
Pangeran masih terdiam memikirkan nama kedua Putranya.
"Aku sudah menemukan nama yang pas untuk kedua Putra kita," Pangeran tersenyum tipis.
"Katakan, aku sangat penasaran dengan nama yang ingin kau berikan pada kedua jagoan kita," Kayla menatap wajah Pangeran yang masih tertutup topeng.
"Abiyaksa Wicaksana dan Abiandra Wicaksana. Bagaimana, apa menurutmu nama itu terlalu kolot?"
Kayla terdiam sejenak lalu kemudian menggeleng. "Itu adalah nama yang sangat bagus, Abiyaksa dan Abiandra." Kayla menatap kedua Putranya.
"Salam Abiyaksa anak Ayah," Pangeran menggendong bayi pertamanya.
"Aku sangat-sangat bersyukur karena Tuhan memberikan kita dua orang Putra sekaligus." Kayla menggenggam jemari mungil milik Abiandra- Putra kedua.
"Apalagi aku, Ratu. Aku masih tidak menyangka jika kehidupanku akan bahagia serta lengkap seperti ini, tapi ada satu hal lagi yang ingin aku wujudkan." Pangeran menatap manik mata biru milik Putri Leona.
"Apa masih ada sesuatu yang ingin kau capai?"
Pangeran mengangguk sembari membuka topengnya dan meletakkan topeng tersebut di samping Kayla.
"Aku ingin membuang topeng ini jauh-jauh, jika aku masih memakai topeng aku tidak ingin suatu saat nanti Putra ku malu karena memiliki Ayah yang buruk rupa seperti ku."
Kayla terkejut dengan keputusan besar yang Pangeran ambil. "Jadi kau tidak ingin memakai topeng lagi?"
Pangeran mengangguk. "Apa kau keberatan?"
Kayla menggeleng pelan. "Aku hanya takut jika semua orang akan terpana setelah melihat wajah tampan mu itu, aku tidak ingin mempunyai selir." Kayla berpura-pura mengerucutkan bibirnya.
"Kau terlihat sangat manis jika mengerucut seperti ini," ujar Pangeran seraya mencubit gemas hidung Putri Leona yang saat ini adalah milik Kayla.
Mereka berdua tertawa bersamaan. "Tapi apa keputusanmu itu sudah bulat, Raja? Aku hanya selalu mendukung apapun keputusanmu."
"Tentu saja keputusanku itu benar-benar serius. Jika kau tidak keberatan, maka mulai saat ini aku tidak akan memakai topeng ataupun luka buatan ini lagi." Pangeran meraba luka buatan yang ada di wajahnya.
"Aku setuju akan keputusanmu, Raja." sebagai seorang permaisuri, Kayla hanya mampu memberikan dukungan kepada suaminya jika itu merupakan hal positif."
Pangeran mengelupas luka buatan itu dengan perlahan dan sekarang terlihatlah wajah tampan natural milik Pangeran meskipun ada sedikit goresan pisau di wajah itu.
Pintu kamar diketuk dari luar.
Pangeran dan Kayla saling pandang.
"Masuk!" teriak Pangeran memberi izin.
Pintu kamar terbuka dan terlihatlah Pangeran Alvaro juga Santika yang berjalan masuk ke dalam kamar.
"Ya Tuhan keponakanku!!!!" pekik Santika gembira kala melihat dua bayi mungil itu. "Apa ini bayi kalian? Mengapa ada dua?" Santika bertanya dengan antusias.
"Kembar? Oh Dewa, aku sangat ingin hamil seperti ini." Santika memeluk lengan Pangeran Alvaro. "Raja, aku ingin hamil anak kembar.." rengek Santika dengan manja.
"Hamil anak kembar atau tidak itu semua sudah rahasia dan urusan Tuhan, Ratu ku."
"Tapi —" Santika melirik Pangeran Eric yang tidak lagi memakai topeng. "Putri Leona, apa dia adalah suamimu?" Santika menunjuk Pangeran Eric.
Kayla mengangguk dan tersenyum tipis melihat keterkejutan Santika.
"Mengapa dia sangat tampan sekali jika tidak memakai topeng?" gumam Santika pelan namun masih terdengar ditelinga Pangeran Alvaro.
"Apa kau tidak ingat jika sudah mempunyai suami, Ratu?" ucap Pangeran langsung.
"Maafkan aku, Raja. Aku hanya sekedar mengagumi, tidak lebih." Santika mengelus lembut lengan suaminya.
Tidak ingin memperpanjang atau memperpanas masalah, Santika langsung bergegas mendekati Kayla.
"Boleh aku menggendong bayi mu?"
Kayla mengangguk dan memberikan Abiandra kepada Santika.
Santika menerimanya dengan senang hati. "Siapa nama mereka?"
"Dia adalah yang pertama kali lahir, dan namanya Abiyaksa Wicaksana. Lalu yang berada dalam gendongan kakak adalah Putra kedua kami namanya Abiandra Wicaksana." jelas Kayla memperkenalkan nama kedua Putranya.
"Wah.. Nama yang sangat bagus, Aksa dan Andra.." Santika mengelus pipi Abiandra dengan lembut.
Sementara Abiyaksa, dia saat ini telah berada di dalam gendongan Kayla. Kakak-beradik yaitu Pangeran Eric dan Pangeran Alvaro tengah mengobrol berdua dengan duduk di sofa yang berada dalam kamar.
Kayla tersenyum bahagia melihat hidupnya saat ini. 'Tuan Putri Leona, maaf bukan aku bermaksud untuk mengkhianati mu. Takdir yang sudah menentukan kehidupan ini, dan takdir ku adalah bersama dengan Pangeran Eric serta kedua anak kami. Awalnya aku berpikir bahwa kebahagiaan ini adalah untukmu, tetapi ternyata aku yang harus menikmati segala kerja kerasku. Aku selalu berdoa agar kau bahagia dimana pun dirimu berada, Putri Leona. Terimakasih karena sudah memberikan ragamu untukku,' batin Kayla dengan senyum yang tidak luput dari bibir mungilnya.
•.
•
•
**TBC
HAPPY READING
SEE YOU NEXT PART
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMA KASIH BANYAK 🙏🏻❤**