Lady Devil

Lady Devil
Bab 73 Lady Devil



------------12 TAHUN KEMUDIAN-----------


Terlihat seorang gadis kecil berusia sepuluh tahun tengah bermain boneka di halaman belakang Istana.


“Cuma kau teman ku satu-satunya di tempat ini. Kau tau'kan, jika kita berbeda dengan mereka.” gumam gadis kecil itu berbicara dengan boneka nya yang sudah terlihat sangat jelek.


Tak!


“Aduh.” gadis tersebut memegang kepalanya yang kejatuhan sesuatu. “Itu tadi apa?” lanjutnya sembari melihat ke bawah bangku.


Sebuah kelereng terjatuh di bawah kaki sang gadis. “Siapa yang sudah melempar kelereng ini?” gadis itu menajamkan mata dan melihat seseorang yang bersembunyi dibalik pohon.


Gadis tersebut berjalan mengendap-endap bak seorang pencuri yang sedang mengincar mangsanya.


“Dor!” teriak gadis itu ketika sudah sampai di pohon yang tadi dia incar.


Lelaki kecil yang berusia dua belas tahun terkejut hingga dia terjatuh ke tanah.


“Haha..” gadis kecil nan manis itu tertawa terbahak-bahak ketika melihat sang Pangeran yang terjatuh.


“Kau keterlaluan.” Pangeran mengulurkan tangannya dan gadis kecil itupun membantu Pangeran berdiri.


“Bagaimana? Apa Pangeran terkejut?” gadis itu masih tertawa dengan memegangi perutnya.


“Tertawa lah sepuas hatimu, ayo tertawa..” Pangeran menggelitik perut temannya.


“Pangeran ampun, aku sudah tidak tahan lagi.. Jangan menggelitik ku seperti ini, haha.. Ampun,” air mata sang gadis sampai keluar


ketika Pangeran terus menggelitiknya.


Sementara Kayla, dia berjalan menyusuri lorong Istana untuk mencari sang Putra.


“Pangeran! Pangeran Andra!!” teriak Kayla memanggil Putra bungsu nya.


“Bu!” Pangeran Aksa menghampiri sang Ibu.


“Nak, apa kau melihat adikmu? Hari sudah siang dan dia belum juga makan,” Kayla memijit pelipisnya yang berdenyut sebab memikirkan Pangeran Andra yang sangat susah untuk di bujuk makan.


“Aku melihat dia di halaman belakang bersama dengan Sekar.” ujar Pangeran Aksa.


“Sekar? Astaga, jika Ayah mu sampai tau bisa habis Ibu.” Kayla segera berjalan cepat menemui sang Putra.


Pangeran Aksa tersenyum miring. “Kau dan kami berbeda status, Sekar.”


Pangeran Aksa sangat membenci Sekar, entah apa penyebabnya. Sementara Sekar, dia adalah gadis yang besar di Istana karena Ayahnya seorang tukang kebun setia yang sudah bekerja di Istana selama puluhan tahun, dan Ibu Sekar adalah seorang maid yang juga bekerja Di istana itu.


Pangeran menghentikan canda nya dan Sekar juga berhenti tertawa.


Kayla berjalan menghampiri Pangeran.


"Nak, ayo kita masuk." Kayla mengulurkan tangan untuk mengajak Pangeran masuk ke dalam Istana.


"Gak mau, Bu. Aku ingin bermain dengan Sekar." ucap Pangeran cuek.


Kayla menatap Sekar yang hanya menunduk takut, sebenarnya Kayla kasihan karena Sekar tidak mempunyai teman di Istana selain Pangeran Andra.


"Sekar, Pangeran makan siang dulu ya? Setelah itu kalian bisa kembali bermain. Pangeran harus menjaga kesehatan, kau tidak mau jika Pangeran sakit perut karena tidak makan bukan?" Kayla berbicara lembut kepada Sekar.


Sekar mengangguk.


"Bagus, kalau begitu Pangeran masuk ke dalam dulu ya?" Kayla tersenyum tipis.


"Iya, Yang Mulia. Pangeran masuklah, aku tidak ingin melihatmu sakit." Sekar berbicara dengan suara lembut nya.


Kayla dan Pangeran masuk ke dalam, sementara Pangeran Aksa segera menghampiri Sekar.


"Hei anak pelayan!" Pangeran mendorong Sekar dari belakang hingga sekar terjatuh.


"Aw," rintih Sekar memegangi siku tangan nya yang terasa sakit akibat terbentur tanah.


Sekar berdiri dan menatap Pangeran Aksa.


"Jangan pernah mencoba mendekati adikku, kau hanyalah seorang gadis miskin yang tidak pantas bermain dengan keturunan bangsawan seperti kami." setelah mengatakan itu, Pangeran Aksa langsung meninggalkan Sekar yang hanya menunduk seraya memegangi siku tangan nya.


"Hiks.." buliran bening jatuh membasahi pipi mulus milik Sekar. "Apa salahnya jika gadis miskin sepertiku bermain dengan mereka? Hiks.." Sekar sakit hati mendengar betapa pedasnya ucapan yang keluar dari mulut Pangeran Aksa.


Sekar berjalan kembali ke arah bangku untuk mengambil boneka nya.





**TBC


HAPPY READING DAN SAMPAI JUMPA 😍


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMA KASIH 😘😘**