Love Me Please, L

Love Me Please, L
Membawa Clara



Rian memencet bel Apartemen mewah Airin yang disingapura, tidak begitu lama pintu dibukakan wanita separuh baya yang tengah menyuapi gadis kecil yang sangat cantik, mata dan bibir mungil nya sangat mirip sekali dengan Rian, sedang kan tatapan lembut nya persis dengan tatapan mata mamanya Rian, untuk hidungnya lebih mirip dengan Airin. membuat Rian semakin yakin kalau anak ini memang darah daging nya bersama Airin, meskipun dia melakukan hubungan itu secara tidak sadar.


"Uncle siapa ? tanya gadis kecil imut itu


"Uncle ini papi Clara sayang" ucap Bi Ita yang sudah mengenal Rian, sebelum berangkat ke Singapura Rian bersama Airin terlebih dahulu menghubungi melalui video call dengan Bi Ita.


"Papi Clara" ucap gadis itu menatap Rian dan menghambur kepelukan nya.


"Iya sayang, ini papi Clara" tanpa sadar Rian meneteskan air mata memeluk anak yang selama ini tidak dia ketahui kehadirannya.


"Mulai besok Clara tinggal bersama Papi ya, dan papi janji bakal selalu bersama Clara. menyayangi dan mencintai Clara sepenuhnya" menciumi wajah mungil itu.


"Memangnya mami Clara kemana pi, dia juga jarang jenguk Clara kesini" ucap gadis kecil itu sambil menunduk sedih


Rian ikut tersayat hatinya melihat anaknya selama ini kurang mendapatkan kasih sayang. "Airin kamu tega berpisah dengan anak mu selama ini" ucap Rian sedih


"Bi terimakasih telah merawat Clara dengan baik selama ini" ucap Rian menatap Bi Ita


"Ya Tuan, ini memang sudah tugas saya, lagian Nona Airin selalu memantau perkembangan non Clara kok, seminggu sekali dia mengunjungi kami di sini" ucap Bi Ita


Rian mengendong Clara " tunjukkan dimana kamar Clara, ayo bantu papi berkemas"


"Di cana pi" tangan mungil nya menunjuk ke kamar bercat warna pink muda, Rian membuka kamar itu yang penuh dengan mainan anak perempuan.


Hari ini dihabiskan Rian dengan bermain dengan Putri nya " Sayang kita bawa bajunya beberapa potong saja ya, nanti papi akan belikan Clara baju dan mainan yang banyak, dan kamarnya Clara boleh pilih dekorasi nya seperti apa" sambil mencium pipi gembul anaknya.


Mungkin naluri seorang ayah, dipertemuan pertama Rian langsung menyayangi dan mencintai Putri nya dengan tulus.


Siang ini Rian telah sampai di Indonesia, dia melirik Clara yang tertidur pulas dalam dekapan Bi Ita. dan melajukan mobilnya menuju Rumah besar kedua orang tua nya.


Mobil Rian berhenti di depan sebuah Rumah besar dan mewah, Rian segera turun dari mobil dan mengambil alih mengendong Putri nya. saat masuk ke dalam Rumah, Mama dan papa nya yang tengah bersantai di ruang keluarga kaget saat melihat Rian tengah mengendong seorang anak perempuan, yang diikuti seorang pengasuh dibelakang sambil menenteng koper.


"Rian anak siapa ini ? menunjuk Clara yang masih tertidur.


"Tunggu ma aku akan tidur kan dulu Clara dikamar" berjalan menunju kamarnya dan merebahkan tubuh putrinya.


"Bi Ita ikuti, aku akan menunjukkan kamar bibi " ucap Rian


Sementara Mama dan papa Rian menatap penuh dengan kebingungan dan melongo memperhatikan putra satu-satunya itu.


Rian menemui kedua orang tua nya, setelah memastikan semuanya beres.


"Rian sekarang jelas kan semua nya kepada kami" Mama tidak sabar lagi untuk menahan rasa penasaran nya


Rian mengembuskan napas dalam, mencoba mencari kata yang tepat untuk menjelaskan semua nya, agar kedua orang tua nya mengerti dan mau menerima Clara.


"Rian kenapa kamu masih diam, cepat katakan siapa anak itu" papa yang semula diam ikut angkat suara


"Namanya Clara, dia cucu kandung Mama dan papa" Rian memperhatikan reaksi kedua nya


"Cucu apa maksud mu ?


Rian menceritakan semua saat dia dijebak Airin, termasuk kasus yang melibatkan Alexa, hingga Airin dipenjara.


"Rian ternyata kami salah telah mengizinkan kamu tinggal sendiri di apartemen selama ini, hingga terlalu banyak masalah mu yang tidak kami ketahui" ucap papa


"Rian kamu yakin dia anak mu" ucap Mama


"Yakin ma, tadi Mama sudah melihat sendiri wajah nya yang sangat mirip sekali dengan ku, nanti setelah dia bangun Mama perhatikan mata dan pandangan nya sama persis dengan Mama"


"Ya nak Mama tadi juga memperhatikan itu, Mama dan papa sangat senang sekali karena telah mempunyai cucu, sesuatu yang sangat kami harap kan selama ini" ucap Mama penuh semangat