Lady Devil

Lady Devil
Bab 72 Lady Devil



Kayla sangat bahagia sebab usia Putranya saat ini sudah menginjak enam bulan, balita yang sangat imut itu tengah merangkak ke sana kemari.


"Bababa.." ucap Aksa dengan cadel sembari memegang botol susu.


Kayla hanya tersenyum melihat setiap tingkah laku kedua Putranya, Aksa sangat lincah dan aktif berbeda dengan Andra. Kayla berjalan menghampiri Andra yang hanya menatap keluar jendela.


"Anak Ibu, lagi lihat apa sih?" Kayla mengangkat Andra kedalam pangkuannya.


"Yayaya.." celoteh Andra dengan menunjuk keluar jendela.


Kayla mengikuti jari telunjuk Andra, bibirnya tertarik membentuk senyuman tipis. "Itu namanya burung, sayang.."


Ternyata Andra melihat burung-burung yang sedang berkicau.


"Cicit.." Andra mencoba mengikuti kicauan burung.


"Anak Ibu pintar," Kayla memeluk tubuh Andra.


Cklek!


Pintu kamar terbuka.


Pangeran Eric masuk ke dalam kamar dengan senyum bahagianya.


"Selamat siang, Pangeran Ayah.." Pangeran Eric mencium pipi Aksa dengan gemas lalu kemudian beralih mencium pipi Andra.


"Kau sudah pulang?" Kayla memeluk tubuh Pangeran dengan sedikit manja.


"Ya, semuanya sudah selesai." Pangeran mengecup pucuk kepala Kayla.


"Pangeran, apa kau yakin untuk menyetujui perjodohan itu?" Kayla selalu bertanya tentang perjodohan antara Putranya dan Putri Raja Valen.


"Tentu! Aku tau bagaimana seluk beluk keluarga Raja Valen, mereka adalah orang-orang yang sangat baik dan juga dermawan serta tidak sombong. Aku yakin jika Pangeran Aksa menikah dengan Putri mereka pasti akan banyak yang menakuti kerajaan kita dan kerajaan Barat, sebab dua kerajaan hebat bersatu dalam ikatan sakral." jelas Pangeran Eric.


"Ya sudah, aku menurut saja jika memang itu baik untuk Putra kita." Kayla hanya bisaa pasrah.


"Lalu bagaimana dengan Andra?" Kayla memikirkan putra keduanya.


"Kita akan lihat nanti, Ratu. Aku akan menyerahkan semuanya kepada Andra, tetapi selama Andra mencari calon istri aku juga akan membantunya untuk mencari wanita yang baik, serta dari kerajaan yang terpandang. Satu lagi, kita lihat antara Aksa dan Andra siapa yang lebih pintar dan pantas memimpin kerajaan, jika salah satu dari mereka berhasil melewati setiap tahap yang aku berikan, maka aku akan memilih mereka menjadi Putra Mahkota."


Kayla mengangguk paham.


"Ya.. Ya.. Ta.. Ta.. Ta.." Aksa dan Andra tengah bermain berdua.


Pangeran dan Kayla tersenyum melihat itu.


"Lihatlah, tidak terasa kedua Putra kita sudah besar. Apa kau tidak ingin menambah lagi, Raja?" Kayla tersenyum menggoda.


"Kau sangat suka menggodaku," Pangeran mengecup dahi Kayla. "Tapi aku rasa sudah cukup, aku hanya ingin kedua Putra kita saja." Pangeran memeluk Kayla sembari menatap kedua Putranya.


"Benarkah? Memangnya kenapa jika kita mempunyai anak lagi? Siapa tahu kita mendapatkan anak perempuan,"


"Aku tidak ingin melihatmu kesakitan seperti dulu ketika melahirkan Aksa dan Andra, aku benar-benar merasa sedih dan sakit saat kau mengatakan tidak tahan.."


"Kau sangat pengertian, Raja. Tapi memang seperti itulah resiko menjadi seorang wanita apalagi sudah resmi menjadi Istri. Kau tidak perlu terlalu memikirkan itu," Kayla memeluk lengan Pangeran Eric.


"Aku tau, tapi semua ada waktunya. Jika tuhan memberikan kita keturunan lagi maka kita harus menerimanya, benarkan?"


Kayla mengangguk dengan senyum tipis.


Mereka berdua berpelukan sembari mengawasi Aksa dan Andra yang sedang bermain.


Santika tengah duduk di bawah pohon yang berada di halaman belakang Istana.


"Sangat berat sekali, padahal aku mengandung baru menginjak usia lima bulan." Santika selalu mengubah posisi duduknya.


"Ratu!" seru Pangeran Alvaro berjalan dari arau belakang bangku Santika.


Santika menoleh dan menatap sang suami. "Mau apa kau kesini?" entah mengapa Santika sangat sensitif jika bertemu dengan Pangeran Alvaro.


"Aku ingin bersamamu, apa tidak boleh?" Pangeran ingin menyentuh perut Santika yang sedikit membuncit.


"Jauh'kan tanganmu dari ku! Entah mengapa aku sangat emosi sekali jika berdekatan dengan mu," Santika mengerucutkan bibirnya.


"Apa itu karena bayi kita?"


"Ya, mungkin saja. Dia tidak suka jika Ayah nya berdekatan dengan wanita lain." ujar Santika cuek sembari mengalihkan pandangan.


Pangeran hanya tersenyum dan menggeleng. "Kau salah paham, Ratu ku. Aku tidak ada hubungan apapun dengan Putri Raja Darren, lagipula mereka semua sudah tau jika aku telah memiliki permaisuri dan permaisuri ku sedang mengandung buah hatiku."


"Kau bohong!" ucap Santika melipat kedua tangan di depan dada.


"Kau sangat cantik jika marah seperti ini." Pangeran mencubit pipi Santika yang semakin membulat. "Aku mohon percayalah padaku, aku tidak ingin kita bertengkar hanya karena suatu kesalahpahaman." Pangeran berbicara serius sembari menatap Santika.


Ya, Santika memergoki Pangeran dan Putri Raja Darren ketika dia hendak pergi ke pasar bersama maid. Di perjalanan, Santika melihat Putri Raja Darren memegang lengan Pangeran, tanpa ingin bertanya terlebih dahulu, Santika langsung marah dan menyalahkan Pangeran Alvaro sebab memperbolehkan wanita lain menyentuh dirinya. Pangeran sudah menjelaskan tetapi Santika tidak mau mendengar dan tetap marah hingga dua hari.


"Apa aku harus membawa mu ke Istana Raja Darren?"


"Untuk apa?" Santika menatap lurus ke depan.


"Untuk memastikan bahwa aku dan Putri Raja Darren tidak ada hubungan apapun," ucap Pangeran serius.


"Raja, kau serius?" Santika menganga.


"Apapun akan aku lakukan untuk mu, apa kau tidak ingat yang aku katakan dulu kepada Ayahmu? Aku akan membuatmu bahagia, aku akan melindung mu dan mencintaimu segenap jiwa dan raga ku. Aku tidak ingin mengingkari janji itu,"


Perlahan sudut bibir Santika tertarik dan kemudian membentuk senyuman. Santika langsung memeluk tubuh Pangeran dari samping.


"Maafkan aku, Raja. Entah mengapa selama mengandung aku selalu sensitif dan mudah terbawa emosi,''


"Mulai sekarang kau harus bisa melawan semua rasa emosimu, jangan jadikan sifat calon anak kita emosi atau temperamental." Pangeran mengelus perut Santika.


Santika hanya mengangguk paham sembari membenamkan wajah di dada bidang Pangeran.


**TBC


HAPPY READING DAN SAMPAI JUMPA 🤗


MOHON DUKUNGAN SERTA TINGGALKAN JEJAKNYA, TERIMAKASIH BANYAK 🙏🏻❤**