
Alexa terus berjalan dengan perasaan galau, dan melangkah kan kaki kemana naluri hati kecil nya berkata. langkah nya terhenti di depan sebuah Rumah kecil sederhana, suasana tenang dan damai ini yang sangat dirindukan nya.
"Astaga ini kan rumah nya Lee, ngapain aku kesini ?" Alexa tersadar bahwa dia berjalan menuju Rumah tempat tinggal Lee
Alexa kebingungan dan kelimpungan begitu mendengar suara orang sedang berbicara dan langkah kaki yang mendekat dari arah belakang nya. dengan segera Alexa mencari tempat bersembunyi dibalik pot bunga mawar bibi Uty.
"Lee hari ini bunga kita banyak yang order ya" ucap bibi Uty senang
"Ya Alhamdulillah bibi, kalau begini terus usaha kita bakal maju dan sukses" ucap Lee
"Pak de juga sudah merasa pekerjaan kita jauh lebih ringan dari sebelumnya, dan tidak terikat pada orang lain lagi" pakde ikut menimpali pembicaraan mereka.
Mereka tidak tahu kalau Alexa bersembunyi, toko bunga Lee letaknya tidak terlalu jauh dari rumah, sehingga mereka berjalan kaki saja untuk pulang dan pergi nya. bibi Uty membuka kunci rumah dan Masuk kedalam diikuti pak de. Sementara Lee duduk di korsi teras Rumah sambil membuka sepatu nya.
"Aduh" Alexa yang tidak tahan lagi karena kakinya digigit semut dan nyamuk yang ikut nyumbang suara serta gigitan nya sibuk sendiri mengibaskan dan menggaruk kakinya, dan langsung menutup mulutnya dengan telapak tangan begitu menyadari bahwa Lee mendengar suara nya barusan.
Lee mendongak kan kepala dan menaruh sepatu pada rak yang terletak disudut teras, lalu berjalan mendekati arah suara tadi.
"Hey keluar kamu..." bentak Lee begitu melihat punggung yang sedang membungkuk itu.
Alexa yang panik langsung berlari sambil menutup mukanya, takut Lee mengenalinya, namun terlambat tangan panjang Lee menangkap tubuh mungilnya hingga jatuh kepangkuan Lee.
Mata mereka bertemu dan saling tatap, "Alexa benar ini dia, atau ini cuma halusinasi ku saja piki Lee.
"Lee aku sangat merindukanmu, tatapan mu, senyum mu....aku seperti bermimpi merasakan sentuhan mu lagi. bathin Alexa
Mereka berdua saling mendekat wajah, sedikit lagi bibir mereka bertemu.
"Siapa Lee" terdengar suara bibi Uty
Lee dan Alexa sama tersadar dan saling melepaskan diri "Alexa ngapain kamu kesini ? tanya Lee karena setahunya dari informasi yang beredar Alexa pergi ke Amerika
"Aku....aku..,, Alexa kebingungan menjawab pertanyaan Lee
"Iya sebentar bi " ucap Lee
Alexa tersenyum sambil menundukan kepala menyapa bibi Uty. Lee menarik tangan Alexa dan mengajaknya duduk di korsi panjang teras Rumah itu.
Tidak lama bibi Uty keluar membawa kan teh hangat dan makanan ringan
"Silahkan diminum nak Alexa" ucap biby dan berlalu masuk ke dalam tidak ingin mengganggu mereka berdua.
"Terima kasih bibi" ucap Alexa, sambil menatap punggung bibi yang masuk ke dalam Rumah.
"Alexa kamu belum menjawab pertanyaan ku, apa tujuan mu datang ke sini ? Lee masih penasaran karena dia lama dipecat. dan ngapain baru sekarang Alexa mencari nya
"Aku kebetulan lewat dan mampir ke sini, Baiklah sekarang aku pergi" berdiri hendak melangkah namun Lee kembali menarik nya, dan terduduk di paha Lee.
Minnie yang baru pulang kerja syok melihat pemandangan itu "Kalian ngapain ? emang tidak ada tempat lain lagi untuk bermesraan" menata tidak suka ke arah Alexa
Alexa berdiri dan membalas tatapan Minnie " begini cara mu berbicara dengan atasan mu" ucap Alexa
"Atasan ha...ha.. sebentar lagi Nona Airin bos ku yang berkuasa dan menyingkirkan mu" ucap Minnie mencemooh
Lee berdiri "sudah lah kalian jangan bertengkar" mengajak Alexa untuk duduk kembali
"Uh sebel..,, kak Lee selalu membela nya" menghentakkan kaki masuk ke dalam
Alexa duduk sambil melipat kedua tangannya, dengan wajah cemberut. Lee paham sekarang saat ini Alexa kabur dari rumah karena tidak membawa apa-apa.
Rian kebingungan dan sudah lelah mutar - mutar dengan mobil mencari keberadaan Alexa, sementara ponsel dan tas Alexa tertinggal dalam mobilnya.
"Alexa kamu kemana ? apa yang harus aku katakan pada Kakek nantinya ? Rian memukul kemudi kesal.
"Puas kamu Airin telah menghancurkan hidupku" pekik Rian