
Gadis dengan rambut panjang berwarna kecoklatan sedang memantau dirinya dari depan cermin.
"Aku sangat cantik sekali," gumam nya dengan tersenyum manis.
Gadis berusia dua belas tahun itu memutarkan tubuh nya dengan sangat bahagia.
Ceklek!
Pintu kamar sang gadis kecil terbuka dan seorang wanita dewasa menghampiri gadis itu.
"Tuan Putri Elif," Ratu Neha memanggil putrinya dengan suara lembut.
Elif menghentikan putaran di tubuh nya dan tersenyum melihat Ibu Ratu masuk ke dalam kamar.
"Ibu," Elif memeluk tubuh sang Ibu.
"Apa kau sudah selesai bersiap?" tanya Ibu Ratu dengan memegang dagu Elif lembut.
Elif mengangguk dan tersenyum manis.
"Baiklah. Ayo kita keluar, Ayah mu sudah menunggu di bawah."
Mereka berdua langsung keluar dari kamar.
Sesampainya diluar Istana.
"Ayah!" Elif langsung memanggil sang Ayah dan berlari kecil hingga dia masuk ke dalam pelukan Raja Valen.
"Tuan Putri Ayah sangat cantik sekali." Raja Valen mengecup kedua pipi Putri nya. "Sudah selesaikan? Ayo kita berangkat, Ayah yakin keluarga Wicaksana sudah menunggu kita di Istana."
Mereka semua masuk ke dalam kereta kencana dan tak lama kemudian kereta langsung melaju di kawal oleh tiga kereta lainnya yang membuntuti dari belakang.
Raja Valen, Ratu Neha, dan Putri Elif saat ini ingin pergi ke Istana Hedder. Berhubung usia Pangeran Aksa dan Putri Elif sudah menginjak dua belas tahun, kedua keluarga bangsawan itu akan melangsungkan prosesi pernikahan malam ini juga.
•
•
•
Di Istana Hedder.
"Aku tidak mau menikah dengannya!" teriak Pangeran Aksa dengan lantang .
"Pangeran, Ibu mohon pikirkan lagi ucapan mu itu nak. Jangan sampai Ayah mu marah besar dan kau bisa di beri pelajaran nantinya,"Kayla terus mencoba membujuk sang Putra.
"Bu, kenapa kalian tidak bertanya padaku dulu sebelum melaksanakan perjodohan ini?" Pangeran duduk di tepi ranjang.
"Karena kami menjodohkan mu dengan Putri Elif sedari kalian masih bayi. Ibu mohon kau harus mau menikah dengan Putri Elif, suatu saat nanti jika kalian dewasa dan tau akan cinta yang sesungguhnya, Ibu yakin kau pasti akan mencintai Putri Elif. Nak, Putri Elif adalah gadis yang sangat baik, cantik, dan juga anggun serta terlahir dari keluarga bangsawan yang terpandang." jelas Kayla.
"Kenapa kau berbicara seperti itu, Pangeran? Tentu saja kami sangat sayang padamu, Ibu dan Ayah memilihkan seorang gadis yang baik untukmu dan itu semua demi apa? Demi kebaikan dirimu." Kayla menatap tulus ke arah Pangeran.
Pangeran menoleh ke arah Kayla dan manik mata mereka bersitubruk. Pangeran tidak tega melihat mata indah itu menatapnya dengan sendu.
"Ibu jangan menatap ku seperti itu." Pangeran memeluk tubuh Kayla dari samping.
Kayla hanya tersenyum tipis dan memeluk tubuh Pangeran. "Jadi bagaimana? Kau mau menikah dengan Putri Elif bukan?"
Pangeran mengangguk lesu.
Tok! Tok!
Pintu kamar Pangeran diketuk oleh seseorang.
"Masuk!" teriak Kayla dari dalam dan pelukan mereka berdua terurai.
"Permisi, Yang Mulia. Keluarga Paduka Raja Valen sudah sampai dan Yang Mulia serta Pangeran diperintahkan untuk keluar sekarang juga." jelas maid sembari menunduk hormat.
"Baiklah kami akan keluar sekarang, kau bisa pergi."
Maid mengangguk dan langsung berlalu pergi.
"Lihat, mempelai wanita sudah datang, ayo.'' Kayla bangkit dari ranjang.
"Bu, kenapa bukan Andra saja yang dijodohkan? Mengapa harus aku?" ucapan lesu yang keluar dari mulut Pangeran Aksa.
"Karena dia itu adik mu, nak. Kau adalah kakak, maka kau duluan yang harus menikah," Kayla harus memberikan alasan tidak masuk akal kepada Pangeran Aksa.
Aksa hanya diam saja karena dia pun tidak tau menahu bagaimana tradisi kerajaan.
•
Pangeran Abiyaksa ❤
Putri Elif Andara
•
**TBC
Happy reading dan sampai jumpa 🤗
Jangan lupa berikan dukungannya selalu, terima kasih 😘**