Lady Devil

Lady Devil
BAB 41 LADY DEVIL



Kayla mengambil cambuk dan berdiri tepat dihadapan tabib yang saat itu tubuhnya sudah gemetaran.



Visual cambuk


"Jika kau tidak ingin mengatakan hal yang sebenarnya maka cambuk ini akan mencabik-cabik tubuhmu hingga tidak berbentuk." gertak Kayla dengan tatapan tajam.


"Terserah! Terserah anda ingin mengatakan apapun, saya tidak takut karena saya tidak bersalah!" teriak sang tabib.


Ctar!!!


Satu kali cambukan berhasil mendarat di tubuh tabib.


Tabib meringis dan mengerang sakit.


"Apa kau masih ingin tetap bungkam?" Kayla bersiap untuk mencambuk lagi tetapi sang tabib tetap pada pendiriannya dan tidak ingin buka mulut.


"Jangan salahkan aku jika hari ini akan menjadi hari terakhir untukmu Khailan."


Ctar!


Ctar!


Ctar!


Kayla berulang kali mencambuk tubuh tabib hingga mengeluarkan darah dan pakaian tabib itu pun robek.


"KATAKAN PADAKU APA YANG TELAH KAU DAN RATU ELISABETH LAKUKAN KEPADA AYAHKU!!!" bentak Kayla emosi dengan mata memerah.


Tabib masih diam dan mengerang kesakitan.


"Baiklah, jika kau tidak ingin buka mulut maka aku akan menghabisi mu sekarang juga dengan tanganku sendiri!" Kayla bersiap untuk mencambuk tabib lagi tetapi suara tabib berhasil menghentikan laju cambuk Kayla.


"Baik! Baik Tuan Putri, saya akan mengatakan yang sejujurnya." ucap tabib dengan suara parau dan gemetaran.


"Hm, jadi?" Kayla berdiri dengan tangan yang bertengger di pinggang.


"Beberapa hari yang lalu sebelum Raja tiada, saya datang ke Istana karena dipanggil oleh Ratu Elisabeth. Ratu memerintah agar saya membawa ramuan yang sangat ampuh supaya Raja cepat meninggal dunia. Mendapatkan imbalan yang sangat besar membuat saya buta hati dan membawa ramuan itu lalu memberikan pada Raja, Raja pingsan dan mulutnya mengeluarkan bui. Disitulah racun mulai menyebar dan membuat jantung Raja berhenti berdetak." jelas tabib dengan meringis menahan sakit yang luar biasa akibat cambukan kasar dari Kayla.


Kayla memberikan kode kepada dua prajurit dibelakangnya dan prajurit maju mendekat ke samping Kayla.


"Masukkan dia kedalam jeruji besi, jangan ada yang berani membantunya keluar sebelum aku yang memerintah!" perintah dari Kayla kepada kedua prajurit.


"Siap, Tuan Putri." kedua prajurit itu langsung membuka tali yang mengikat tubuh tabib, lalu mereka menyeret tabib masuk ke dalam jeruji besi.


"Bagus, obati lukanya karena setelah ini aku akan memberikan kejutan yang sangat istimewa untuk penjahat itu." Kayla berbicara santai sembari tersenyum sinis.


"Baik, Tuan Putri." sahut kedua prajurit itu.


"Untuk kalian berdua, aku tugaskan kalian menjaga-jaga di sekitar ruang bawah tanah ini. Pastikan tidak ada yang membantunya untuk keluar dari jeruji besi atau aku akan memenggal kepala kalian berdua. Paham!"


"Baik, Tuan Putri. Kami akan menjalankan perintah dari anda dengan baik dan teliti," sahut salah satu prajurit dengan menundukkan kepalanya hormat.


Kayla mengangguk puas dan membalikkan tubuh untuk pergi dari ruangan gelap nan menyeramkan itu.


'Sekarang tinggal giliran mu, Ratu Elisabeth. Kau sudah merubah kucing manis menjadi seekor singa.' batin Kayla penuh dendam dan kemarahan.


Kesabarannya saat ini telah habis karena permainan dari Ratu Elisabeth. Kayla terus berjalan menuju kamar Ratu Elisabeth untuk memberikan sebuah pelajaran, hatinya saat ini telah buta oleh amarah dan dendam yang mendalam.





Pisau yang Kayla pegang



**TBC


HAPPY READING


SEE YOU NEXT PART TOMORROW


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMAKASIH 🙏🏻🙏🏻**