Lady Devil

Lady Devil
Bab 65 LADY DEVIL



Ratu Megantari mendekati Aurora.


"Raja apa kau tau, selama ini Ratu Aurora memang meminum ramuan agar mencegah kehamilannya."


Aurora menggeleng. "Tidak! Dia bohong Raja, Ratu Megantari berbohong! Aku tidak mungkin melakukan itu semua,"


"Hei hei..." Ratu menarik tangan Aurora hingga Aurora terkejut. "Kau ingin mencoba membohongi Raja, hm?" Ratu tersenyum sinis.


"Untuk apa aku berbohong? Raja aku mohon percayalah padaku.." Aurora meneteskan air matanya.


"Ratu, apa kau punya bukti atas segala ucapan mu?" Raja melirik Ratu Megantari.


"Tentu saja Raja, aku tidak sengaja melihat Ratu Aurora menyembunyikan ramuan itu di suatu tempat."


"Beritahu aku dimana!" ucap Raja dengan nada tinggi.


Ratu Megantari menghempaskan tangan Aurora kasar dan dia berjalan ke arah lemari. Tangan Ratu menarik laci kecil yang berada di lemari itu, lalu dia mengambil sesuatu dan membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Raja dan Aurora.


"Lihat apa yang aku temukan," Ratu mengangkat tinggi-tinggi botol kecil berukuran 10mill yang ada ditangannya.


Raja berjalan menghampiri Ratu dan mengambil botol itu. "Apa ini Ratu Aurora? Kau ingin mencoba bermain-main denganku?" Raja semakin meninggikan suaranya.


Aurora terkejut dan menggeleng. "Aku tidak tau itu apa Raja, percayalah aku tidak mungkin membohongimu." tubuh Aurora gemetaran ketika Raja berjalan mendekatinya.


"Katakan dengan jujur ini apa!" bentak Raja tepat dihadapan Aurora.


"Aku, aku ti—" ucapan Aurora terpotong karena Ratu Megantari menyelanya.


"Sudahlah Raja, lebih baik kau berikan saja hukuman padanya."


Raja melirik Aurora dengan tajam. "Aku salah karena selama ini sudah memanjakan dan membiarkan mu berbuat sesuka hati. Ikut dengan ku!" Raja menarik tangan Aurora hingga Aurora berjalan terseok-seok.


"Raja aku mohon jangan hukum aku, aku juga tidak tau mengapa aku belum hamil sementara aku tidak mengkonsumsi ramuan apapun, lepaskan aku Raja.." Aurora terus memberontak tetapi Raja seperti tuli dan terus menyeret Aurora.


"Ratu—" Ratu Tissa ingin menolong Aurora, tetapi langkah Tissa terhenti karena Ratu Mengantari menarik lengannya.


"Hei, Ratu! Jangan berani menolong Ratu Aurora, atau kau juga akan bernasib sama seperti dirinya." Ratu Mengantari menatap tajam mata Ratu Tissa.


"Haha.. Aku sangat membenci dirinya, aku ingin dia pergi dari kerajaan ini dan berpisah dengan Raja." geram Ratu Mengantari dengan segala dendam.


"Apa salahnya padamu?" Ratu Tissa pun menjadi bingung karena Aurora hanyalah orang baru dan selalu menuruti perkataan Ratu Megantari.


"Dia sudah menguasai Raja, setiap malam Raja selalu bersamanya dan tidak pernah menghabiskan waktu bersamaku. Kau tau, Raja juga sangat memanjakannya!"


"Jadi Ratu iri dengan apa yang Raja berikan pada Ratu Aurora?"


"Ya! Tentu saja aku iri karena aku adalah Istri pertama Raja dan harusnya akulah yang mendapatkan itu semua, hanya karena ingin mempunyai keturunan anak laki-laki Raja menjadi tidak bisa adil."


Ratu Tissa menggeleng. "Anda keterlaluan Ratu,"


"Apa tau mu? Aku tidak sepertimu yang hanya diam saja dan pasrah, aku tidak akan membiarkan Aurora hamil jika Raja masih saja memanjakannya dan tidak bersikap adil." ucap Ratu Mengantari.


"Harusnya Ratu menegur Raja, bukan malah memberikan Ratu Aurora tuduhan terus-menerus."


"Sst!!" Ratu Mengantari meletakkan jarinya di bibir. "Kau jangan ikut campur, Ratu Tissa. Diam dan lihat saja apa yang terjadi,"


Setelah mengatakan itu, Ratu Megantari langsung pergi dari hadapan Ratu Tissa. Sementara Ratu Tissa, dia menatap kepergian Ratu Mengantari dengan nanar.


"Kasihan sekali kau, Ratu Aurora.." lirihnya pelan dan pergi menuju kamar.





**TBC


HAPPY READING DAN SELAMAT SIANG ❤


Sampai jumpa di part selanjutnya, jangan lupa berikan dukungan serta tinggalkan jejaknya. terima kasih 😘**