Lady Devil

Lady Devil
BAB 26 LADY DEVIL



Kayla tengah berada di ranjang, matanya mengerjap perlahan dan kemudian mata indah itu terbuka sempurna.


"Ssh.." desah Kayla merasakan nyeri di perutnya.


Kayla bangun sembari memegangi perut dan melihat sekeliling. "Huft, syukurlah aku masih hidup." Kayla bernafas lega.


KRIET!


Pintu kamar terbuka dan terlihat Raja Vincent, Pangeran Eric dan Pangeran Alvaro masuk ke dalam.


"Ayah," seru Kayla pelan dengan senyum yang mengembang di bibir pucat nya.


Raja Vincent segera duduk di tepi ranjang dan memeluk tubuh Putrinya. "Syukurlah kau sudah sadar anakku, Ayah sangat khawatir dengan keadaanmu"


"Ayah, aku baik-baik saja.." Kayla menggenggam kedua tangan sang Ayah.


"Untung saja Ayah dan Pangeran Alvaro datang tepat waktu, jika tidak entah apa yang akan terjadi padamu."


"Ayah sudahlah, mengapa Ayah bicara seperti itu? Yang penting sekarang aku selamat dan dalam keadaan baik," Kayla berbicara lembut.


"Maaf karena aku tidak bisa menjaga dan melindungi mu." Pangeran Eric angkat suara.


Kayla beralih menatap sang suami. 'Dia bilang apa? Maaf! Astaga, baru kali ini aku mendengar kata itu keluar dari mulutnya,' batin Kayla dan tanpa sadar senyumnya terbit.


"Kau tidak perlu merasa bersalah, Pangeran. Semuanya telah terjadi, maka lupakan lah" Kayla kembali menatap Raja Vincent. "Ayah, sudah berapa lama aku berada di kamar ini dalam keadaan pingsan?"


"Dua hari. Sudah dua hari kau tidak sadarkan diri, Ayah sempat khawatir tetapi saat ini Ayah sangat bersyukur karena bisa mendengar suaramu dan melihatmu membuka mata," Raja tersenyum sembari menangkup wajah sang Putri yang sangat mirip dengan Almarhumah Ratu Jihan.


"Bagaimana kakak ipar bisa datang ke Kerajaan Selatan?" Kayla menatap sang Ayah dan Pangeran Alvaro bergantian.


"Pangeran Alvaro sengaja datang ke Istana untuk bertemu denganmu. Dia mendengar bahwa kau berada di Istana maka dia memutuskan untuk datang dan ingin membicarakan sesuatu. Ketepatan saat itu Ayah dan para prajurit ingin pergi menjemputmu ke kerajaan Selatan, Ayah bertemu dengan Pangeran ketika ingin keluar gerbang Istana. Pangeran bertanya dan Ayah menjelaskan semuanya, lalu kami bersama-sama pergi ke Kerajaan Selatan" Raja Vincent menjelaskan.


Kayla hanya mengangguk. "Jadi seperti itu? Aku sangat berterimakasih denganmu kak, jika kau tidak datang waktu itu aku tidak tau bagaimana nasibku saat ini. Mungkin saja aku sudah berada di pangkuan Tuhan,"


"Sst.. Berhenti mengatakan itu, Leona. Aku juga sekaligus ingin membantu Eric dalam menolong mu," Pangeran tersenyum tulus.


"Aku sadar bahwa aku sangat banyak kekurangan, aku benci itu semua! Tapi aku juga tidak bisa menghukum orang lain untuk keegoisanku ini," Pangeran bergumam sembari terus mendorong kursi rodanya.


Di dalam kamar.


"Ayah permisi keluar sebentar, kalian bicaralah dulu." Raja Vincent bangkit dari ranjang dan meninggalkan sang Putri bersama dengan Pangeran Alvaro. Raja yakin bahwa Pangeran Alvaro ingin mengatakan sesuatu yang penting, jadi Raja tidak ingin menghalangi pembicaraan kedua anak muda itu.


Setelah Raja pergi.


"Aku ingin meminta maaf atas kejadian tempo lalu ketika Eric menghukum mu," Pangeran mulai bicara.


"Maaf? Aku rasa tidak perlu kak, sebagai suami Pangeran Eric memang pantas marah dan sebagai Istri aku juga salah karena aku berduaan dikamar bersama dengan kakak ipar ku sendiri."


"Kau tidak menyalahkan ku ataupun Eric?"


Kayla menggeleng. "Tidak ada yang harus disalahkan," ucap Kayla dengan senyuman.


Pangeran Alvaro mengangguk. "Leona, jika aku mengatakan bahwa aku mencintaimu kira-kira apa yang akan kau pikirkan?"


Kayla terkejut.


•


•


•


***TBC


HAPPY READING


SEE YOU NEXT PART


JANGAN LUPAKAN DUKUNGANNYA, TERIMAKASIH 😘😘***