Lady Devil

Lady Devil
BAB 40 LADY DEVIL



Kayla menuruni anak tangga ruang bawah tanah dengan angkuh dan wajah datar.


Tak


Tak


Prok prok prok


Kayla bertepuk tangan saat dirinya telah sampai di dalam ruang bawah tanah.


Semua mata menatap ke arah tangga begitupun dengan sang Tabib.


Glek!


Tabib meneguk saliva nya kasar karena melihat Putri Leona yang berjalan ke arahnya dengan wajah sangar juga mata yang menatap tajam seperti ingin menguliti.


"Bagaimana kabarmu, Tabib Khailan?" Kayla berbicara dengan dingin.


"A—apa yang anda inginkan, Tuan Putri? Saya tidak punya masalah apapun dengan anda." tabib berpura-pura polos.


"Haha.. Kau bilang apa? Tidak punya masalah dengan ku! Kau memang tidak punya masalah dengan ku tetapi kau mempunyai masalah dengan Ratu Elisabeth dan aku mempunyai dendam terhadap Ratu Elisabeth. Aku tau kau bekerja sama dengan Ratu iblis itu dalam melenyapkan Ayah ku." Kayla menatap tabib dengan tajam.


Manik mata biru bening yang biasanya hanya ada kasih sayang, kesedihan, dan keterpurukan saat ini telah berubah menjadi manik mata yang tajam juga ingin menghabisi mangsanya.


"Apa maksud anda Tuan Putri? Saya tidak mengerti, mengapa anda membawa-bawa saya dalam masalah anda sendiri dan Ratu Elisabeth!" teriak Tabib takut.


"Ssst!!! Kenapa kau harus berteriak seperti itu?" Kayla memberikan kode kepada prajurit dan mengulurkan tangannya ke samping.


Prajurit pun mengetahui apa yang Kayla minta dan dia langsung memberikan sebuah pisau tajam kepada Kayla.


Kayla menerimanya dengan tersenyum jahat. "Jika kau tidak mau mengakui kesalahanmu, maka akulah yang akan memaksamu untuk mengatakan hal yang sejujurnya." Kayla menaikkan sebelah alisnya.


Tabib terkejut saat sang Putri mendekat ke kursinya dan membolak-balikkan pisau tadi.


"Tuan Putri, apa yang ingin anda lakukan? Saya tidak bersalah, saya tidak tau apapun." tabib menggeleng dengan rasa yang sangat ketakutan, tubuhnya gemetaran dan keringat dingin keluar dari dahinya.


"Saya tidak akan mengatakan apapun karena saya memang tidak tau menahu soal kematian Paduka Raja." titah sang tabib berkilah.


"Cih!" Kayla berdecih dan berjalan memutar ke belakang kursi sang tabib.


Sret!


Kayla memberikan satu goresan di tangan tabib menggunakan pisau tajamnya.


"Argh!" pekik sang tabib kesakitan, dia tidak menyangka jika Putri Leona yang terkenal lembut dan tidak berani melawan ternyata memiliki sifat nekad serta tega.


"Kau masih tetap ingin bungkam, hm? Kau pikir semua ucapan ku hanyalah gertakan semata? Jika kau tidak mengatakan yang sebenarnya maka aku akan berbuat lebih dari ini, bukan hanya tangan mu saja yang aku gores tetapi juga seluruh wajahmu akan hancur karena pisau ku ini.'' Kayla kembali berjalan dengan santai dan angkuh ke depan tabib.


'Jika aku tidak mengatakannya maka aku yakin pasti aku akan mati saat ini juga di tangan Putri Leona, apa yang harus lakukan?' batin tabib bingung.


"Hei! Apa kau masih butuh waktu lama untuk berpikir?"


Tabib terkejut karena Kayla membuyarkan lamunan nya.


"Oho, ternyata kau sama sekali tidak takut dan memilih bungkam ya?" Kayla mengangguk dan dia mengedarkan mata ke penjuru ruangan bawah tanah. Mata Kayla menangkap sebuah cambuk, Kayla berjalan mengambil cambuk itu lalu kembali ke tempat dimana tabib semakin ketakutan melihat wajah Putri Leona yang sangat sangar.





TBC


HAPPY READING


SEE YOU NEXT PART


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMAKASIH 😘