Lady Devil

Lady Devil
BAB 25 LADY DEVIL



Rombongan Pangeran Eric sampai terlebih dahulu di Kerajaan Selatan.


"Hei Raja Glend! Keluarlah!!!" teriak Pangeran kencang ketika berada di depan gerbang Istana.


Para prajurit Raja Glend keluar berbondong-bondong.


"Dimana Raja kalian!" teriak Jack mewakili sang Pangeran.


"Sebelum kalian masuk dan bertemu Raja kami, kalian semua harus melawan kami terlebih dahulu!" ucap sang panglima.


"SERANG!!!!"


Para prajurit saling serang dan terjadilah baku hantam antara kedua kerajaan itu. Pangeran pun tidak tinggal diam, dia langsung menerobos masuk ke dalam Istana.


Prajurit yang menjaga di dalam tiba-tiba memukul Pangeran dari belakang. Pangeran terjatuh lalu bangkit kembali, untung saja dia sudah minum obat sebelum pergi ke Kerajaan Selatan.


"Kalian berani melawanku? Mundur lah atau aku akan memenggal kepala kalian!"


Ketiga prajurit itu hanya tersenyum lalu melayangkan pedang mereka ke arah Pangeran. Pangeran yang sudah terlatih tidak akan kalah dengan prajurit itu hingga para prajurit terjatuh ke lantai dengan darah mengalir di tubuh mereka.


"TOLONG!!!" teriak Kayla dari dalam ruangan.


Pangeran yang mendengar langsung berlari mencari asal suara.


"LEONA!! LEONA KAU DIMANA!" Pangeran berteriak hingga suaranya bergema di dalam Istana.


"JANGAN!!!" teriak Kayla kembali.


Pangeran yang memasang telinga dengan seksama langsung berlari ke arah kamar.


Brak!


Kamar itu didobrak oleh Pangeran.


Raja Glend yang sedang mengungkung Kayla langsung menoleh begitupun dengan Kayla yang sudah berderai air mata.


"Pangeran," lirih Kayla lega.


Dengan tatapan tajam Pangeran berjalan menghampiri Raja Glend. Sementara Raja Glend, dia tersenyum dan turun dari ranjang.


"Akhirnya kau datang juga, padahal aku baru saja ingin bersenang-senang dengan istrimu," Raja Glend tersenyum sinis.


Bugh!


Pangeran langsung memukul wajah Raja.


"Kau memang tidak pernah berubah, Pangeran. Kau masih saja tidak sabar dan selalu menggunakan tenaga dalam mu sebelum permainan dimulai,"


"BERHENTI BICARA DAN HADAPI AKU!" teriak Pangeran dengan amarah yang mendalam.


Kayla segera turun dari ranjang dan ingin berlari menghampiri Pangeran tetapi sebelum Kayla sampai di dekat Pangeran, Raja Glend sudah mencekal lengan Kayla dan menariknya hingga Kayla berada membelakangi Raja Glend.


"Sebelum memulai permainan, aku ingin kau melihat penderitaan istrimu terlebih dahulu." ucap Raja dengan melingkarkan tangan di leher Kayla.


"Uhuk.. Uhuk.." Kayla terbatuk karena siku Raja yang terasa mencekik lehernya.


Pangeran mengepalkan tangan. "Lepaskan istriku!"


"Haha.. Tidak semudah itu, Pangeran Eric. Kau ingat saat dulu membunuh adikku bukan? Aku akan membunuh istrimu seperti itu tetapi dengan cara yang lebih kejam. Aku ingin melihat wajah menderita mu, kau harus merasakan seperti yang ku rasakan! Aku kehilangan adikku dan aku akan segera membalas perbuatan mu!" bentak Raja marah.


"Leona tidak tau apapun, jangan bawa-bawa dia dalam masalah pribadi mu denganku! Cepat lepaskan dia!"


Air mata terus menetes di pipi Kayla, dia sudah pasrah jika harus mati hari ini dan tidak menuntaskan tugasnya.


Plak!


Raja menampar pipi Kayla dengan kuat hingga Kayla terhuyung kebelakang.


"Itu belum seberapa, Pangeran."


Plak!


Satu tamparan berhasil melayang di pipi Kayla kembali, tubuh Kayla terdorong kebelakang hingga kepalanya membentur meja.


Dugh!


"Argh," Kayla memegangi kepalanya dan dia menegakkan tubuhnya lalu menatap Pangeran Eric.


Pangeran Eric langsung marah ketika menatap wajah Kayla yang kepalanya berdarah juga di sudut bibir mengalir darah segar. Darah Pangeran saat ini sedang mendidih dan dia akan melenyapkan Raja Glend.


BUGH!


BUGH!


BUGH!


Berulang kali Pangeran memukul wajah Raja Glend hingga bibir Raja berdarah dan wajahnya penuh lebam. Raja bangkit dari duduknya dan dia tersenyum miring.


"Hanya itu yang mampu kau lakukan?"


Raja Glend mengeluarkan jurus mautnya dan langsung menendang kaki Pangeran Eric.


"ARGH!!!" teriak Pangeran kesakitan, kakinya terasa sangat sakit dan kram. Pangeran jatuh bersimpuh di bawah dengan memegangi kakinya.


Raja tersenyum remeh. "Pria lumpuh sepertimu tidak akan mampu melawanku, Pangeran. Tanpa bantuan panglima dan prajurit kau tidak akan bisa menyelamatkan siapapun." Raja Glend mengambil samurai nya. Dia memicingkan mata dengan samurai yang terarah pada Kayla.


Jantung Kayla bertalu semakin kencang dia takut jika hidupnya akan berakhir saat ini juga.


'Selamat tinggal semuanya, Pangeran.. Aku mencintaimu,' batin Kayla sembari menatap ke arah Pangeran yang melihatnya dengan sendu.


Raja mulai mengangkat samurai nya dan..


PRANG!


Suara samurai yang bergesekan begitu menggema di dalam kamar.





**TBC


HAPPY READING


SEE YOU NEXT PART BYE..


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK SERTA KOMENTAR AGAR OTHOR LEBIH SEMANGAT UP ❤ terimakasih 😘😘**