Lady Devil

Lady Devil
Bab 70 Lady devil



Pangeran berjalan ke arah ranjang dengan raut wajah sedih.


"Ayah, bagaimana keadaan Ayah saat ini?" Pangeran Alvaro bertanya ketika dia sudah duduk di tepi ranjang sebelah kiri bersama dengan Santika.


"Keadaan Ayah sedikit membaik, nak.." Raja mencoba tersenyum seraya memberikan Andra kepada Pangeran Eric.


"Syukurlah. Aku harap Ayah harus menjaga kesehatan, jangan banyak pikiran dan juga makan dengan tepat waktu." Pangeran Alvaro menggenggam jari Raja.


'Kalian tidak perlu mengkhawatirkan Ayah lagi sebab Ayah akan pergi menyusul Ibu kalian.." batin Raja.


"Pangeran Alvaro, Pangeran Eric, Ayah sebagai orang tua berharap besar agar kalian bisaa selalu hidup rukun sebagai kakak-beradik, lindungi selalu Istri dan anak kalian, jangan mencontoh keburukan Ayah kalian ini." Raja terkekeh sedih.


"Ayah, meskipun Ayah merasa buruk tetapi Ayah tetaplah orang tua kami." ujar Pangeran Alvaro.


'Bukan kami, tetapi hanya kau saja kakak. Ayah tidak pernah menganggap ku ada, bahkan ketika aku berusaha berjalan hanya Ibu yang selalu membantu ku serta mengulurkan tangannya agar aku bisaa berdiri dan berjalan sendiri.' batin Pangeran Eric bersedih karena mengingat berapa tidak peduli nya Raja ketika Pangeran masih kecil bahkan hingga dewasa.


"Pangeran Alvaro, kau harus menjadi pemimpin yang adil dan jangan membela kesalahan meskipun kau mempunyai pilihan yang sulit, jadilah Raja yang tegas, dan jadilah suami serta Ayah yang baik untuk Istri juga calon anakmu nanti." Raja memegang tangan Pangeran Alvaro.


"Pangeran Eric, kau benar-benar sudah memaafkan Ayah 'kan?" Raja memegang tangan Pangeran Eric.


Pangeran mengangguk. "Aku sudah memaafkan Ayah," ucapnya.


Raja memeluk tubuh kedua Putranya. 'Ayah harap kalian mengikhlaskan kepergian Ayah, Jihan.. Aku datang,' batin Raja dan perlahan matanya tertutup sempurna.


Pangeran Eric dan Pangeran Alvaro yang merasa jika tubuh Raja sangat lemas langsung menegakkannya.


"AYAH!" pekik Pangeran Alvaro dengan mata berembun ketika melihat mata Raja yang sudah tertutup.


"Ayah bangun Ayah!" Pangeran Alvaro menitikkan air mata sembari memeluk tubuh Raja yang sudah dingin.


Sementara Pangeran Eric, dia hanya beraksi biasa saja sebab dari dulu Raja memang tidak pernah menyayanginya ataupun memperdulikannya. Pangeran sedikit merasa kehilangan karena meskipun Raja sangat jahat tetapi dia juga adalah orang tua kandungnya.


'Semoga Ayah bahagia di alam sana bersama dengan Ibu. Ayah, Ibu, doakan kami agar bahagia selalu dan berkati kami agar keluarga kami selalu rukun.' batin Pangeran Eric.


Kayla dan Santika juga ikut meneteskan air mata.


Pemakaman pun dilanjutkan di Kerajaan Timur, makam Raja Ahmad akan di gali bersebalahan dengan makan Ratu Jihan.


^


^


^


Di dalam Istana nan megah itu masih tercium bau berduka serta kesedihan karena kepergian Raja Ahmad.


"Kakak ipar, kami permisi kembali ke Istana." ucap Kayla mewakili sang suami.


Pangeran Alvaro mendongak dan mata sembabnya memandang Kayla. "Mengapa kalian sangat buru-buru sekali ingin kembali ke Istana?"


"Kami juga punya tanggungjawab kak," sahut Pangeran Eric.


"Baiklah, hati-hati." Pangeran Alvaro menunduk lagi.


"Permisi,"Pangeran Eric dan Kayla beranjak dari duduknya lalu mereka keluar dari Istana. Sebelum keluar, Kayla memeluk tubuh Santika dan memberikan semangat kepada kakak sepupunya itu.


*


Di dalam perjalanan.


"Pangeran, apa kau masih menyimpan dendam kepada Ayahmu?" Kayla menatap wajah tampan Pangeran dari samping.


Pangeran menggeleng. "Dia sudah tiada, Ratu. Aku sudah membuang segala keegoisan serta dendam ku padanya."


"Baguslah, aku harap kau juga bisa tegar dalam menghadapi semua ini. Baru juga Ayah bertemu denganmu dan menganggap mu sebagai anak, tetapi Ayah juga pergi dengan secepat ini." Kayla memeluk Abiyaksa.





**TBC


HAPPY READING


SEE YOU NEXT PART DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMAKASIH 🙏🏻❤**