
Mata indah dengan bulu mata yang lentik itu mengerjap perlahan, sedetik kemudian bola mata dengan manik berwarna biru bening tersebut mengedarkan pandangannya.
"Argh, dimana aku? Kenapa kepala ku pusing sekali," gumam Kayla sembari memegangi kepalanya.
Kriet!
Suara pintu terbuka.
Kayla pun menoleh ke asal suara. "Siapa dia,"
Pria berusia 35tahunan berjalan ke arah Kayla, tubuhnya yang tinggi, tegap serta tatapan mata yang tajam mampu membuat Kayla menjadi takut.
"Kau sudah bangun, Tuan Putri?" ucap pria itu pelan.
"Siapa kau? Dan dimana aku!" bentak Kayla marah.
"Haha.. kau saat ini berada di wilayah kekuasaan ku, Tuan Putri. Baiklah, aku akan memperkenalkan diri terlebih dahulu karena aku sangat yakin jika kau memang tidak mengenalku."
Kayla memeluk lututnya.
"Aku adalah Glend, seorang pemimpin di kerjaan Selatan."
'Kerajaan selatan? Itu tandanya—' Kayla menggeleng tidak percaya.
"Aku yakin saat ini kau pasti berpikir tentang dimana kau sekarang. Ya, kau ada di Istana ku tepatnya Kerajaan Selatan.
"Kenapa kau menyandera ku? Apa motif mu untuk semua ini!" teriak Kayla takut.
"Kau tidak perlu takut, Tuan Putri. Kau akan tau jawabannya nanti ketika suamimu datang kesini dan menyerahkan hidupnya padaku." Raja Glend tersenyum sinis.
"Aku tidak akan membiarkan kau berbuat jahat kepada suamiku!" teriak Kayla dengan mengeluarkan amarahnya.
"Apa kau pikir aku peduli? Suamimu harus membayar segala kesalahan yang telah dia perbuat pada adikku." Raja Glend mendekat ke ranjang.
"Jangan mendekat!" Kayla meringkuk sembari beringsut ke belakang.
"Jika perlu aku akan membuatnya menangis dengan menyaksikan aku dan dirimu sedang memadu kasih,"
Plak!
Kayla menampar pipi Raja dengan mata memerah.
"DASAR BAJINGAN! PRIA SEPERTIMU TIDAK PANTAS DI PANGGIL RAJA!!!"
"Lep—askan a—ku," Kayla mencoba menurunkan tangan Raja dari dagunya.
"Jangan karena kau seorang wanita jadi kau pikir aku tidak berani berbuat kasar denganmu, hah!" Raja menatap wajah Kayla lalu dia menghempaskan Kayla dengan kasar. "Jika kau berani menampar atau membuat hal yang bisa membuatku marah, maka aku akan memberikan hukuman dan pelajaran padamu." Raja turun dari ranjang dan langsung pergi keluar kamar.
Kayla hanya menangis memegangi pipinya yang terasa sakit. "Hiks.. Pangeran, tolong aku, aku mohon jemput aku...."
•
•
•
Sementara di mansion.
Pangeran mengepalkan tangannya ketika mendengar perkataan prajurit tentang keadaan Leona.
"Jack! Kerahkan semua pasukan dan kita akan berperang di Kerajaan Selatan." perintah yang Pangeran berikan.
"Siap! Laksanakan." Jack memanggil semua prajurit dan mulai membariskan seluruh prajurit di halaman mansion.
"Kita akan berperang ke Kerajaan Selatan. Kalian masih ingat kejadian dua tahun yang lalu bukan? Dimana kita menghabisi adik dari Raja Glend. Mungkin Raja ingin membalaskan dendam melalui permaisuri ku, jadi dia menyandera Leona. Kalian sudah tau apa nanti yang harus kalian lakukan bukan? Kita harus menang melawan anggota Kerajaan Selatan, hanya dua yang akan terjadi. Jika bukan aku yang mati nanti, maka Raja Glend lah yang akan mati di tangan ku." Pangeran sangat marah.
"Siap laksanakan!" teriak semua prajurit.
"Ayo bergerak!" perintah dari Jack dan semua prajurit langsung pergi menaiki kereta masing-masing.
•
•
•
**TBC
HAPPY READING
SEE YOU NEXT PART
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMAKASIH 😘**