimana, yang jelas aku kayak nya ngak jadi datang ke sana"


"Kok gitu.... Aurel kamu udah lama nggak ngumpul kita disini"


"Ya... mungkin untuk seterusnya tidak akan pernah lagi" Aurel pun menutup panggilan nya


"Perkarangan ini Begitu luas tidak mudah bagiku untuk main kabur-kaburan ditempat ini. dan melupakan kebiasaan berkumpul di Club itu"