Love Me Please, L

Love Me Please, L
Cicin Berlian Minnie



Mengingat semua persiapan dekorasi gedung, baju pengantin yang semula untuk pesta termewah Alexa dan Rian, berdasarkan keputusan bersama akan tetap dilanjutkan dengan pengantin wanita yang digantikan dengan Minnie.


Hari ini Rian sengaja mengajak Minnie dan kedua orang tuanya untuk melihat lokasi gedung yang akan digunakan mereka nantinya, sekalian untuk foto prewedding pernikahan.


Minnie sangat senang tanpa sadar air mata menetes begitu saja lolos di pipi mungilnya, begitu pun dengan kedua orang tuanya yang tidak menyangka sama sekali jika Putri mereka yang berasal dari keluarga tingkat ekonomi rendah dan masyarakat biasa saja, akan bersanding dengan putra seorang yang masih keturunan bangsawan.


Mereka menatap takjub saat mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan gedung yang telah didekorasi dengan semewah mungkin. diruangan utama juga terdapat pelaminan besar di sanalah anak gadis mereka nantinya akan menjadi Princess.


"Nak Rian ini sangat indah sekali, Kami tidak menyangka bahwa putri kami akan menjadi pengantin yang akan bersanding disini" ucap Bi Uty jujur


Rian tersenyum mendengar penuturan calon mertuanya itu


"Ibu aku berjanji pada ibu dan bapak, bahwa aku akan mencintai dan menjaga Minnie selama nya, doa terbaik dari ibu akan selalu melindungi kami dari godaan dan cobaan apa pun yang datang"


"Aamiin" ucap mereka serempak


Setelah sesi foto prewedding selesai tinggal Minnie dan Rian, mereka berencana mencari Cicin Berlian bersama. sementara kedua orang tua Minnie telah diantarkan sopir pulang duluan.


"Mas Rian sebenarnya ada rahasia besar yang ku simpan selama ini" ucap Minnie menunduk ragu tapi bagaimana pun dia ingin berkata jujur, dan siap dengan segala resiko nya nanti.


Wajah Rian langsung berubah, bingung menatap ekspresi Minnie yang tiba-tiba ingin mengutarakan sesuatu


"Mas Rian dulu aku datang untuk pertama kalinya ke Club Malam, menjemput Nona Airin yang sedang mabuk berat, namun tiba-tiba mas Rian menarik ku dan menjamah seluruh tubuhku, termasuk ciuman pertama ku, sambil menceracau mengatakan bahwa aku Alexa, mas Rian saat itu memegang sebuah cincau Berlian berukiran nama Alexa, dengan kesal aku merampas Cicin itu. berharap mas juga merasakan kehilangan sesuatu yang berharga, seperti ku yang kehilangan ciuman pertama. tapi sekarang aku menyesal mas dan tolong maafkan Minnie"


Air mata Minnie mengalir deras, sambil merogoh sesuatu dalam kantong kecil tasnya, mengeluarkan Cicin Berlian itu dan menyerahkan nya kepada Rian.


Rian masih terpana menatap dan mendengarkan seksama penuturan panjang kali lebar yang diutarakan Minnie sambil sesungukkan.


"Mas Rian kenapa diam, Minnie tahu kesalahan Minnie ini terlalu besar, Minnie sekarang siap dengan segala keputusan dari mas" kembali menangis


Rian tiba-tiba tersenyum dan membawa Minnie kedalam pelukannya


"Minnie dari semula aku telah mengetahui jika kamu yang mengambil Cicin Berlian itu, karena sangat mudah bagiku untuk menyelidiki ini semua, semula aku sangat marah. namun sekarang aku tidak memperkarakan masalah itu, karena aku ingin mendengar langsung alasan mu melakukan itu" ucab Rian


"Sekarang apa keputusan mas Rian, setelah mendengar penjelasan ku" Minnie sudah mulai tenang dan menghapus sisa air mata


Rian mengangkat Cicin Berlian itu


"Minnie aku akan memberikan mu Cicin yang jauh lebih bagus dari ini, dan hanya namamu yang akan aku ukir disini" jawab Rian yang membuat Minnie kembali menangis haru dan memeluk erat tubuh atletis Rian