
Kayla telah sampai di tempat perayaan ulang tahun kerajaan.
"Wah Ghea.. Ini sangat meriah sekali," Kayla terkagum-kagum melihat begitu banyaknya masyarakat yang antusias mengikuti perayaan tersebut.
"Tentu, Tuan Putri. Apa anda lupa bahwa setiap perayaan akan meriah seperti ini?"
"Aku sangat lupa," Kayla tersenyum tipis.
"Ya, mungkin anda lupa karena perayaan jarang terjadi selama Yang Mulia Ratu tiada."
Senyum Kayla surut dan dia menatap Ghea dengan seksama. "Apa maksudmu?"
"Yang Mulia Ratu tiada setelah merayakan perayaan ulang tahun Istana. Karena itu Raja mengutuk perayaan dan Raja berpikir bahwa perayaan inilah yang menjadi penyebab Yang Mulia tiada." jelas Ghea dengan singkat.
"Mengapa aku tidak tahu soal itu?" sontak pertanyaan tersebut keluar dari bibir mungil milik Kayla.
"Karena dulu Tuan Putri masih kecil. Apa tidak ada yang menceritakan hal itu kepada Tuan Putri?"
Kayla menggeleng.
"Dulu memang Tuan Putri masih kecil dan saya juga masih belasan tahun."
Ya, Ghea saat ini berusia 35tahun dan saat kejadian Yang Mulia Ratu meninggal usia Ghea masih dua belas tahun. Kedua orang tua Ghea dulu bekerja di kerajaan sebagai maid dan prajurit.
"Lalu mengapa perayaan ini diadakan kembali?"
"Karena Ratu Elisabeth. Ratu Elisabeth meminta kepada Paduka agar perayaan kembali diadakan, dan Paduka pun menurutinya." ujar Ghea menjelaskan.
"Baiklah, lupakan itu semua Ghea. Intinya aku sangat bahagia bisa melihat perayaan ini kembali." Kayla tersenyum lebar.
"Salam, Tuan Putri.." beberapa rakyat memberikan salam hormat kepada Kayla.
Kayla tersenyum ramah dan mengangkat sebelah tangannya tanda menerima salam dari rakyat itu.
"Apa Tuan Putri ingin memakan sesuatu?"
"Em..." Kayla mengulirkan bola mata. "Aku ingin ke sana," Kayla menunjuk sebuah tempat makanan kecil yang menjual berbagai cemilan.
Mereka berdua pergi ke tempat tersebut.
☸
☸
☸
Santika telah berada di Kerajaan Timur, sejak beberapa hari ini dia selalu memikirkan Pangeran Alvaro yang jelas-jelas sudah menolak cintanya.
"Aku harus bisa meluluhkan hati Pangeran Alvaro.. Entah mengapa aku sangat tertarik padanya," gumam Santika sembari menatap Istana dari luar.
Santika berjalan ke pintu gerbang Istana.
Prajurit menatap Santika dari atas sampai bawah. "Mau apa lagi anda datang ke Istana ini, Tuan Putri?"
"Aku ingin bertemu dengan Pangeran, ada hal penting yang mau aku sampaikan." ucap Santika berbohong.
Ya, Santika sudah beberapa kali datang ke Istana Istand untuk menemui Pangeran Alvaro tetapi Pangeran selalu bersikap cuek bahkan mengusirnya dari Istana. Pangeran sangat terganggu dengan kedatangan Santika karena Santika selalu mengikuti kemanapun dirinya pergi.
"Mohon maaf, Tuan Putri. Pangeran sedang tidak ada di Istana." ucap prajurit sopan.
"Bohong! Pasti Pangeran yang menyuruhmu agar mengatakan bahwa dirinya tidak ada di Istana bukan?" Santika menatap tajam prajurit.
"Saya tidak bohong, Tuan Putri. Pangeran sedang berada di Kerajaan Barat Daya untuk menyaksikan perayaan ulang tahun Kerajaan." ucap prajurit jujur.
"Baiklah, aku akan pergi." Santika memutuskan untuk pergi ke Kerajaan Barat Daya.
*
Kayla sedang bermain bersama dengan anak-anak jalanan.
"Ayo tangkap.." Kayla melempar bola dan tertawa senang.
"Ternyata Tuan Putri kita tidak sombong ya, buktinya beliau mau bermain bersama dengan kita.." ucap seorang anak laki-laki berusia enam tahun.
Para teman anak itu mengangguk setuju.
"Baiklah, aku rasa permainan kita kali ini sudah selesai. Aku akan pergi, sampai jumpa.."
Kayla melambaikan tangan ke arah anak-anak itu dan anak tersebut membalas lambaian tangan Kayla.
BOOM!!!
Suara Bom terdengar meledak dengan kencang sehingga menghancurkan sesuatu yang ada di sekelilingnya.
•
•
**Visual Putri Leona, bayangkan saja bola mata berwana biru ❤
•
•
TBC
SAMPAI JUMPA DI PART SELANJUTNYA, MARI BERIKAN DUKUNGAN AGAR OTHOR LEBIH SEMANGAT UP 🙏🏻🙏🏻**