Lady Devil

Lady Devil
Bab 36 LADY DEVIL



Pangeran Eric menarik kerah baju milik sang kakak lalu mendorongnya keluar dari kamar.


Tubuh Pangeran Alvaro terhuyung kebelakang dengan senyum miring di bibirnya.


"Kau pikir dengan kau bersifat seperti ini aku akan menjauhi Leona?" Pangeran Alvaro menggeleng. "Tidak akan Eric! Leona hanya milikku, kau sudah banyak menyiksanya dan biarkan dia hidup bahagia bersamaku."


"Apa menurutmu Leona selama ini tidak bahagia hidup denganku? Jika dia tidak bahagia maka mengapa dia bisa mencintaiku dan menyerahkan seluruh hidupnya padaku. Kau yang bermimpi terlalu tinggi Pangeran Alvaro!" Pangeran Eric melayangkan tatapan tajam pada sang kakak.


"Cih! Kita lihat saja nanti.'' Pangeran Alvaro langsung pergi dari mansion.





Satu bulan kemudian.


Hubungan Kayla dan juga Pangeran Eric makin hari semakin langgeng, mereka bahkan sering melakukan hubungan suami-istri tanpa kenal lelah.


"Jika aku tiada nanti, apa yang akan kau lakukan?"


"Aku akan ikut bersamamu," sahut Kayla dengan mata berembun.


"Kau tidak boleh bicara seperti itu Leona, kau harus ingat dengan Ayah mu dan Ibu tiri mu yang jahat itu. Kau harus melindungi Ayah mu dari kebangsatan Ibumu."


Kayla jadi berpikiran tentang sang Ayah. "Karena kau mengatakan soal Ayahku, entah mengapa aku jadi kepikiran tentang Ayah. Perasaan ku tidak enak Pangeran."


Pangeran mengelus lembut pucuk kepala Kayla yang kala itu berada di atas dadanya.


Tok! Tok!


Pangeran dan Kayla menatap ke arah pintu.


"Kau tunggu disini, aku akan membuka pintu." Pangeran beranjak dari ranjang.


Kriet!


Pintu terbuka.


"Ada apa?" Pangeran bertanya kepada prajurit yang sudah berdiri di depan pintu.


"Saya ingin memberikan surat itu kepada, Tuan Putri Pangeran." prajurit memberikan gulungan kertas pada Pangeran Eric.


"Baik, kau bisa pergi." ucap Pangeran ketika menerima gulungan kertas itu.


Prajurit pergi dan Pangeran masuk ke dalam kamar.


"Ada apa?" tanya Kayla kala Pangeran memandangi gulungan kertas yang ada ditangannya.


Kayla segera menerima dan bergegas membuka pita yang ada di gulungan kertas tersebut.


Ketika gulungan sudah terbuka dan Kayla membacanya, matanya terbelalak dengan telapak tangan yang digunakan untuk menutupi mulutnya sendiri. Mata Kayla berembun dan buliran bening jatuh membasahi pipinya.


Pangeran yang melihat sang istri seperti itu langsung bertanya. "Leona, ada apa?"


Kayla menggeleng dan memberikan surat tersebut kepada Pangeran.


Pangeran membaca dan berapa terkejutnya dia kala memahami isi surat itu. "Leona, Ayahmu..?"


"Hiks..." Kayla menangis di dalam pelukan Pangeran Eric. "Ayah, Ayah ku Pangeran.. Ayahku telah tiada..." Kayla terisak.


"Segera bersiap, kita akan pergi ke Istana." Pangeran mengelus kepala Kayla dengan cinta.


"Kenapa bisa seperti ini? Apa yang terjadi? Aku sama sekali tidak mendapatkan kabar bahwa Ayahku sakit atau sebagainya, tapi kenapa sekarang aku langsung mendapatkan kabar buruk ini.. Hiks"


"Sudahlah Leona, aku mohon jangan menangis. Aku tidak sanggup melihatmu terpuruk seperti ini," dada Pangeran terasa sesak saat Leona nya menangis .


Kayla menegakkan tubuhnya. "Pangeran aku akan segera bersiap," Kayla beranjak dari ranjang dan langsung bergegas berganti pakaian begitupun dengan Pangeran.


*


Beberapa jam kemudian.


Pangeran dan Kayla telah sampai di istana. Kayla melihat di sekeliling Istana yang sudah dipenuhi oleh rakyat serta orang-orang penting kerajaan.


Kayla terus melangkahkan kakinya dengan berat masuk ke dalam Istana.





**TBC


HAPPY READING


SEE YOU NEXT PART


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMAKASIH 😘😘


💥💥💥💥💥💥


MAMPIR JUGA KE NOVEL TEMEN OTHOR YUK 😘**