
Pangeran Eric berlari menuju kamar Kayla. Setelah sampai di depan kamar, Pangeran mencoba membuka pintu dan ternyata pintu tersebut dikunci oleh Kayla.
"Leona, Leona buka pintunya!" Pangeran menggedor pintu seraya berteriak.
Kayla yang berada di dalam kamar hanya terdiam sembari menangis sesegukan.
"Leona! Apa kau tidak mendengarkan ku? Aku bilang buka pintunya atau aku dobrak sekarang juga!" gertak Pangeran nekad.
"Satu... Dua... Ti—" ucapan Pangeran terpotong karena Kayla membuka pintu kamar.
"Leona," Pangeran menatap wajah Kayla yang sembab. "Kau menangis?"
Kayla menatap lurus ke depan. "Ada apa?"
"Maafkan aku, aku bisa menjelaskan semuanya. Dia itu—"
"Dia itu apa? Dia sudah melakukan kesalahan dan kau membunuhnya menggunakan tanganmu sendiri? Aku tidak mengerti bagaimana cara berpikir mu, Pangeran." Kayla masuk ke dalam kamar dengan Pangeran yang membuntutinya dari belakang.
"Leona, tapi dia sudah berani mengkhianati ku. Dia mencampurkan ramuan ke dalam makanan ku setiap hari agar aku tetap lumpuh dan lama-kelamaan mati." Pangeran menjelaskan.
Kayla duduk di tepi ranjang dan diikuti oleh Pangeran.
"Leona, aku mohon dengarkan aku." Pangeran ingin menangkup wajah Kayla tetapi Kayla dengan cepat menghindar.
"Jangan sentuh aku! Aku tidak mau disentuh oleh tanganmu yang bekas melenyapkan seseorang dengan kejam." ucap Kayla memalingkan wajah.
"Lalu aku harus bagaimana?"
"Kau harus membersihkan dirimu terlebih dahulu, aku masih ingat bagaimana tadi kau melenyapkan Vano dengan kejam dan tega." Kayla menunduk.
"Baiklah, aku akan menuruti ucapan mu, setelah itu kita akan berbicara.'' Pangeran berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah kamar mandi.
"Pangeran! Kau mau kemana?" Kayla menatap punggung belakang milik Pangeran.
"Tentu saja ingin mandi, bukankah kau yang menyuruhku untuk membersihkan diri?" Pangeran melirik Kayla sejenak.
"Tapi itu 'kan kamar mandi milikku."
"Semua kamar mandi yang ada disini milikku, termasuk dengan dirimu." Pangeran langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Kayla hanya melongo mendengar ucapan Pangeran. "Ternyata dibalik sikapnya yang kejam dia juga memiliki sikap yang menyebalkan." Kayla menghembuskan nafas dan lalu membaringkan tubuh di atas ranjang.
Beberapa menit kemudian.
Kayla menegakkan tubuh, dengan mulut menganga Kayla menatap Pangeran yang dengan santai berjalan ke arah ranjang.
"Kau, mengapa kau tidak memakai pakaianmu?'' ucap Kayla gugup.
"Apa masalahnya? Kau adalah permaisuri ku, jadi aku bebas mau bagaimana saja di depanmu." ucap Pangeran enteng sembari duduk di samping Kayla.
Dapat Kayla cium harum wangi vanilla dari tubuh tegap milik Pangeran.
"Aku akan segera meminta Jack untuk mengambilkan pakaianmu." Kayla ingin beranjak dari ranjang tetapi Pangeran dengan cepat menarik tubuh Kayla hingga Kayla jatuh di atas dada bidang Pangeran.
BRUK!
Mata Kayla dan Pangeran saling menatap, Kayla meneguk Saliva nya kasar ketika dia merasakan degup 'an jantung Pangeran yang terdengar kencang.
'Ya tuhan, demi apa.. Kenapa jantungku berdegup begitu kencang? Pangeran, aku mohon jangan menatapku seperti itu atau jantung ku akan meloncat keluar dari tempatnya..' batin Kayla memejamkan mata.
Pangeran tersenyum menatap wajah cantik milik Kayla. 'Kau sangat cantik Leona, bahkan hatimu juga baik serta tulus dalam hal apapun. Aku tidak menyangka bisa mencintai seseorang seperti ini, aku pikir aku akan hidup dalam kesendirian hingga ajal menjemput ku.' Pangeran membatin.
Kayla kembali membuka mata. "Pangeran, apa aku boleh melihat wajahmu sepenuhnya?"
Pangeran hanya diam mematung mendengat permintaan sang permaisuri.
•
•
•
**TBC
HAPPY READING
SAMPAI JUMPA BESOK
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMAKASIH 😘😘
🍎🍎🍎🍎🍎🍎
MAMPIR KE KARYA TEMEN OTHOR YUK 💋**