
Prajurit menunjuk ke depan dengan tubuh yang gemetaran. Kayla mengikuti arah jari telunjuk prajurit dan matanya menbola kala melihat siapa yang ada di depan keretanya.
"S—siapa mereka?" Kayla bertanya dengan terbata.
"Mereka adalah gerombolan prajurit dari kerajaan Selatan,Tuan Putri.."
Mata Kayla terbelalak. "Apa! Mau apa mereka berhenti didepan kereta kita?"
Prajurit menggeleng bingung karena para prajurit Kerajaan Selatan berjalan mendekat.
Brak!
Pintu kereta berhasil dijebol oleh salah satu prajurit.
"MAU APA KALIAN!" teriak Kayla takut.
Para prajurit itu hanya diam saja sembari tersenyum dan menarik tangan Kayla dengan paksa.
"HEI LEPASKAN AKU!!!"pekik Kayla bingung.
Bugh!
Bugh!
Prajurit Kayla dengan prajurit Kerajaan Selatan saling baku hantam hingga terjadilah perkelahian sengit diantara pihak keduanya.
Tangan Kayla dicekal oleh kedua prajurit Kerajaan Selatan, Kayla terus berontak tapi apalah daya dia hanya seorang wanita yang pasti tenaganya akan kalah jika melawan dua orang pria.
"MAU APA SEBENARNYA KALIAN SEMUA! AKU TIDAK PERNAH MEMPUNYAI URUSAN DENGAN KALIAN SEMUA!!!" bentak Kayla marah.
"Anda memang tidak punya masalah dengan kami, tapi suami anda lah yang mempunyai masalah dengan Raja kami." sahut salah satu prajurit itu.
Kayla terdiam, mulut Kayla dibekap oleh kain dan akhirnya Kayla jatuh pingsan.
Para Prajurit Kerajaan Barat Daya kalah oleh prajurit Kerajaan timur karena lawan yang tak sebanding yaitu 4 banding 7.
Setelah melumpuhkan lawannya, Prajurit Selatan membawa pergi Kayla bersama mereka.
•
•
•
Di mansion, entah mengapa perasaan Eric tidak enak dan dia selalu saja kepikiran Leona.
''Ada apa denganku, kenapa aku selalu memikirkan Putri Leona?" gumam Pangeran yang saat ini tengah berada di kamar.
Pangeran keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah.
"Jack! Jack!" teriak Pangeran memanggil sang tangan kanan.
"Anda memanggil saya Pangeran?" ucap Jack yang sudah berada didepan Pangeran.
"Jack, kerahkan prajurit untuk menjemput Leona, entah mengapa perasaan ku tidak enak." perintah yang Pangeran berikan pada pria berusia 26 tahun itu.
"Baik Pangeran, akan saya laksanakan." Jack pergi dari hadapan Pangeran.
Beberapa saat kemudian, para prajurit telah pergi ke Istana Hedder.
Setelah beberapa jam menempuh perjalanan, akhirnya para prajurit sampai di Istana.
"Apa Putri Leona ada di dalam?" prajurit mansion bertanya kepada prajurit Istana.
"Putri Leona baru saja pulang bersama dengan prajurit Istana."
Kedua prajurit mansion saling pandang. "Tetapi Tuan Putri belum sampai mansion,''
"Paduka, Paduka Raja!" teriak sang prajurit khawatir.
Paduka Raja turun dari tangga. "Ada apa? Kenapa kau berteriak seperti itu!"
"Maafkan saya, Paduka. Saya membawa kabar penting tentang Tuan Putri Leona."
Paduka menatap prajurit yang ada di depannya. "Putriku, ada apa dengan Putriku?"
"Putri Leona belum sampai mansion, Paduka."
"Tidak mungkin, Putriku sudah pulang sedari tadi."
"Prajurit utusan Pangeran Eric datang dan bertanya tentang Putri Leona,"
Seketika Raja langsung khawatir dan berjalan cepat keluar dari Istana. Sesampainya diluar Istana, Raja langsung menatap satu persatu prajurit Pangeran Eric.
''Benarkah kalian mencari Putriku?" Raja bertanya dan ingin memastikan kembali.
"Benar, Paduka. Pangeran memerintahkan kami agar menjemput Tuan Putri," sahut prajurit dengan menunduk sopan.
"Tetapi Putri ku sudah pulang bersama dengan para prajurit Ista—" belum selesai Raja berbicara, sebuah suara kereta kencan terdengar mendekat.
Terlihat kereta kencana yang Kayla naiki tadi.
"Nah, itu mereka!" Raja menunjuk kereta kencana dan semua prajurit menatap ke arah yang sama.
Saat kereta kencan telah berhenti. Para prajurit turun dan yang membuat Raja terkejut adalah wajah prajuritnya penuh dengan lebam dan ada darah yang mengalir dari sudut bibir.
"Apa yang terjadi?" Raja berteriak.
Prajurit menunduk takut. "Maafkan kami, Paduka Raja. Kami tidak bisa menjaga Tuan Putri dengan baik,"
"APA MAKSUDMU!" Raja membentak dan menarik kerah baju sang prajurit.
"Tadi saat ditengah perjalanan, para prajurit Kerajaan Selatan menghalangi jalan kami. Lalu terjadilah perkelahian sengit antara kami semua, akibat jumlah kami yang tidak begitu banyak dengan mereka kami pun kalah, Paduka. Tuan Putri berhasil mereka tangkap dan mereka bawa,"
DEG!
Jantung Raja seketika lemah berdetak, Raja menatap tidak percaya ke arah prajuritnya.
"PAMAN! PAMAN!!!" teriak Raja kencang dan datanglah Paman Seth ke hadapan Raja.
"Anda memanggil saya Paduka?" Paman menunduk hormat.
"Kerahkan semua pasukan dan kita harus pergi ke Kerajaan Selatan! Mereka sudah menyandera Putriku, padahal aku sama sekali tidak punya masalah dengan mereka!!!" perintah yang Raja berikan.
"Siap Paduka! Laksanakan." Paman langsung pergi memanggil prajurit kepercayaannya dan yang pasti prajurit hebat yang selalu terlatih.
Sementara para prajurit mansion, mereka berpamitan untuk pergi dari Istana dan akan mengabarkan berita ini pada sang Pangeran.
•
•
•
TBC
HAPPY READING
SEE YOU NEXT PART
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMAKASIH 😘