
Pintu kamar diketuk dari luar.
"Tuan Putri, apa kau ada didalam?" teriak Pangeran Eric dari luar kamar.
"Ya suamiku! Aku berada didalam, masuklah!" sahut Kayla dengan berteriak pula.
Klek!
Pintu kamar terbuka dan Pangeran Eric serta Pangeran Alvaro masuk ke dalam kamar.
"Ternyata dia bersama dengan Pangeran Alvaro," ujar Kayla pelan dengan melihat Santika yang terus menatap ke arah pintu.
Setelah Pangeran Alvaro sampai di dekat ranjang, Kayla langsung beranjak dan berdiri di samping sang suami.
Pangeran Alvaro duduk di kursi yang tadi Kayla duduki. "Bagaimana keadaanmu? Apa ada yang sakit?''
Santika tersenyum tipis lalu sejenak kemudian dia menggeleng. "Setelah melihatmu semua rasa sakitnya hilang,"
Pangeran Alvaro tersenyum lebar. "Dalam keadaan terluka pun kau masih bisa menggodaku, akhirnya Tuan Putri Santika yang periang, penuh keceriaan dan usil kembali lagi.."
Santika ingin tertawa lebar tetapi tidak bisa karena perutnya terasa nyeri.
"Tuan Putri, aku ingin mengatakan hal jujur padamu." Pangeran berbicara serius sembari menatap Santika.
"Katakan, Pangeran. Mengapa wajahmu sangat serius sekali?"
Mata mereka berdua saling bertubrukan, manik mata abu milik Pangeran menatap penuh cinta mata kecoklatan milik Santika.
"Pangeran ada apa? Kau jangan membuatku gugup dan salah tingkah," Santika memutuskan pandangan.
"Setelah kau sembuh, menikahlah dengan ku Santika.." ucap Pangeran tulus, dia sudah memikirkan ini semua dan memang santika yang tulus mencintainya.
Pangeran tidak ingin menyianyiakan santika karena sangat sulit mencari seseorang yang mau mencintai dengan tulus dan sebesar cinta serta pengorbanan Santika .
Santika terkejut dan mulutnya menganga lebar. "M—Menikah?" ucapnya terputus-putus.
Pangeran mengangguk. "Aku tidak ingin Menyesal dikemudian hari jika kau pergi dariku, aku yakin tidak akan bisa menemukan cinta yang tulus seperti cintamu padaku."
Wajah Santika merona. "Pangeran, apa ini tidak mimpi?" Santika melirik Kayla yang terlihat menganggukkan kepala dan tersenyum.
"Ini adalah nyata, Tuan Putri. Diriku, cintaku, serta ketulusan ku. Aku baru menyadari betapa besarnya cintamu padaku, terbukti kau rela mempertaruhkan nyawa demi aku. Setelah kita menikah, aku berjanji akan menjagamu, melindungi mu, dan membahagiakan mu. Aku tidak akan membuat dirimu menangis atau bersedih,"
Santika menatap mata Pangeran yang memancarkan ketulusan serta kejujuran. 'Ayolah Santika, kau harus menerimanya. Bukankah ini yang kau inginkan? Kau sudah bertemu dengan Pangeran impianmu dan sekaranglah waktunya kau dan Pangeran hidup berbahagia,' malaikat baik berbisik ditelinga Santika.
"Jadi, apa kau mau menikah dengan ku?" Pangeran mengulurkan tangan kanannya.
Santika terdiam sejenak dan tak lama kemudian dia menerima uluran tangan Pangeran dengan senyum bahagia.
Kayla yang melihat akhirnya perjuangan cinta kakak sepupunya berbuah manis, hanya bisa tersenyum bahagia dan memeluk lengan Pangeran Eric.
"Aku bahagia melihat mereka yang akhirnya akan bersatu, Pangeran." Kayla mendongak menatap sang suami.
"Aku juga," sahut Pangeran Eric dengan menunduk agar bisa menatap Kayla yang hanya sebatas bahunya.
"Ye... Aw," Santika merintih akibat rasa senangnya dia seperti ingin melompat.
"Akh, maaf Pangeran. Aku sangat bahagia sekali," Santika tersenyum sembari memegangi perutnya yang terasa sedikit nyeri.
"Kau boleh berbahagia tapi lihat juga kondisimu. Kau bisa melompat nanti ketika keadaan mu sudah pulih dan membaik,"
"Kau sangat mengkhawatirkan ku?" Santika tersenyum menggoda.
"Aku hanya takut gagal menikah karena calon istriku tiada akibat kecerobohannya sendiri."
Mulut Santika menganga lebar, padahal dia berharap jika Pangeran akan membalas godaan nya dengan perkataan romantis, namun semua yang dia pikirkan nya salah.
"Kau jahat Pangeran." Santika mengerucutkam bibir dan mengalihkan pandangan.
Pangeran terkekeh. "Lihatlah, adik ipar. Kakak sepupu mu ini jika sudah merajuk sangatlah imut,"
Santika tidak tahan untuk tidak tersenyum kala mendengar ucapan Pangeran.
"Tentu saja aku mengkhawatirkan mu, Tuan Putri. Kau adalah calon istriku, aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk jika kau ceroboh dan semakin memperparah keadaanmu." Pangeran menggenggam tangan Santika.
Mereka berdua saling melempar senyuman.
"Ehm.." Kayla berdehem. "Jika kalian tidak menganggap aku dan suamiku yang berada disini, sebaiknya kami pergi. Aku akan memerintahkan maid agar mengantar makanan untuk kakak," ucap Kayla karena melihat kakak sepupu dan kakak iparnya yang larut dalam kemesraan.
"Baiklah. Maafkan kami, adikku.." ucap Santika tidak enak hati.
"Ya, tidak apa. Lanjutkan saja, ayo suamiku." Kayla dan Pangeran berbalik badan ingin keluar dari kamar, tetapi baru juga beberapa langkah berjalan ternyata pintu terbuka dengan kasar dari luar.
"SANTIKA!!" teriak seseorang yang baru masuk dengan mata tajam dan bola mata yang ingin keluar.
•
•
SANTIKA
**PANGERAN ALVARO
•
•
TBC
HAPPY READING
SEE YOU NEXT PART
JANGAN LUPA TINGGALKAN DUKUNGAN SEBANYAK-BANYAKNYA 🙏🏻 terimakasih ❤**