
Kayla menatap kedua prajurit yang ada di hadapannya dengan tajam.
"PRAJURIT!! PRAJURIT!!!" teriak Kayla memanggil prajurit lain.
Kedua prajurit berlari menghampiri Kayla.
"Kalian pegang wanita tua itu dan aku akan memberikan pelajaran kepada kedua prajurit pengkhianat ini." Kayla menghempaskan tangan Ratu Elisabeth dengan kasar.
Kedua prajurit memegang tangan sang Ratu.
"Jika kalian memang punya nyali, ayo lawan aku. Bahkan kalian berdua pun aku tidak akan takut!!" teriak Kayla penuh emosi.
"Maaf jika kami harus berbuat kasar kepada, Tuan Putri." ucap salah satu prajurit dan langsung berjalan cepat ke arah Kayla.
Hap!
Kayla berhasil menangkap tangan prajurit saat prajurit itu ingin memberikan bogeman kepada Kayla.
"Sungguh kalian semua tidak pantas diberi maaf ataupun diberi kesempatan untuk hidup! Kalian adalah penjahat, dan kalian sudah membangunkan singa yang tertidur lama ini." ucap Kayla dengan mata tajamnya.
Bugh!
Kayla menendang aset berharga milik sang prajurit.
Bles!
Dengan satu kali tusukan pisau belati milik Kayla berhasil menembus perut prajurit itu.
Kayla menarik pisaunya dengan kasar dari perut sang prajurit.
Darah mengalir dari perut prajurit dan Kayla mendorong tubuh prajurit itu dengan kasar hingga prajurit jatuh ke lantai.
"Ayo, kau juga maju. Aku ingin lihat seberapa pandai dirimu dalam ilmu bela diri," Kayla mengacungkan pisaunya.
Prajurit satu lagi maju dan mulai menyerang Kayla, untungnya Kayla bisa sedikit melakukan bela diri sehingga dia yakin tidak akan kalau dari prajurit-prajurit pengkhianat itu.
Bugh!
Kayla terjatuh di lantai karena kakinya ditendang oleh sang prajurit.
Kedua prajurit yang memegangi tangan Ratu ingin maju, tetapi Kayla memberikan kode agar kedua prajurit itu tidak ikut campur dalam urusannya.
Sudut bibir Kayla berdarah, dia berdiri dengan menggenggam pisau belati di tangannya erat. Matanya menyorot tajam menatap sang prajurit, dan Kayla mulai maju untuk menghajar prajurit itu.
Perkelahian antara wanita dan pria itu semakin memanas hingga akhirnya Kayla berhasil melumpuhkan sang prajurit.
Bugh!
Bugh!
Kayla memainkan siku tangannya untuk menghajar sang prajurit hingga terjatuh, tak lupa dia memberikan robekan di bagian lengan sang prajurit menggunakan pisau tajamnya.
Bles!
Kayla menusuk perut prajurit yang kala itu tergeletak di lantai dengan darah yang mengalir di lengan dan saat ini ditambah darah yang mengalir di perut.
Kayla memijak perut keda prajurit menggunakan sepatu heelsnya, lalu setelah itu dia beralih menatap Aurora.
"Apa kau ingin bernasib seperti mereka berdua?" tanya Kayla dingin.
Glek!
Aurora meneguk kasar saliva nya. 'Aku tidak menyangka jika Leona mempunyai ilmu beladiri yang sangat hebat.'
"Ikut dengan ku atau aku akan menyeret mu masuk ke dalam ruang bawah tanah." pinta Kayla dengan tatapan tajam.
Saat ini sudut bibirnya dan lengannya terluka karena tadi sang prajurit berhasil memberikan goresan di lengan Kayla menggunakan Pedang. Ketepatan prajurit yang memegangi tangan Ratu Elisabeth juga membawa pedang jadi Kayla bisa melawan prajurit itu dan menghalangi pedang sang prajurit agar tidak lagi mengenai tubuhnya.
"AYO CEPAT IKUT!" bentak Kayla marah.
"I—iya, aku akan berjalan sendiri mengikuti mu." ucap Aurora gemetaran karena takut.
Mereka berjalan turun ke ruang bawah tanah dengan Ratu Elisabeth yang berada di dalam pegangan kedua prajurit dan Aurora yang membuntuti dari belakang.
'Semuanya belum selesai, masih banyak kejutan yang akan aku berikan pada kalian wahai penjahat sialan!' batin Kayla dengan penuh dendam.
•
•
•
**TBC
Happy reading
See you next part
jangan lupa berikan dukungannya, terimakasih 😘😘
🍎🍎🍎🍎🍎
MAMPIR KE NOVEL KARYA TEMEN MOM YUK**