Lady Devil

Lady Devil
Bab 63 Lady devil



Pangeran Eric dan Kayla ingin melangkah ke arah pintu, tetapi belum juga sampai ternyata pintu sudah terbuka dengan kasar dari luar.


"SANTIKA!" teriak Raja Victor dengan kencang.


Mereka semua yang ada di dalam kamar tercengang kaget.


"A—Ayah.." gumam Santika terbata.


Paman Victor menatap tajam lurus ke depan sembari terus berjalan ke arah ranjang.


"Paman, ini semua—" ucapan Kayla terpotong karena Paman mengangkat sebelah tangannya.


"Leona, kau tidak perlu membela Santika." Paman berbicara kepada Kayla tetapi matanya terus menatap ke depan.


Kayla hanya diam saja.


"Mengapa kau pergi tanpa sepengetahuan Ayah?" bentak Paman kepada Santika.


"Ayah, aku—"


"Jawab Santika! Kau tidak perlu memberikan alasan tak masuk akal pada Ayah."


Santika terlonjak kaget, matanya saat ini telah berembun.


"Maafkan aku, Ayah.." lirih Santika dengan suara lemah.


Mata Paman terhenti di area perut Santika. "Apa yang terjadi dengan mu?"


Paman memang tidak tahu jika Santika datang ke perayaan ulang tahun Kerajaan Barat Daya. Prajurit hanya mengatakan bahwa Santika pergi ke kerajaan Timur.


"Ini, ini..." Santika jadi takut jika sang Ayah akan murka.


Paman melihat Pangeran Alvaro. "Bukankah kau adalah Raja di kerajaan Timur?"


Pangeran Alvaro mendongak dan mengangguk. "Salam, Raja."


"Hm." Raja hanya berdehem. "Lalu, ada yang bisa menjawab apa yang terjadi dengan Putriku?" Raja menatap mereka semua yang ada di dalam kamar secara bergantian.


"Aku akan menceritakan semuanya, Paman." Kayla mulai menghela nafas dan menceritakan kepada Raja tentang hal yang menimpa Santika.


Beberapa saat kemudian.


Raja tercengang mendengar setiap cerita yang Kayla ucapkan.


"Katakan dimana sekarang Pria itu?"


"Pangeran Alvaro sudah memberikannya perhitungan, Paman. Dia telah tiada,"


Paman mengangguk dan menghela nafas lega. "Aku pikir pria tua itu belum diberi perhitungan, aku ingin memberikannya pelajaran yang tidak akan pernah dia lupakan. Tapi bagus Raja Alvaro, kau sudah memberikan pelajaran setimpal untuknya."


Santika menggeleng. "Aku ingin memeluk Ayah, tetapi untuk duduk saja sangat sulit bagiku." Santika meneteskan air mata.


"Jika kau tidak bisa memeluk Ayah, maka Ayah yang akan memelukmu." Raja membungkukkan tubuh dan memeluk sang Putri.


Pelukan pun terurai.


Paman melirik Pangeran Alvaro. "Kau harus bertanggungjawab karena dirimu lah Putriku jadi terluka."


"Saya sudah bertanggungjawab, Raja."


"Dalam bentuk apa rasa tanggungjawab mu itu? Apa kau akan memberikan emas murni? Atau kau akan memberikan setengah kerajaanmu pada Putriku?"


Santika melotot tidak percaya. "Ayah, apa yang Ayah katakan?"


"Sst.. Ayah ingin lihat seberapa besar tanggungjawab Raja ini untukmu."


'Ayah benar-benar keterlaluan, aku sangat malu.. Ayah, tolong jangan keluarkan jiwa matre Ayah saat ini,' Santika menatap sedih.


"Melebihi itu semua, Raja." jawab Pangeran Alvaro dengan tenang.


Raja menatap Pangeran Alvaro dengan remeh. "Benarkah?"


Pangeran Alvaro mengangguk. "Melebihi emas murni, melebihi kerajaan dan melebihi apapun. Saya akan memberikan segalanya kepada Putri anda dengan cara menikahinya."


Raja diam mematung mendengar ucapan Pangeran Alvaro. "Menikah? Apa aku tidak salah dengar?" Raja melirik Santika. "Putriku, apakah Ayah tidak salah dengar dengan ucapan Raja Alvaro."


Santika mengangguk pelan.


"Lalu bagaimana dengan perjodohanmu dengan Raja Airish?"


"Ayah, aku tidak mau dijodohkan, aku sudah dewasa dan aku bisa memilih mana yang terbaik untukku." lirih Santika dengan mata berembun.





**TBC


HAPPY READING


SEE YOU NEXT PART, BYE..


JANGAN LUPA TINGGALKAN DUKUNGAN SERTA JEJAKNYA, TERIMAKASIH ❤**