Lady Devil

Lady Devil
BAB 60 LADY DEVIL



Kedua prajurit terus mendekat ke arah Kayla dan Santika.


"Leona, apa yang harus kita lakukan?" ujar Santika dengan ketakutan.


"Kau tenang saja, kak. Aku bisa mengatasi mereka berdua," Kayla menatap tajam kedua prajurit yang sudah berada di dekatnya.


Prajurit mengangkat satu tangan untuk menangkap Kayla, tetapi Kayla dengan cepat mencekal tangan prajurit itu dengan sangat kuat.


Kayla mulai memelintir tangan prajurit dan memutar prajurit.


Bugh!


Kayla menghajar prajurit dengan siku tangannya.


Prajurit mengangkat kaki sebelah kanannya dan ingin menendang Kayla, tetapi Kayla dengan cepat menghindar.


"Kalian bukanlah seorang pria sejati karena berani melawan perempuan." geram Kayla, lalu dengan sekali tendangan dan pukulan prajurit langsung terkapar lemas di atas tanah.


''Ternyata seorang Tuan Putri Kerajaan ini tidak seperti yang diisukan karena anda sangatlah jago dalam hal beladiri, Tuan Putri." prajurit satunya berbicara dengan tersenyum sinis.


"Bahkan aku rasa ilmu beladiri mu belum ada apa-apanya bagiku." ujar Kayla sombong.


"Benarkah? Anda sudah meremehkan saya Tuan Putri, jadi maaf jika saya harus berbuat kasar pada anda." prajurit mulai melakukan serangan tiba-tiba hingga Kayla kewalahan mengimbanginya.


Prajurit mengeluarkan pedangnya dan mata Kayla langsung melotot sempurna karena dia sama sekali tidak mempunyai senjata.


"Leona!" pekik Santika dari kejauhan karena saat ini dia sudah berada menjauh dari Leona.


Pangeran Eric yang sudah mengalahkan Paman Derrick langsung menoleh ke arah Kayla. Matanya memerah kala melihat sang permaisuri yang dalam bahaya, Pangeran menatap Paman Derrick yang sudah terkapar di tanah namun masih bernyawa dan menatap Kayla yang terus memundurkan langkahnya karena prajurit mengarahkan pedang tepat di perutnya.


Seluruh tubuh Kayla gemetaran, dia takut jika terjadi sesuatu pada kandungannya.


Prajurit mengangkat tinggi-tinggi pedang tersebut dan bersiap untuk menusuk perut Kayla.


Cring!


Pedang itu beradu dengan pedang milik Pangeran Eric.


"Jangan berani menyentuh ataupun menyakiti permaisuri ku." geram Pangeran dengan tatapan tajam serta suara yang sangat bariton miliknya.


Jleb!


"Argh..." teriak prajurit kesakitan ketika pedang Pangeran berhasil menembus perutnya.


Setelah melihat prajurit yang sudah lemas, Pangeran langsung mencabut kasar pedang miliknya dari perut sang prajurit.


"Putri Leona," Pangeran menoleh ke arah Kayla.


"Pangeran.." Kayla memeluk tubuh sang suami, dia lega akhirnya sesuatu buruk tidak terjadi padanya ataupun kandungannya.


"Kau baik-baik saja bukan?" Pangeran mengelus lembut perut Kayla.


Kayla mengangguk dengan tersenyum tipis.


"PANGERAN ALVARO!!!" Santika berteriak kencang dan langsung berlari menghampiri Alvaro.


JLEB!


Pedang milik Paman Derrick menancap tepat di perut sebelah kiri milik Santika.


"Argh.." lirih Santika dengan memegangi perutnya ketika Paman sudah menarik pedang tersebut.


Pangeran Alvaro menoleh kebelakang dan dia membuka mulutnya lebar-lebar ketika melihat Santika yang berdiri di belakangnya tadi.


"SANTIKA!!!"


"KAKAK!!!"


Pangeran Alvaro dan Kayla berteriak bersamaan.


Pangeran segera berlari menghampiri Santika, dengan mata memerah dirinya menatap Paman Derrick yang berdiri dengan santai.


"Kakak!" Kayla berjongkok di samping tubuh Santika.


Pangeran Alvaro ingin beranjak dari berjongkok nya, tetap Santika menarik tangan Pangeran dengan cepat.


"P—pangeran.." lirih Santika menatap Pangeran dengan sendu.


"Santika, kau harus bertahan!"


Santika tersenyum tipis dengan menggenggam sebelah tangan Pangeran, sementara tangan Pangeran yang satu lagi digunakan untuk menumpu kepala Santika agar tidak terjatuh ke tanah.


"Maaf jika selama ini aku menganggu dirimu.." ucap Santika dengan terbata.


Pangeran menggeleng. "Kenapa kau berbicara seperti itu? Aku memang merasa terganggu, tetapi aku juga sangat rindu jika kau tidak menganggu ku." Pangeran berkata jujur.


"Kau bohong.." Santika masih bisa terkekeh pelan. "Uhuk uhuk.. Selama ini aku benar-benar mencintaimu, Pangeran. Aku tertarik padamu saat pertama kali kita bertemu, meskipun kau bersikap cuek dan dingin padaku tetapi hal itulah yang membuatku sangat penasaran pada dirimu."


"Santika, Kita akan berbicara nanti ketika keadaan mu sudah pulih," ucap Pangeran lembut.


Santika menggeleng. "Aku takut jika waktu tidak memberikan aku kesempatan untuk mengungkapkan segala isi hatiku ini.."


"Sst.. Aku mohon jangan bicara lagi, kemana Putri Santika yang selama ini periang dan suka usil? Hm," Pangeran bersedih karena Santika mau mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan dirinya.


"Pangeran, aku—" belum selesai berbicara, mata Santika sudah tertutup sempurna.


"KAKAK!!!" teriak Kayla diiringi tangisan.


Pangeran meneteskan air mata dan meletakkan kepala Santika di atas tanah, lalu Kayla mengambil alih memangku kepala Santika menggunakan tangannya.


"Kakak, bangun.." Kayla meneteskan air mata, dia tidak menyangka jika perjuangan seseorang dalam menggapai cinta sangatlah berat, sampai memberikan nyawa pun dia mau.


Pangeran menatap Paman Derrick dengan tajam dan dendam.


"Kau sudah melukai seseorang yang tidak bersalah, kau pantas untuk mati Paman Derrick." geram Pangeran dan tanpa basa-basi dia langsung melakukan penyerangan kepada Paman Derrick.


Paman Derrick tidak bisa melakukan perlawanan sebab Pangeran menyerangnya tanpa henti, bagaimana tidak! Pangeran saat ini sedang dilanda amarah dan dendam.


*Jleb!


Jleb*!


Pangeran berulang kali menancapkan pedangnya di area perut Paman Derrick, hingga Paman terjatuh lemas ke tanah.


Brugh!


Paman Derrick langsung menghembuskan nafas terakhirnya.


Pangeran menatap Paman dengan rasa puas. "Kau sudah mendapatkan balasan yang setimpal, Paman. Kau dulu yang memulai dan akhirnya kau pula yang finis dalam keadaan menyedihkan."


Pangeran langsung kembali menghampiri Santika.


"Kakak ipar, ayo cepat angkat kak Santika dan kita bawa ke Istana. Aku akan memerintahkan Jack agar segera memanggil tabib," ucap Kayla.


Pangeran Alvaro mengangguk dan mereka semua pergi meninggalkan area perayaan ulang tahun Kerajaan. Perayaan yang harusnya meriah kini menjadi perayaan yang seperti membawa malapetaka karena terjadi pertumpahan darah di area tersebut.





**TBC


HAPPY READING


SEE YOU NEXT PART


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMAKASIH 😘**