Love Me Please, L

Love Me Please, L
Air Mancur



"Alexa, sewaktu kecil aku sering menghabiskan waktu mandi bersama teman-teman ku disini" kenang Lee yang merasa kehilangan mereka yang merantau ke kota yang berbeda beda.


Alexa menarik tangan Lee mengajak nya untuk menduduki batu yang paling besar di antara yang lainnya, sambil mengeluarkan ponsel dan mengajak Lee foto Selfi.


Disekitar air terjun juga terdapat bendungan air untuk digunakan para petani mengairi sawah mereka. Alexa berdiri tegak di atas batu besar itu, nampak petani sedang bekerja membajak sawah mereka dengan mengunakan kerbau sebagai tenaga profesional nya.


"Wah indahnya" merentangkan kedua tangan sambil berputar pelan menikmati pemandangan serta udara bersih dan sejuk.


Lee tersenyum melihat tingkah Alexa dan mengabadikan diponselnya. tanpa Alexa ketahui, kadang Lee mengambil foto nya secara diam-diam.


"Lee kita mandi di telaga itu ya" Alexa menguncang pelan lengan Lee


Lee tidak kuasa menolak permintaan sang Nona Cantik nya itu, berjalan mendekati telaga


"Bagaimana cara nya kita mandi, kita tidak bawa pakaian ganti Alexa" Lee menarik tangan Alexa agar membatalkan niatnya untuk mandi dan kembali bersantai di atas batu besar tadi.


"Ngak mau Lee, kita gunakan pakaian dalam aja buat mandi nya, lagian aku rasa tidak bakalan ada orang yang melewati tempat ini" Alexa telah melepaskan pakaian bagian atasnya sehingga menyisakan Bra pembungkus gundukan besar yang seakan ingin menyembul keluar.


Lee menelan Saliva berkali-kali, mulut nya ternganga seumur hidupnya baru kali ini Lee melihat pemandangan itu secara dekat dan nyata, yang membuat adik kecil meronta-ronta minta dibebaskan dari celana yang tiba-tiba menjadi sempit dan sesak.


"Aaa... Alexa apa kamu sering seperti ini ? ucap Lee terbata bata


"Belum pernah Lee, meskipun aku sering ke luar negeri dan bebas dalam berteman, tapi hanya dengan mu aku begitu berani seperti ini, ayolah Lee"


Alexa membantu Lee melepaskan kancing kemeja nya, dan tangan nya terhenti malu untuk melepas celana panjang Lee duluan.


Lee berjalan mendekati telaga dan tersenyum memperhatikan tingkah Alexa yang berenang kesana kemari kegirangan. teringat masa kecilnya dulu mereka tiap hari melompat dan menceburkan diri berenang hingga lupa waktu, dan sering dijemput ayah atau ibunya untuk menyuruh pulang karena telah sore.


"Cepat kesini Lee" teriak Alexa


Lee berenang ke arah Alexa, sambil bercanda gurau dengan tawa yang tidak pernah luput dari bibir mereka berdua. Alexa memainkan air dengan tangan nya sambil melemparkan kewajah Lee yang mengejarnya.


"Ketangkap" Lee memeluk tubuh Alexa, mereka berdua terdiam karena berpelukan dalam kondisi kulit bersentuhan, Lee memperhatikan bibir mungil Alexa yang mulai gemetar karena dingin, perlahan Lee mengangkat nya dan membaringkan diatas batu tepi telaga.


Lee sudah kehilangan kendali nya, yang langsung menindih tubuh Alexa dan ******* bibirnya dengan lembut, Alexa membalas lumayan Lee dengan tidak kalah agresif.


Ciuman Lee berlanjut pada leher jenjang Alexa dan bukit kembar nya yang padat berisi, Lee meninggalkan begitu banyak tanda, mereka benar-benar menikmati permainan itu.


Lee menghentikan aksinya, dia ragu untuk melanjutkan mengingat status hubungan mereka, hatinya tiba-tiba sedih seperti tersayat mengingat sebentar lagi akan kehilangan cinta Alexa.


"Kenapa Lee" Alexa membuka matanya yang tadi terpejam menikmati sentuhan Lee


"Alexa aku sedang memikirkan hubungan kita" duduk sambil menekuk lutut nya


Alexa duduk dan memeluk Lee dari belakang


"Lee aku tidak ingin memikirkan itu sekarang, kita jalani saja hubungan kita ini, untuk kedepannya biar nasib yang menentukan siapa yang akan bersama ku nanti"


Lee membalikkan badannya, memandang Alexa yang sudah tidak memakai apa-apa lagi, gairah Lee kembali bangkit, namun dia berusaha untuk mengendalikan nya.