
Kayla telah sampai di ruang bawah tanah.
Bruk!
Prajurit menghempaskan kasar tubuh Ratu hingga terbentur pintu jeruji besi.
"Lihatlah kebelakang tubuhmu, Bibi. Kau pasti sangat mengenal pria itu."
Ratu menegakkan tubuhnya lalu memutarkannya untuk tau siapa pria yang Kayla katakan.
Betapa terkejutnya dia kala yang dia lihat saat itu adalah tabib hebat kepercayaannya.
"Kau mengenalnya bukan?" ucap Kayla yang sudah berada di samping Ratu.
Ratu terkejut dan terjingkat. "A—aku sama sekali tidak mengenalnya."
"Oh ya? Ck! Kasihan sekali kau, Khailan. Setelah kau membantunya untuk menghabisi Ayahku sekarang dia mengatakan bahwa dia tidak mengenalmu. Menyedihkan!" Kayla tersenyum miring.
"Apa yang kau katakan, Leona? Aku benar-benar tidak mengenalnya, dan masalah Ayahmu dia itu memang tiada karena faktor usia." Ratu terus berkilah.
"Cih! Tua? Kau tau, tabib itu sendiri yang mengakui setiap kejahatan dirimu dan juga dirinya." geram Kayla dengan menatap tajam Ratu Elisabeth.
'Astaga, gawat! Leona sudah tau segalanya, apa lagi yang harus aku lakukan? Saat ini prajurit kepercayaan ku telah dihabisi oleh Leona, dan sebentar lagi pasti aku, atau putriku.' batin Ratu bermonolog.
Kayla menjentikkan jarinya tepat di depan wajah Ratu yang sedang melamun. "Apa kau sedang merenungi bagaimana nasibmu nanti, Bibi Elisabeth?"
Ratu tersadar dari lamunannya, dia menatap Kayla dengan tajam tetapi masih terdapat sorot takut di mata itu.
"Kau tidak perlu menatapku seperti itu, kau dan tabib kesayangan mu itu akan tiada bersama-sama, Bibi. Aku Leona Virgiano pasti akan membalaskan segala dendam dan kejahatan yang telah kalian lakukan kepada Ayah serta Ibuku." geram Kayla emosi dengan menekan setiap katanya.
"Leona, kau tidak bisa melakukan itu kepada Ibuku!" teriak Aurora tidak terima.
Kayla melirik Aurora dengan sinis. "Benarkah? Jadi aku harus melakukannya pada siapa, pada dirimu?"
Aurora hanya meneguk Saliva kasar, dia benar-benar tidak menyangka jika di balik sikap lembut yang Leona miliki ternyata Leona mempunyai sifat yang kejam dan berani.
Prajurit menghadap sembari menunduk di depan Kayla.
"Masukkan mereka berdua ke dalam jeruji besi ini bersama dengan tabib sialan itu!"
"Siap, laksanakan." kedua prajurit memasukkan tubuh Aurora dan Ratu ke dalam jeruji besi.
"Leona! Kau tidak bisa melakukan ini pada kami berdua, keluarkan kami dari tempat ini!" teriak Aurora emosi sembari memegang jeruji besi.
Kayla maju mendekat ke arah jeruji besi tersebut. "Mengeluarkan kalian? Sebelum aku puas membalaskan dendam atas kematian Ayah dan Ibuku, maka aku tidak akan pernah mengeluarkan kalian dari tempat ini. Bahkan, aku ingin kalian berada disini hingga membusuk!" Kayla menaikkan sebelah alisnya.
Aurora melongo dan melotot.
"Kenapa? Apa kau terkejut! Bukankah itu adalah kalimat yang kau dan Ibumu katakan ketika dulu aku berada di dalam jeruji ini? Sekarang semua ucapan itu aku kembalikan pada kalian, setelah ini masih banyak kejutan lain dan pasti akan membuat kalian bahagia." Kayla tersenyum miring.
Kayla membalikkan tubuh untuk pergi dari ruangan itu, tetapi dia lupa akan sesuatu dan menoleh sebentar ke arah Aurora. "Aku lupa akan sesuatu, kau tidak perlu melotot seperti itu di depan ku. Jika kau masih seperti itu maka aku pasti akan mencongkel bola matamu."
Setelah mengatakan hal tersebut Kayla langsung pergi menaiki anak tangga dan keluar dari ruang bawah tanah.
Ratu dan Aurora hanya diam saja menatap kepergian Leona, mereka mencoba untuk mencari jalan agar bisa pergi dari Istana dan selamat dari amukan Leona si singa betina.
•
•
•
**TBC
HAPPY READING AND HAPPY WEEKEND 😘
See you next part
jangan lupa tinggalkan jejak serta dukungannya, terimakasih banyak 🌹🌹**