
Dengan mata tajam bak elang yang ingin menerkam, Kayla berjalan cepat menuju kamar Ratu Elisabeth dengan pisau tajam berada di genggamannya.
BRAK!
Kayla membuka pintu kamar dengan begitu kencang, untungnya kamar itu tidak di kunci oleh sang Ratu.
Ratu yang kala itu sedang duduk di kursi meja rias langsung menoleh, matanya melotot ketika tahu siapa yang datang ke kamarnya.
Ratu beranjak dari duduk dan menatap Kayla tajam. "KURANG AJAR! APA KAU LUPA AKAN SOPAN SANTUN? KAU MASUK KE KAMAR KU TANPA MENGETUK PINTU ATAUPUN PERMISI, DASAR ANAK TIDAK TAU DIRI!!!" teriak Ratu marah sembari berjalan mendekat ke arah Kayla.
Kayla pun berjalan mendekati Ratu Elisabeth dengan tatapan mematikannya.
"Mengapa kau menatapku seperti itu? Apa kau pikir aku akan takut karena kau menatap aku dengan tajam?" Ratu bersedekap.
"Kau tidak perlu berpura-pura bodoh, Ratu Elisabeth." ucap Kayla dingin.
"Apa yang kau katakan? Apa kau sudah tidak waras?" Ratu menatap Kayla dari atas sampai bawah, dan matanya terhenti di pisau yang Kayla genggam.
Kayla yang sadar bahwa Ratu menatap pisaunya langsung tersenyum dan menaikkan tangannya.
"Kau terkejut karena aku memegang benda ini?" Kayla menunjuk pisaunya.
Ratu mencoba menetralkan jantungnya yang berdegup begitu kencang. "Aku sama sekali tidak terkejut ataupun takut, wahai anak kucing." Ratu mengejek dengan senyum dibibir.
"Benarkah?" Kayla semakin mengikis jarak dengan Ratu.
"Apa yang ingin kau lakukan?" bentak Ratu marah.
"Aku ingin memberikan hukuman kepada orang jahat yang sudah menghabisi Ayahku."
Mulut Ratu melongo. "Apa maksudmu? Siapa yang kau katakan menghabisi Ayahmu? Pria tua bangka itu tiada karena memang dia sudah—" ucapan Ratu terpotong.
PLAK!
"Cukup!!!" teriak Kayla emosi hingga urat lehernya menegang. "Sudah cukup Bibi Elisabeth, kau tidak perlu mengelak dari hal apapun karena aku sudah mempunyai bukti kuat mengenai kejahatan mu." geram Kayla.
Ratu Elisabeth memegang pipinya, dia tidak menyangka jika Leona bisa seberani ini. "Bukti? Aku tidak bersalah lalu mengapa kau mengatakan bukti?"
"Kau ingin berpura-pura,hm!" Kayla memicing tajam.
"A—apa maksudmu!" Ratu menjadi gugup karena Kayla tampak serius.
Dengan cepat Kayla menarik tangan Ratu keluar dari kamar, Ratu berontak tetapi Kayla tetap tidak peduli.
"HEI! LEPASKAN TANGANKU, KAU SAMA SEKALI TIDAK TAU SOPAN KEPADA ORANG TUA!" teriak Ratu di sela-sela berontak'kan nya.
Kayla seperti diselimuti oleh aura jahat, dia terus menarik tangan Ratu menuju ruang bawah tanah.
"Tolong! Aurora, tolong lepaskan Ibu dari perempuan gila ini!!!" teriak sang Ratu meminta bantuan.
Kebetulan Aurora ingin ke kamar sang Ibu dan dia mendengar Ibunya meminta tolong.
"Leona, lepaskan tangan Ibuku!!!" teriak Aurora mengejar Kayla.
"PRAJURIT! PRAJURIT!!!" Aurora berteriak memanggil prajurit kepercayaannya.
Kedua prajurit datang menghampiri Aurora.
"Prajurit, lihat Ibuku. Kalian harus membebaskan Ibuku dari tangan Putri Leona yang sudah gila itu." perintah yang Aurora berikan kepada sang prajurit.
"Siap, laksanakan." Prajurit berlari menghampiri Kayla yang kakinya sudah hampir menginjak tangga ruang bawah tanah.
"BERHENTI!!" teriak prajurit yang kala itu sudah berada di belakang Kayla.
Kayla menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang, bibirnya tertarik membentuk senyum miring.
"Kalian berdua, ingin membela dia atau membantuku?" Kayla bertanya karena ingin tahu siapa saja yang berkhianat selama ini.
"Lepaskan, Ratu kami!" bentak sang prajurit.
Kayla tersenyum sinis. "Melepaskannya? Oho, berarti selama ini kalian berdua yang sudah bersekongkol dengan Ratu jahanam?" Kayla melirik Ratu Elisabeth yang meringis kesakitan sebab tangan Kayla mencengkeramnya dengan sangat kuat.
"Kami bilang lepaskan atau kami akan melakukan hal kasar kepada anda, Tuan Putri!"
"Ck ck ck!! Aku takut sekali,'' Kayla tersenyum mengejek. "PRAJURIT! PRAJURIT!!!" teriak Kayla kencang dan tak lama kemudian kedua prajurit datang menghampirinya.
•
•
•
**TBC (TO_BE_CONTINUED)
HAPPY READING
SEE YOU NEXT PART
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN BERUPA LIKE,VOTE,KOMEN, HADIAH DAN FAVORITNYA..
TERIMAKASIH 💋💋
🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎
MAMPIR KE KARYA TEMEN OTHOR YUK 🤗**