Lady Devil

Lady Devil
Bab 37 LADY DEVIL



Kayla terus berjalan lunglai masuk ke dalam Istana dengan Pangeran yang berada di sampingnya.


"Ayah.." lirih Kayla kala melihat tubuh lemah sang Ayah yang sudah terbaring di atas karpet.


"AYAH!!!" Kayla menangis sembari berjalan cepat mendekat ke jenazah Raja Vincent yang sudah terbalut oleh kain putih dan kapas yang berada di hidungnya.


"Ayah..." Kayla menangis sejadi-jadinya. "Kenapa bisa seperti ini? Apa yang terjadi.." Kayla memeluk jenazah Raja Vincent.


"Nak, sudahlah.. Kau harus mengikhlaskan kepergian Ayahmu," ucap Ratu Elisabeth berpura-pura baik.


Mata Kayla tajam melihat ke depan ketika dia mendengar suara Ratu Elisabeth, dengan cepat Kayla menegakkan tubuhnya dan menghempaskan tangan Ratu Elisabeth yang kala itu berada di kedua pundaknya.


"Singkirkan tanganmu dariku! Aku yakin pasti kau yang sudah menyebabkan Ayahku seperti ini!!! Puas kau Bibi, puas!!!!" teriak Kayla frustasi.


Bibi Helen mendekat ke arah Kayla. "Tuan Putri, sudah jangan seperti ini. Ingat, banyak rakyat dan pengurus penting disini, Bibi mohon anda harus mengontrol emosi anda.." Bibi Helen mencoba menenangkan Kayla.


"Bibi.." Kayla menangis di pelukan Bibi Helen.


'Haha.. Aku sangat bahagia melihat kau menangis serta terpuruk seperti ini, Leona. Akhirnya aku akan resmi menjadi Putri pewaris Kerjaan Timur dan kau, kau hanya akan menjadi istri dari seorang Pangeran —' ucapan Aurora dalam hati terpotong kala dirinya menatap Pangeran Eric.


'Kenapa si lumpuh itu tidak memakai kursi roda?' batin Aurora terus berpikir.


"Apa jenazah Paduka Raja sudah bisa kita kuburkan?" ucap seorang pria yang berpakaian seperti pendeta.


Kayla mendongak. "Kubur? Tapi aku tidak ingin jauh dari Ayah," Kayla menangis kembali, rencananya gagal sudah untuk membongkar kebusukan Ratu Elisabeth dan Putri Aurora di depan sang Ayah.


"Tapi kita harus mengubur jenazah Paduka, Tuan Putri." ucap pendeta itu pelan.


Kayla hanya bisa menangis dan menangis menerima keadaan saat ini. 'Lihat saja, jika memang terbukti kalian yang telah membunuh Ayahku, maka aku akan membalaskan semua kepada kau dan Putrimu Ratu Elisabeth. Kau sudah membangunkan singa yang sedang tidur!' batin Kayla penuh dendam.


Ratu Elisabeth menyembunyikan senyum puasnya ketika melihat anak musuhnya terpuruk. 'Kau rasakan Jihan, sekarang anakmu sudah terpuruk dan pasti sebentar lagi akan menderita. Haha.. Aku puas sekali, aku sangat puas..' batin Ratu tertawa jahat.


Para panglima mengangkat tubuh Paduka dan memasukkannya ke dalam peti.


Beberapa saat kemudian.


Jenazah Paduka dimasukkan ke dalam sebuah lobang dengan cara di turunkan memakai tali, Kayla hanya menatap sedih ke arah peti yang sudah tidak lagi nampak itu dan Kayla melirik tajam ke arah Ratu Elisabeth yang berpura-pura memasang wajah kehilangan.


"Pangeran, bisa tolong panggilkan bibi Helen?" pinta Kayla kepada Pangeran Eric.


Pangeran mengangguk dan pergi memanggil prajurit lalu memerintahkan agar memanggil bibi Helen untuk menemui Leona.


Kayla menatap Ratu Elisabeth, dia berjalan dengan perlahan menghampiri sang Ratu yang berdiri tak jauh dari tempatnya.


"Kau jangan senang dulu, Ratu Elisabeth. Jika benar sudah terbukti kau yang menyebabkan Ayahku tiada, maka aku.. Leona Virgiano tidak akan membiarkanmu hidup tenang dan aku akan membuat dirimu serta Putrimu hidup menderita. Itulah sumpahku!" tekan Kayla yakin.


Ratu Elisabeth tersenyum sinis. "Kau jangan terlebih dulu mengancam ku dengan fitnah busuk mu itu, Putri Leona. Kau belum punya bukti bahwa akulah yang sudah menghabisi Raja, kau pikir kau itu pintar? Kau itu hanyalah seorang gadis yang hanya bisaa menangis dan pasrah dengan keadaan," Ratu Elisabeth berbicara santai karena dia sudah tau sifat Leona dari lama.


'Tapi aku bukanlah Leona, Ratu Iblis. Kau lihat saja apa yang akan aku lakukan jika benar kau yang sudah membunuh Ayah Putri Leona.' batin Kayla benar-benar penuh dendam.


•


•


•


**TBC


HAPPY READING


SEE YOU NEXT PART


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMAKASIH 😘**