Lady Devil

Lady Devil
BAB 32 LADY DEVIL



Kayla menatap wajah Pangeran dan terbesit dipikirannya untuk melihat wajah Pangeran yang tersembunyi dalam topeng.


"Pangeran, apa aku boleh melihat wajahmu seluruhnya?"


Pangeran diam mematung mendengar permintaan sang permaisuri. "Apa kau sudah siap melihat wajah buruk ku?"


Kayla mengangguk pasti. "Aku akan menerima bagaimanapun keadaanmu, Pangeran."


Kayla berdiri dari atas tubuh Pangeran begitupun dengan Pangeran Eric yang langsung menegakkan tubuhnya. Pangeran menatap Kayla dan dengan perlahan dia melepaskan topeng yang menutupi wajahnya.


Deg!


Jantung Kayla serasa berhenti berdetak kala melihat wajah Pangeran sepenuhnya.





Di kerajaan Selatan.


PRANG!!


Suara pecahan kaca sekaligus gelas terdengar berdenting di atas lantai.


"ARGH! KENAPA SEMUANYA JADI BERANTAKAN?" Raja Ahmad mengusap wajahnya dengan kasar.


"Maaf, Paduka. Saya tidak tau jika Vano bisa tertangkap seperti itu, saya yakin bahwa orang dalam Pangeran Eric sangat cerdas dalam menyelidiki sesuatu." ucap prajurit kepercayaan Raja.


"Aku yakin setelah ini pasti anak cacat itu akan menemui ku dan membalaskan semua dendamnya padaku. Hancur semua!" teriak Raja frustasi.


Beruntung sekarang Raja berada di ruangan tersembunyi miliknya, jadi tidak ada satu orang pun yang akan mendengar teriakan sang Raja.


"Lalu apa yang harus saya lakukan, Paduka?"


"Kau harus bisa menghabisi Pangeran Eric secepatnya, sekarang hanya ada dua hal yang memungkinkan yaitu aku atau Pangeran yang akan mati." Raja menatap tajam lurus ke depan.


"Saya akan berusaha untuk melumpuhkan Pangeran dan menghabisinya. Kalau begitu saya permisi, Paduka."


Raja Ahmad mengangguk dan prajurit langsung pergi dari hadapan sang Raja.


"Aku harus memikirkan rencana lagi jika nanti tiba-tiba anak pembawa sial itu datang ke Istana ini." Raja mengibaskan jubahnya dan langsung pergi dari ruangan tersembunyi itu.


"Ayah!" seru Pangeran berjalan ke arah Raja Ahmad.


Raja menghentikan langkah dan menoleh. "Ada apa Putraku?"


"Ayah, aku ingin membicarakan sesuatu padamu."


"Katakan!"


"Ayah, aku ingin menikah dengan Putri Leona."


Mata Raja terbelalak. "Menikah? Apa kau sadar dengan yang kau ucapkan barusan, Pangeran?"


"Tentu saja aku sadar, Ayah. Aku mengucapkan sesuatu yang memang aku inginkan." ucap Pangeran Alvaro yakin.


"Apa kau sudah tidak waras? Putri Leona adalah adik ipar mu dan dia istri dari Eric!" bentak Raja marah.


"Apa salahnya Ayah? Aku bisa merebut Putri Leona dari tangan Eric. Eric itu bukan apa-apa, mengurus dirinya sendiri saja tidak becus apalagi mengurus dan melindungi Leona." jelas Pangeran bersikukuh.


"Tapi, Pangeran. Ayah tidak setuju kau menikah dengan wanita yang sudah bekas dari Eric. Ayah akan mencarikan wanita lain untuk menjadi istrimu,"


"Tidak! Aku hanya menginginkan Leona, jika Ayah tidak mau membantuku maka baiklah, aku akan menjalankan rencana ku sendirian." Pangeran Alvaro langsung pergi dari hadapan Paduka.


Raja menatap kepergian Pangeran Alvaro dengan kesal. "Anak itu benar-benar egois. Huft!" Raja langsung menaiki anak tangga untuk ke kamarnya.


Diluar Istana.


"Argh! Aku yakin aku bisa merebut Leona dari tangan Eric. Eric juga pasti tidak akan mencintai Leona karena dia merasa bahwa Leona bersedia menikah dengannya karena kasihan. Eric bukanlah pria yang mudah percaya dengan siapapun, dan semua itu akan melancarkan misi ku ini" Pangeran Alvaro tersenyum lalu berjalan ke arah kereta kencana.





**TBC


HAPPY READING


SEE YOU NEXT PART


JANGAN LUPA UNTUK TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMAKASIH BANYAK 😘😘**