Lady Devil

Lady Devil
Bab 53 LADY DEVIL



Kayla kembali menepuk pundak kakak sepupu Putri Leona dengan sedikit kencang.


"Sst! Apa kau tidak—" ucapan Santika terpotong ketika dia menoleh ke belakang.


Glek!


Santika membekap mulutnya sendiri saat dia melihat siapa yang ada dibelakangnya. "Le—Leona? Sejak kapan kau berada disini?"


"Sejak kau mengatakan bahwa kau telah menguping aku dan kakak ipar ku yang berada di dalam kamar." Kayla melipat kedua tangannya di dada.


"T—tapi, bagaimana mungkin?" Santika jadi salah tingkah dan bingung.


"Mungkin saja, karena sedari tadi aku dan kakak ipar ku berada di ruang istirahat suamiku, bukan di kamar."


Santika menjadi malu. "Maaf karena aku sudah mencurigai kalian berdua.."


"Sudahlah lupakan, aku dan Putri Leona tidak ada hubungan apapun jadi kau tidak perlu mencurigai kami.'' jelas Pangeran Alvaro dengan tegas.


"Sekali lagi maafkan aku," Santika menundukkan kepala.


"Ada apa ini?" Pangeran Eric menghampiri istri dan kakak nya.


"Pangeran, akhirnya kau pulang." Kayla mendekat ke arah Pangeran.


"Ada apa Tuan Putri?"


"Kakak ipar ingin membicarakan sesuatu padamu, dan tadi kami ke ruang istirahat guna mengambil sesuatu yang kakak ipar butuhkan." jelas Kayla dengan memeluk lengan Pangeran.


"Apa ini tentang tugas yang ku tanyakan tempo hari pada kakak?"


Pangeran Alvaro mengangguk sembari melirik Santika sejenak. "Kita bisa bicarakan hal itu di ruang Istirahat, ayo!"


Kedua kakak-beradik itu pergi dari hadapan Kayla dan Santika.


Setelah suaminya sudah menjauh, Kayla melirik Santika sekilas.


"Aku permisi dulu," Kayla ingin melangkah tetapi Santika menghentikan langkah Kayla.


"Leona, tunggu! Aku ingin bertanya tentang kakak ipar mu." Santika menarik tangan Kayla dan mereka masuk ke dalam kamar.


"Kakak ada apa?"


Kedua wanita beda usia itu duduk di tepi ranjang.


"Apa kakak ipar mu itu sudah memiliki kekasih?"


Dahi Kayla mengerut. "Apa yang kau katakan?"


"Ck! Kau ini, aku ini bertanya apa kakak ipar mu sudah memiliki kekasih?"


Sudut bibir Kayla tertarik ke atas mengulas senyum. "Oh.. Jadi kakak tertarik dengan kakak ipar ku? Hm," Kayla menggoda Santika.


"Kau ini apa-apaan, aku hanya bertanya." Santika bersungut kesal.


"Awalnya bertanya tapi lama kelamaan kau pasti akan tertarik dengannya." Kayla tersenyum tipis.


'Bukan pasti lagi, aku memang sudah tertarik dengan kakak ipar mu yang tampan itu. Tapi sebagai seorang wanita dan Putri kerajaan aku harus sedikit jual mahal,' batin Santika.


"Kenapa kakak diam?" Kayla menjentikkan jari nya didepan wajah Santika.


"Sudahlah, aku sangat kesal." Santika beranjak dari duduknya dan keluar dari kamar Kayla.


"Pftt! Haha.." Kayla tertawa ketika melihat wajah Santika yang terlihat kesal.


Sementara Santika terus berjalan ke lantai bawah dengan menggerutu. "Leona benar-benar tidak peka, harusnya'kan dia menjawab pertanyaan ku, bukan meggodaku seperti itu."


"Aw.." pekik Santika kaget ketika dia baru saja menginjak tangga pertama untuk turun ke lantai bawah.


"Aduh kakiku.." Santika merintih sembari memijat pergelangan kakinya.


Pangeran Alvaro yang kebetulan sudah keluar dari ruang istirahat langsung pergi pamit kembali ke kerajaan. Dahinya mengerut ketika melihat seorang wanita yang terduduk di tangga.


"Apa kau tidak bisa duduk di tempat lain?" ucap Pangeran ketika menginjakkan kakinya di tangga pertama.


Santika sontak mendongak. 'Dia tadi bilang apa? Duduk di tempat lain? Apa dia pikir aku sedang bersantai di tangga ini? Dasar! Jika dia tidak tampan dan aku tidak tertarik padanya, maka aku pasti sudah mencarakar wajahnya itu.' batin Santika kesal.


"Apa kau akan terus melihat ku tanpa berniat untuk menolong?" ujar Santika.


"Bersantai? Kaki ku terkilir dan kau bilang aku sedang bersantai? Oh Tuhan, mengapa pria tampan sepertimu mempunyai mata yang katarak?" ucap Santika keceplosan, dia sering sekali berbicara tanpa rem.


"Katarak? Maaf tapi aku memang tidak melihatmu yang kesakitan, aku lihat wajahmu biasa saja tanpa beban apapun."


"Baiklah, apa kau sudah selesai berbicara? Kalau sudah ayo cepat bantu aku berdiri," Santika mengulurkan tangan kanannya kepada Pangeran.


"Mohon maaf sekali lagi, aku tidak akan menyentuh wanita yang tidak pernah ku kenal ataupun baru ku lihat." setelah mengatakan itu, Pangeran langsung pergi dari hadapan Santika.


"Ya Tuhan.. Dia bilang apa, tidak akan menyentuh? Sungguh menyedihkan, apa aku ini adalah manusia yang haram untuk disentuh?" Santika bersungut kesal dan mencoba berdiri dengan berpegangan pembatas tangga.


PerlahanbSantika berjalan menuju kamar tamu yang letaknya dilantai bawah.


Sementara di dalam kamar.


Setelah Santika pergi, Kayla memutuskan untuk berendam di bathub dengan memakai aroma Vanila yang dia siram ke air dalam bathub.


"Huem.. Rasanya benar-benar menenangkan," Kayla memejamkan kedua matanya sembari mendongak dan menghirup dalam-dalam sabun cair aroma Vanila tersebut.


Pangeran Eric yang baru selesai membicarakan sesuatu tentang perang dengan kerajaan Selatan langsung masuk ke dalam kamar Kayla. Berkat semua kerja keras Kayla dan Bibi Helen selama beberapa bulan dengan membuat ramuan herbal untuk kesembuhan Pangeran dari lumpuh, akhirnya saat ini Pangeran sudah tidak lagi memakai kursi roda.


"Putri Leona?" Pangeran mengulirkan bola mata ke setiap sudut kamar.


"Kemana Putri Leona?" gumam Pangeran sembari terus berjalan menuju balkon.


Pangeran heran karena tidak mendapati sang permaisuri dimanapun. Ketika Pangeran ingin memutuskan untuk keluar dari kamar, matanya tertuju ke pintu kamar mandi.


Pangeran berjalan menuju kamar mandi, entah mengapa feeling nya mengatakan bahwa sang permaisuri berada di dalam sana.


Pangeran dengan perlahan membuka pintu kamar mandi, dan pemandangan pertama yang dia lihat adalah wajah cantik berseri milik Putri Leona tengah mendongak ke atas sembari memejamkan mata. Pangeran masuk ke dalam kamar mandi tanpa permisi, dia menghampiri Kayla yang sedang berendam di dalam bathub.


Cup!


Satu kecupan Pangeran tinggalkan di pipi sebelah kiri milik Putri Leona.


Karena terkejut Kayla langsung membuka kedua mata dan dia terjingkat kala melihat Pangeran yang sudah berada disamping bathub nya.


"P—pangeran?" Kayla gugup dan menatap tubuhnya sendiri yang tidak memakai sehelai benang pun.


"Kenapa kau terkejut?'' Pangeran menatap wajah cantik Putri Leona.


"Bagaimana aku tidak terkejut, kau datang seperti hantu yang tiba-tiba sudah berada disini tanpa ada suara sendikitpun." Kayla mencoba menetralkan degup jantungnya.


"Maafkan aku jika membuatmu benar-benar terkejut." Pangeran membelai pipi Putri Leona.


"Em.." Kayla mengangguk. "Kau tidak perlu meminta maaf," Kayla menyuguhkan senyum terbaiknya kepada sang suami.


Senyuman yang membuat Pangeran sangat ingin menerkamnya.


"Apa aku boleh?" Pangeran menunjuk bibir Putri Leona .


Kayla meneguk saliva nya kasar sembari mengangguk malu.


Pangeran yang sudah mendapat aba-aba langsung segera mendekatkan wajahnya dan ******* bibir manis milik Putri Leona.


Terjadilah mandi bersama dengan busa dan bercampur keringat.





**TBC


HAPPY READING


SEE **You next part


jangan lupakan jejak dan dukungannya, terimakasih 🙏🏻


🍎🍎🍎🍎🍎🍎


SEMBARI MENUNGGU UP, MAMPIR KE NOVEL TEMEN OTHOR YUk ❤**