Lady Devil

Lady Devil
BAB 33 LADY DEVIL



Kayla memandang seluruh wajah milik Pangeran yang saat ini tidak terhalang topeng.


Perlahan tangan Kayla terulur untuk meraba wajah tampan itu meskipun ada sedikit luka bakar di sana. Mata Kayla tak lepas memindai seluruh wajah Pangeran setiap incinya, jantungnya kembali berdegup kencang ketika Pangeran juga mengusap pipi sebelah kanannya.


"Kau sangat tampan," gumam Kayla pelan namun masih terdengar jelas ditelinga Pangeran.


"Kau juga sangat cantik, Permaisuri ku." Pangeran tersenyum ke arah Kayla.


Kayla tersadar akan ucapan dan tindakannya dengan spontan dia melepaskan tangannya yang berada di wajah Pangeran.


"M—maaf, Pangeran.." lirih Kayla sembari menunduk.


"Tidak masalah, aku suamimu dan kau berhak untuk menyentuh diriku." senyum menghiasi bibir Pangeran.


"Akh, kau ini bicara apa? Apa kau sedang menggodaku?" Kayla tersipu malu.


"Aku sama sekali tidak berniat menggoda mu, dan wajahmu sangat imut jika kau tersipu seperti ini." Pangeran menarik gemas hidung Kayla.


"Pangeran sudah hentikan!" Kayla menyembunyikan senyumnya. "Lebih baik sekarang aku keluar dan akan meminta Jack untuk mengambil pakaianmu."


"Apa kau tidak suka melihat tubuhku yang indah ini?" Pangeran menaik-turunkan alisnya.


"Pangeran sudahlah, kau jangan terus menggodaku.." Kayla mengerucutkan bibirnya.


Cup!


Pangeran memberikan kecupan dibibir itu. "Leona, aku tidak menyangka bisa secepat ini merasakan cinta dan dicintai dengan tulus oleh wanita baik seperti dirimu."


"Aku juga tidak menyangka bisa mencintaimu dalam waktu yang singkat seperti ini, Pangeran. Benar, memang cinta akan datang tepat waktu dan tidak bisa diduga" Kayla menatap wajah tampan milik Pangeran.


Pangeran memegang pipi sebelah kanannya yang terdapat luka bakar, perlahan dia mengelupaskan luka tersebut dan sontak hal itu membuat Kayla melotot.


"Pangeran apa yang kau lakukan!" pekik Kayla terkejut.


Pangeran tetap dalam aksinya mengelupas luka bakar tersebut dan setelah luka itu mengelupas terpampang lah wajah Pangeran yang sesungguhnya, sangat tampan dengan alis tebal dan manik mata berwarna abu-abu.


Mulut Kayla menganga kaget melihat pemandangan yang sama sekali tidak akan dia duga.


"Pangeran, apa ini? Kau tidak ingin menjelaskannya padaku?" Kayla kembali meraba wajah Pangeran.


"Luka bakar itu hanya buatan, aku sangat membenci diriku sendiri setelah Raja Ahmad mengatakan bahwa akulah yang sudah menyebabkan Ibuku meninggal di dalam aula. Aku memutuskan untuk menutup wajahku menggunakan topeng dan menambah luka bakar buatan agar orang-orang tidak melihat wajah sesungguhnya si pembawa sial ini. Dulu berulang kali aku membakar wajahku sendiri, tetapi aku tidak mendapatkan ketenangan apapun sehingga aku juga melukai diriku sendiri. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kesakitan nya Ibuku kala menolongku yang terjebak di dalam aula. Jika waktu bisa diputar, aku ingin Ibuku selamat dan biar aku saja yang tiada.." Pangeran menunduk sedih ketika menceritakan kejadian yang lalu pada Kayla.


Kayla paham akan kesedihan Pangeran. "Pangeran, sekarang kau tidak perlu lagi bersedih atau merasa bersalah karena kau pasti akan tau siapa yang sudah menyebabkan Ibumu meninggal."


Pangeran menatap wajah Kayla. "Aku percaya akan semua itu, Leona. Dan aku sudah tau dari mulut Vano siapa yang berniat ingin menghabisi ku tapi ternyata Ibuku yang terkena getahnya." ucap Pangeran geram.


"A—apa maksudmu Pangeran?"


"Benarkah? Apa kau boleh tau siapa yang sudah menyebabkan itu semua?" Kayla ingin memastikan apakah Pangeran mengetahui jika Ayahnya sendiri yang melakukan itu atau bukan.


"Dia adalah orang terdekatku, Raja Ahmad!"


Deg!


Kayla berpikiran bahwa Pangeran pasti akan membalaskan semuanya kepada Ayahnya sendiri.


"Apa kau sudah yakin dan percaya dengan ucapan Vano?"


Pangeran mengangguk. "Aku sangat yakin karena aku tau hanya Raja Ahmad lah yang sedari dulu menginginkan kematian ku."


"Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya?"


"Aku ingin membalaskan semuanya kepada Raja itu, dan hanya ada dua pilihan yaitu aku atau dia yang akan mati." geram Pangeran dengan segala dendamnya.


"Tapi—" ucapan Kayla terpotong karena Pangeran yang menghentikannya.


"Sst!! Tidak ada tapi-tapian, aku tau kau pasti tidak ingin kehilangan ku maka dari itu doakan saja aku agar dapat menang melawan Raja Ahmad, dan aku minta satu hal sebelum aku berkunjung ke Istana Istand."


Kayla terus menatap wajah tampan milik Pangeran. "Katakan,"


"Aku ingin kita melakukan hubungan suami-istri, karena aku tidak ingin tiada tanpa merasakan hangatnya sentuhan mu."


Kayla diam mematung mendengar permintaan Pangeran.





**Pangeran Eric 💋




TBC


HAPPY READING


SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA


MOHON DUKUNGAN DENGAN CARA, LIKE, VOTE, KOMEN, HADIAH DAN FAVORITNYA. TERIMAKASIH 😘🙏🏻**