Lady Devil

Lady Devil
Bab 75 Lady Devil (Bonchap-S2)



-----------15 Tahun kemudian----------


Gadis berusia dua puluh lima tahun berambut kecokelatan dengan bola mata berwarna hitam bening dan juga bibir yang sangat mungil membuat siapapun ingin menciumnya, gadis itu saat ini tengah membersihkan ruang makan Istana.


"Sekar," Kayla memanggil dengan raut wajah yang khawatir.


"Ya Yang Mulia, anda memanggil saya?" Sekar menunduk ketika berhadapan dengan Kayla.


"Apa kau melihat Pangeran Andra? Entah kemana anak itu, sedari pagi aku tidak melihatnya."


"Saya tidak melihatnya, Yang Mulia. Apa Pangeran ada pamit bahwasannya dia akan pergi kemana?"


"Dia mengatakan akan pergi memburu rusa, tetapi entah mengapa sampai hampir larut seperti ini belum juga pulang."


"Saya akan bantu mencari, Yang Mulia." ide yang terlintas dipikiran Sekar, ia sangat peduli dengan Pangeran Andra sebab sedari kecil hanya Pangeran Andra lah yang menjadi temannya.


"Benarkah? Aku akan memerintahkan beberapa prajurit dan maid lain untuk menemanimu." Kayla pun setuju.


Sekar mengangguk. "Baik, Yang Mulia. Kalau begitu saya permisi,"


"Hati-hati," Kayla mengelus lengan Sekar dan dia juga bergegas untuk memerintahkan tiga prajurit serta dua maid agar menemani Sekar.


"Anak itu benar-benar, ini pasti karena aku menolak untuk menjodohkannya dengan Sekar." Kayla memijit pelipisnya yang berdenyut.


Flashback off.


"Bu, aku ingin mengatakan sesuatu." Pangeran Andra menghampiri Kayla yang sedang duduk di atas ranjang.


"Hm, katakan?" Kayla melirik sekilas wajah Pangeran.


"Aku ingin menikah." ucap Pangeran dengan serius.


"Apa! Benarkah?" Kayla menatap sang Putra dengan tidak percaya.


Pangeran Andra mengangguk yakin dan membuka mulutnya ingin mengatakan ia akan menikah dengan siapa, tetapi sebelum itu terjadi Kayla sudah menyela ucapannya.


"Katakan siapa yang ingin kau jadikan sebagai permaisuri mu? Putri Shena atau Putri Diana?" Kayla tersenyum menggoda.


"Bukan dua-duanya." sahut Pangeran datar.


"Lalu?" Kayla semakin tidak mengerti dengan apa yang Pangeran ucapkan.


"Ibu belum selesai bicara dan Ibu sudah langsung memotongnya." ucap Pangeran kesal dan duduk di samping Kayla.


"Maafkan Ibu nak, Ibu begitu bahagia ketika kau mengatakan ingin menikah. Kau tau'kan usiamu saat ini sudah menginjak dua puluh tujuh tahun, Ibu sangat ingin melihatmu menikah." Kayla memasang wajah sedih.


"Sudahlah, Ibu tidak perlu memasang wajah melas itu." Pangeran bersandar di pundak Kayla.


"Jadi katakan siapa yang akan kau jadikan sebagai permaisuri mu?" Kayla mengelus pucuk kepala Pangeran.


"Sekar."


Pangeran mengangguk. "Aku ingin menikah dengan Sekar." lanjutnya yakin.


Kayla menggeleng. "Tapi, Pangeran—" ucapan Kayla terpotong karena Raja Eric masuk ke dalam kamar.


"Sampai kapanpun Ayah tidak akan merestui jika kau ingin menikah dengan Sekar!" ucap Eric dengan nada tinggi.


Pangeran dan Kayla terkejut hingga mereka beranjak dari ranjang.


"Ayah!" ucap Pangeran terkejut.


Raja Eric berjalan menghampiri Kayla dan Pangeran Andra dengan wajah datar.


"Sudah berapa kali Ayah bilang bahwa kau tidak boleh jatuh cinta dengan anak pelayan itu!" bentak Eric dengan emosi.


"Ayah, aku juga tidak tahu jika ternyata aku mempunyai perasaan lebih kepada Sekar." ucap Pangeran.


"Diam!"


Plak!


Raja Eric menampar pipi Pangeran Andra. Sementara Pangeran Andra, ia hanya memegangi pipi nya dan menatap sang Ayah dengan datar.


"Sekali lagi kau mengatakan ingin menikah dengan Sekar, maka Ayah akan memberikan perhitungan padamu!" Raja menunjuk wajah Pangeran.


"Ayah memang tidak ingin aku bahagia, Ayah hanya menyayangi kak Aksa! Ayah keterlaluan!!!" teriak Pangeran Andra dengan amarah dan langsung pergi keluar dari kamar.


"Pangeran! Pangeran Andra!" Kayla memanggil sang Putra yang pasti tengah diselimuti oleh bara api.


"Raja, kau—" Kayla hanya menghela nafas kasar dan segera bergegas menyusul Pangeran Andra.


"Hei, Ratu!" Raja Eric menyugar rambutnya dengan kasar. "Padahal aku ingin yang terbaik untuk kedua Putraku, mengapa mereka sama sekali tidak mengerti?" Raja duduk dengan lemas di tepi ranjang.





**TBC


HAPPY READING AND SEE YOU NEXT PART 🤗


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMA KASIH BANYAK 🙏🏻**


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


SEMBARI MENUNGGU UP, MAMPIR KE KARYA TEMEN OTHOR YUK 🤗