
Alexa menghirup nafas lega dan bahagia sudah kembali ke Rumah mewah bak istana itu, para pelayan berdiri sambil menunduk hormat menyambut kedatangan Alexa.
"Mana Kakek ? tanya Alexa sambil berlari kecil menuju masuk ke dalam rumahnya
"Tuan tengah menunggu Anda diruangan kerja Nona" ujar Asisten Yudha mengiring langkah kaki Alexa, dan memberi kode pada Lee supaya mengikuti langkah mereka.
Dengan perasaan haru dan rindu Alexa berlari menuju sofa yang diduduki Kakek, dengan posisi membelakangi ke arah pintu masuk.
"Kakek... ,, Alexa kengen" menyalami tangan Kakek dan memeluknya. Alexa begitu takut kehilangan Kakek yang merupakan satu-satunya keluarga yang dimiliki nya sekarang.
"Iya nak Kakek juga merindukan mu" membelai rambut cucu kesayangan nya
"Berkas apa ini kek ??
Mata Alexa tertuju pada beberapa buah berkas yang terletak di atas meja, Alexa memeriksa berkas itu sambil mengerenyitkan dahinya, seperti mengenal Berkas itu tapi kapan ? disana juga tertera tanda tangan Alexa.
"Kamu telah dijebak nak, dan perusahaan kita mengalami kerugian yang sangat besar, para investor sedang menunggu pertanggung jawaban mu" terdengar suara Kakek yang berat dan sedih
Alexa tertunduk lesu, dia yakin ini semua perbuatannya Niko dan Airin, yang ingin merebut separuh saham perusahaan dan menghancurkan Alexa, sambil berkedok sebagai Dewa penolong. dia ingat dulu pernah dekat dengan Niko dan hafal sekali kelicikan nya, tapi apa mau dikata lagi Alexa telah masuk jebakan mereka.
Alexa memijit kepala nya yang tiba-tiba pusing dan bingung bagaimana caranya menyiapkan segala sesuatunya, sementara rapat dadakan itu akan dimulai besok.
"Asisten bodoh,, cepat bantu aku mikir" bentak Alexa sambil melempar bantal sofa pada Lee yang hanya melongo tanpa expresi
Sementara di kamar Kakek
"Yudha cepat persiapkan semua nya, termasuk menyelidiki orang-orang yang terlibat dalam penjebakan dan manipulasi tanda tangan Alexa itu, dan juga siapkan seorang pengacara yang handal" seraya meminum obat yang disediakan Asisten setia Kakek itu.
Alexa membalik beberapa buku dan berkas diruang kerja Kakek itu, dia mencoba mempelajari tentang langkah-langkah dan strategi mengembalikan kondisi perusahaan nya seperti semula, tapi tidak satupun yang dia pahami dan mengerti. sehingga membuat ruang kerja Kakek berantakan serta file-file yang berserakan.
"Tuhan bantu aku, semua ini membuat ku bingung dan tidak mengerti sama sekali" pekik Alexa meremas-remas rambutnya.
Tanpa sepengetahuan Alexa, Lee telah meninggalkan ruangan itu, dan sedang mengatur strategi dengan Asisten Yudha. mereka berhasil menyelidiki semua, dengan waktu yang relatif singkat. berkat bantuan orang-orang kepercayaan Kakek yang tersebar.
"Lee tadi Tuan Juang berpesan, supaya kita tidak bisa gegabah menangkap dan membeberkan kasus ini dulu. biarkan mereka bebas dengan begitu kita bisa tahu lebih banyak informasi dan tujuan mereka menjebak Alexa. sementara kita terus memantau gerak gerik mereka, mengingat Airin yang merupakan salah satu keturunan keluarga Juang juga. jadi Kakek tidak ingin kasus ini diperpanjang"
Mereka sengaja tidak memberitahukan kepada Alexa dulu, karena Kakek ingin melihat sejauh mana usaha Alexa membantu dan mempertahankan perusahaan nya. ini juga merupakan keuntungan bagi Kakek dengan adanya kasus ini secara tidak langsung Alexa mau mengurus perusahaan nya.