
Kayla menatap tidak percaya ke arah Ratu Elisabeth. “Apa maksud Bibi! Kenapa Bibi menyeret nama Ibuku?’’.
“Haha.. Kau mau tau, akulah yang sudah membunuh Ibumu!’’ Ratu menunjuk wajah Kayla.
Kayla menggeleng tidak yakin. ‘’Kau bohong, kau tidak mungkin melakukan hal sekeji itu, Bibi!”
“Kau bilang aku tidak mungkin melakukan hal itu! Buktinya sekarang aku sedang mencoba untuk membunuh Ayahmu. Dan sebentar lagi, kau juga yang akan ku bunuh!” Ratu melotot ke arah Kayla.
Kayla memundurkan langkah dengan perlahan sembari menggeleng, dia tergesa-gesa keluar dari kamar Ratu Elisabeth. Air mata bercucuran di pipi Kayla, dia tidak menyangka jika Ratu Elisabeth benar-benar sangat jahat. Kayla sampai di kamarnya dan segera mengunci pintu kamar.
“Hiks..” Kayla terisak sambil berbaring tengkurap di kasur. “Kenapa begitu berat hidup yang kau jalani, Putri Leona. Aku ingin menyerah tapi aku bukanlah perempuan yang lemah, aku harus bisa membalas segala perbuatan Ratu Elisabeth.” Kayla menatap lurus kedepan dengan tatapan tajam, dia juga menghapus air matanya dengan kasar.
•
•
•
Sementara di mansion.
Eric hanya diam saja memandangi kamar milik Kayla. Entah mengapa dia sangat merasa bersalah telah menghukum istrinya dengan begitu kejam.
“Jack, apa hukuman yang ku berikan untuk Leona terlalu kejam?”
“Maaf, Pangeran. Menurut saya memang hukuman yang anda berikan kepada Tuan Putri sangat berat, Tuan Putri mengatakan bahwa semua itu hanyalah salah paham tetapi Pangeran tidak ingin mendengar penjelasan dari Pangeran Alvaro ataupun Tuan Putri.’’ Jelas Jack menjawab.
Mendengar nama Alvaro, Pangeran Eric ingin pergi menemuinya.
“Aku ingin pergi ke kerajaan Timur,”
Jack menatap Pangeran. “Apa saya tidak salah dengar Pangeran?”
“Apa kau sekarang sudah menjadi tuli, Jack?”
Jack menunduk, dia tidak ingin Pangeran Eric marah padanya. “Saya akan mempersiapkan kereta dan prajurit untuk mengawal. Pangeran tau kan, bahwa nyawa Pangeran sedang dalam incaran”
“Hm, aku mengerti.”
Mereka segera bersiap untuk berangkat ke kerajaan Timur.
***
Beberapa jam kemudian sampailah kereta kencana milik Pangeran Eric dihalaman luas Istana Istand. Pangeran Eric segera turun dengan dibantu oleh Jack.
Sesudah turun, Jack langsung mendudukkan pangeran di kursi roda. Jack pun segera mendorong kursi roda masuk ke dalam Istana.
“Apa Paduka Raja Ahmad ada di dalam?” Jack bertanya kepada salah satu Prajurit.
“Ada keperluan apa kalian mencarinya?”
“Aku adalah Putranya, apa aku tidak boleh menemui Ayahku sendiri?” Pangeran Eric
angkat bicara.
Prajurit hanya diam sembari membukakan pintu gerbang.
Pangeran dan Jack terus masuk ke dalam hingga mereka sampai di dalam Istana.
“Raja Ahmad!” teriak Pangeran Eric memanggil nama sang Ayah.
Tap
Tap
"Berani sekali kau datang ke Istana ku," ucap Raja Ahmad sombong.
"Tidak perlu berbasa-basi. Aku ingin bertemu dengan Putra mahkotamu."
"Alvaro? Ada apa kau ingin bertemu dengannya? Apa kau ingin meminta bantuan?" Raja tersenyum miring.
"Cih! Sombong,"
Pangeran Alvaro yang mendengar suara ribut langsung turun ke lantai bawah.
"Eric,"
Pangeran Eric menatap sang kakak dengan sinis.
"Kau ada disini?" Pangeran Alvaro bertanya kala sudah berada di dekat Pangeran Eric.
"Ya! Aku ingin mengatakan jangan pernah dekati istriku! Kau sudah merebut kedudukan ku sebagai Putra Mahkota, dan sekarang kau juga berusaha merebut hati istriku?" ucap Pangeran tajam.
Terdengar tawa mengejek dari mulut Raja Ahmad.
"Mengapa? Apa istrimu sudah berpaling?" Raja bertepuk tangan. "Lihatlah dirimu, Eric. Menjadi seorang suami saja kau tidak becus, apalagi menjadi Putra Mahkota dan memimpin kerajaan, bahkan berjalan saja harus memakai bantuan kursi roda. Sangat menyedihkan."
Pangeran menatap Raja dengan mata memerah karena marah. Jack yang mengetahui langsung pamit undur diri.
"Pangeran Alvaro, semoga anda bisa memikirkan ucapan Pangeran Eric. Kami permisi undur diri," Jack langsung memutarkan kursi roda milik Pangeran Eric, sementara Pangeran Eric hanya diam saja.
Pangeran masih memikirkan ucapan Raja Ahmad yang mengatakan dirinya adalah suami tidak becus dan harus bermimpi menjadi Putra Mahkota serta pemimpin.
'Seharusnya anda tidak perlu datang ke neraka itu, Pangeran. Lihatlah, anda hanya dihina dan dicaci' batin Jack bersedih dan mereka masuk ke dalam kereta kencana.
Kereta kencana pergi meninggalkan pekarangan Istana.
•
•
•
**Tbc
HAPPY READING
SEE YOU NEXT PART, BYE..
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA KOMENTAR AGAR OTHOR LEBIH SEMANGAT UP 😘
🍎🍎🍎🍎🍎🍎
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMEN OTHOR 💋**