Lady Devil

Lady Devil
Bab 64 LADY DEVIL



Sejak kejadian dimana Santika terkena tusukan, dan kejadian saat mereka harus berdebat dengan sang Ayah karena sebuah perjodohan. Paman Victor akhirnya merestui hubungan Santika dan Pangeran Alvaro, Paman hanya ingin melihat Putrinya bahagia bukan terkekang. Paman pun merasa bahwa Pangeran Alvaro adalah pria yang baik juga sangat bertanggungjawab.


-------------DELAPAN BULAN KEMUDIAN----------


Pangeran Eric dan Kayla sedang berada dikamar.


"Pangeran, aku masih tidak menyangka jika kita akan menjadi orang tua." Kayla mengelus perutnya yang sudah membuncit dengan kepala bersandar di dada bidang Pangeran.


"Y, aku juga merasa begitu. Terima kasih untuk segalanya, Putri Leona."


Cup!


Pangeran mengecup lembut pucuk kepala Kayla dengan tangan yang juga sibuk mengelus perut Kayla.


Kayla tersenyum bahagia, namun hanya beberapa saat karena senyuman berganti dengan rintihan.


"Ssh.. P—pangeran,'' Kayla memejamkan mata sembari memegangi perutnya.


"Putri, Putri Leona ada apa?" Pangeran khawatir dan menunduk agar bisa menatap wajah Kayla.


"P—perutku.. Argh," ucap Kayla terbata.


"Apa, apa kau ingin melahirkan?" Pangeran menjadi bingung.


"Entahlah, sepertinya iya. Cepat panggil tabib, Pangeran... Aku sudah tidak tahan, ini sangat sakit sekali," Kayla mengigit bibir bawahnya karena merasa sakit itu menjalar hingga di sekujur tubuhnya.


"B..Baik, tunggu sebentar," Pangeran beranjak dari ranjang dan ingin melangkah keluar menuju pintu.


"Pangeran!" pekik Kayla kala melihat sang suami yang keluar tanpa menggunakan jubah ataupun topeng.


Pangeran menoleh. "Sabar Tuan Putri, aku akan segera memerintah prajurit untuk memanggil tabib. Tidak akan lama, kau tunggulah dulu,"


"Bukan, apa kau akan keluar dengan keadaan seperti itu? Lihatlah, kau belum memakai baju ataupun topeng." Kayla berbicara lirih.


"Astaga, karena khawatir aku sampai lupa memakai pakaian dan topengku." Pangeran berjalan mengambil pakaian dan topengnya, setelah itu dia langsung memakai pakaian serta topeng tersebut.


"Pangeran cepat... Aku sudah tidak tahan, sakitnya semakin menjadi-jadi.." Kayla merintih dan mengambil nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan.


"Iya sabar.. Aku akan segera kembali,"


Cup!


Sebelum pergi Pangeran mengecup dahi Kayla sejenak.


"Argh.. Kenapa rasanya begini? Tubuhku seperti tidak memiliki tulang," Kayla kembali mengigit bibir bawahnya akibat menahan rasa sakit.


*


Sementara di kerajaan Raja Faris.


"A—aku tidak tau, Raja.." Aurora menjawab dengan terbata.


PLAK!


Raja menampar pipi Aurora dengan cukup kencang.


"Kau sangat tidak berguna! Ku pikir karena kau masih muda jadi bisa cepat hamil dan memberikan aku anak laki-laki!" ucap Raja dengan mata melotot.


Aurora hanya menangis sembari memegangi pipinya.


"Padahal setiap malam kita selalu berhubungan dan aku juga menumpahkan seluruh benihku di rahim mu, tetapi mengapa selama ini kau belum juga hamil? Apa jangan-jangan kau mengkonsumsi ramuan untuk mencegah kehamilan?" Raja mencengkram dagu Aurora dengan kuat.


Aurora menggeleng. "A—aku tidak pernah mengkonsumsi apapun, Raja."


Raja menghempaskan kasar dagu Aurora sehingga Aurora terjatuh ke lantai.


"Jika sampai terbukti kau berbohong, maka aku tidak akan mengampuni mu." Raja ingin melangkah pergi tetapi Ratu Megantari melangkah masuk terlebih dahulu ke dalam kamar.


"Raja!" seru Ratu dengan tersenyum sinis melihat Aurora yang bersimpuh dibawah sembari menangis.


"Mau apa kau datang kesini?" Raja menatap Ratu dengan tajam.


"Raja ku, mengapa kau hari ini sangat sensitif sekali? Kau sangat mudah emosi, itu tidak akan bagus untuk kesehatan mu." Ratu memijat pundak Raja.


Raja menghempaskan kasar tangan Ratu Mengantari yang berada di pundaknya. "Katakan ada apa kau datang ke kamar ini?"


"Aku ingin membongkar segala kebohongan Ratu Aurora," Ratu Megantari berkata dengan setiap penekanan.


Aurora dan Raja Faris menatap Ratu Megantari yang sedang bersedekap sombong.


'Apa lagi yang akan dia katakan? Tuduhan apa lagi yang akan dia lontarkan? Tuhan, aku sudah tidak tahan tinggal di tempat neraka seperti ini, aku ingin mati aku ingin menyusul Ibu..' batin Aurora tengah menangis dan terluka.






**TBC


SELAMAT PAGI GUYS, ASSALAMUALAIKUM..


HAPPY READING DAN SAMPAI JUMPA DI PART SELANJUTNYA, JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN KALIAN. TERIMAKASIH 🙏🏻😘**