
Pangeran Alvaro memandang wajah Kayla dengan seksama tanpa berkedip.
"Leona, jika aku mengatakan bahwa aku mencintaimu, kira-kira apa yang akan kau pikirkan?"
Kayla terkejut dengan mulut menganga. "Apa maksud kakak?"
Pangeran menghembuskan nafas perlahan. "Jujur mulai dari awal kita bertemu di Istana aku sudah tertarik padamu. Tetapi apalah daya, aku tidak bisa berbuat apapun karena kau akan menikah dengan adik kandungku."
Kayla menggeleng. "Kak, apa kau sadar dengan yang kau ucapkan? Aku tidak mungkin menerima cintamu sementara aku sendiri sudah mencintai Pangeran Eric yang berstatus sebagai suamiku."
Pangeran Alvaro menatap Kayla. "Mencintai? Kau mencintai Eric? Benarkah?"
Kayla mengangguk pasti. "Ya! Entah kapan rasa ini ada di dalam hatiku, yang pasti jika aku jauh dari Pangeran aku seperti sangat merindukannya dan aku sangat ingin selalu berada di dekat pangeran meskipun aku tidak tau dia menganggap ku sebagai apa," Kayla menunduk sedih.
"Leona, jika dia tidak menganggap mu sebagai permaisuri, maka kau bisa menikah dengan ku. Bercerai lah dari Eric dan kita akan hidup bahagia, kau bisa mencoba mencintaiku dan melupakan Eric. Aku yakin itu sangat mudah dan hanya butuh waktu beberapa hari saja jika kita sudah bersama,"
"Aku harus memikirkannya terlebih dahulu kak, aku tidak ingin menyakiti hati suamiku."
Pangeran Alvaro mengangguk. "Aku akan menunggumu, Leona."
"Tidak! Maksudku, kenapa kakak harus menungguku? Kakak bisa mencari wanita lain untuk menjadi istri kakak,"
Pangeran Alvaro hanya diam saja. "Aku keluar dulu," Pangeran beranjak dari ranjang dan langsung keluar dari kamar.
Ya, saat ini Kayla sedang berada di Istana Istand Kerajaan Timur. Pangeran Alvaro memutuskan untuk mengajak Eric dan sang adik ipar agar menginap di Istana, sebab Raja Vincent ikut dengan mereka.
Setelah kepergian Pangeran Alvaro.
"Apa yang Pangeran Alvaro katakan? Aku sama sekali tidak ingin menikah dengannya, jujur dulu aku memang berharap dia yang menjadi suamiku tetapi entah mengapa saat ini hatiku menolak dan hanya menginginkan Pangeran Eric." gumam Kayla pelan. Dia ingin turun dari ranjang tetapi seseorang mengagetkannya.
"Kau masih lemas, jangan dulu turun dari ranjang.'' ucap Pangeran Eric sembari mendorong kursi rodanya masuk ke dalam kamar.
Kayla mendongak dan tersenyum ketika tau siapa yang datang. "Kau kembali? Aku pikir kau sudah pulang ke mansion dan meninggalkan diriku sendiri.''
"Pertanyaan bodoh apa itu? Tentu saja aku berada disini dan mana mungkin aku meninggalkan mu. Jika aku pulang ke mansion maka kau juga harus ikut bersamaku karena kau masih resmi menjadi Istriku.''
Kayla hanya tersenyum tipis mendengar ocehan Pangeran Eric. 'Dia sudah mau berbicara panjang lebar, syukurlah semoga saja ada perubahan yang baik,' batin Kayla memandang wajah Pangeran tanpa berkedip.
"Haha.. Kau tidak perlu takut jika nanti aku mencintaimu, karena saat ini aku memang sudah mencintai dirimu." Kayla langsung membekap mulutnya sendiri yang sudah keceplosan dalam berbicara.
'Astaga, ini mulut kenapa gak ada rem nya sih?' batin Kayla jengkel.
"Apa kau bisa mengulangi ucapan mu tadi?''
"Ucapan apa? Aku tidak bicara apapun, aku hanya mengatakan bahwa aku tidak mungkin mencintaimu." Kayla berkilah.
"Aku kurang jelas mendengar ucapan mu, tetapi aku sangat yakin bukan itu yang kau katakan tadi."
Kayla menarik nafas dan menghembuskan perlahan. "Baiklah aku akan jujur, terserah jika kau mau menganggap ku apa karena intinya saat ini aku sudah mencintai dirimu,"
Deg!
Pangeran Eric diam mematung ketika manik mata abu nya dengan manik mata biru milik Putri Leona bersitubruk dan saling memandang.
Sementara diluar, Pangeran Alvaro yang tidak sengaja lewat menguping pembicaraan sang adik dan adik ipar. Pangeran mengepalkan tangannya ketika mendengarkan ucapan Kayla yang mengungkapkan isi hatinya kepada Eric.
"Aku pasti bisa mendapatkan Putri Leona." geram Pangeran dan langsung pergi dari depan kamar tersebut.
•
•
•
**TBC
HAPPY READING
SEE YOU NEXT PART
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMAKASIH 😘😘**